Rabu, 04 Desember 2013

5 Cara Agar Tidak Selalu Tergesa-gesa

5 Cara Agar Tidak Selalu Tergesa-gesa
Jumat, 17 Juni 2011 | 16:38 WIB


Dibaca: 390

|
Share:
SHUTTERSTOCKManfaatkan gadget untuk membantu Anda membuat jadwal kegiatan.
Foto:
1
KOMPAS.com - Siapa yang suka diburu-buru waktu? Selain membuat hati jadi tidak tenang, apa pun yang Anda selesaikan sepertinya kurang dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Sebaliknya, bila semua dilakukan dengan kalem dan langkah demi langkah dapat dipantau, hasilnya akan lebih memuaskan.

Meski Anda sudah memahami bahwa manajemen waktu adalah kunci utama agar tidak selalu tergesa-gesa, tetap saja hal ini sulit diterapkan. Begitu banyak teori telah Anda dengar atau baca, tapi begitu sudah berada dalam situasinya, semua ilmu itu lenyap seketika. Nah, untuk itu Anda memerlukan petunjuk yang lebih mudah untuk dilakukan. Camkan lima aturan penting berikut ini di dalam hati agar selalu menempel di kepala. Niscaya Anda tidak perlu pontang-panting lagi untuk menyelesaikan tugas di kantor maupun di rumah.

1. Aktivitas untuk esok dimulai sejak hari ini
Sebelum beristirahat panjang di malam hari, pastikan semua yang Anda perlukan besok sudah terencana dengan baik, begitu saran dari Elizabeth Lombardo, PhD, penulis buku A Happy Your: Your Ultimate Prescription for Happiness. Tulis jadwal kegiatan Anda besok, lalu buat daftar yang berisi apa saja yang diperlukan untuk kegiatan itu. Berikan perhatian terutama pada hal-hal yang mungkin akan banyak menyita waktu Anda, seperti memilih pakaian kerja atau persiapan memasak.
"Jika semuanya telah dipikirkan pada malam sebelumnya dan telah dicatat, Anda dapat tidur dengan tenang dan esok harinya sudah bisa langsung mulai melakukan apa yang diinginkan tanpa perlu memikirkannya lagi," kata Lombardo.

2. Jadwalkan acara berbelanja
Belanja bulanan dapat mendatangkan bencana tersendiri. Terutama jika Anda melakukannya pada hari yang sibuk, kemudian di saat supermarket juga sedang penuh-penuhnya. Sambil mengantre di kasir, tak urung Anda akan menggerutu panjang-pendek, berpikir bahwa seharusnya pada saat itu Anda sudah harus berada di tempat lain. Untuk itu, Stephanie Vozza, penulis The Five-Minute Mom's Club, menganjurkan Anda untuk membuat jadwal berbelanja.
"Ketahui hari-hari apa supermarket langganan Anda terlihat lebih sepi, dan pada jam berapa. Biasanya, kebanyakan orang akan berbelanja pada akhir minggu," kata Vozza. Hindari hari-hari ini apabila Anda tidak ingin tertahan 30 menit di antrean kasir.

3. Lakukan hal yang tidak menyenangkan dulu
Anda punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan? Tsh Oxenreider, pendiri situs SimpleMom.net, menganjurkan Anda untuk menyelesaikan tugas yang tidak disukai dulu. "Intinya, jika Anda melakukan hal yang sulit terlebih dulu, tugas-tugas lainnya akan lebih mudah untuk dituntaskan," katanya.
Sementara, bila Anda memilih mengerjakan yang lebih mudah dulu, sepanjang hari Anda akan dihantui pikiran untuk menyelesaikan tugas yang sulit. Akibatnya, bisa saja Anda butuh waktu lebih lama untuk bekerja dan pada akhirnya semuanya menjadi mundur dan tidak terselesaikan dengan baik.

4. Manfaatkan ponsel agar lebih organized
Setiap hari Anda banyak berinteraksi dengan ponsel ataupun BlackBerry untuk berkomunikasi dengan orang lain. Mengapa tidak memanfaatkannya juga untuk membantu Anda membuat jadwal kegiatan? "Salah satu cara terbaik untuk menghadapi stres adalah dengan membuat perencanaan setiap hari, minggu, atau bulan," kata Patricia Farrell, PhD, psikolog dan penulis buku How to Be Your Own Therapist.
Jika agenda Anda lebih sering ketinggalan di meja daripada dibaca, manfaatkan gadget yang memang selalu ada di tangan Anda. Segera instal program organizer dan hidup Anda pun akan menjadi lebih mulus.

5. Jangan menganggur di tengah kemacetan
Lalu lintas yang padat dan tersendat sudah menjadi bagian dari rutinitas pergi dan pulang kantor kita. Daripada marah-marah di dalam kendaraan tanpa solusi, lebih baik manfaatkan waktu untuk mengerjakan hal lain. Misalnya, dengan menelepon ke rumah untuk mengecek kondisi anak-anak, mencari resep makanan baru yang dapat dimasukkan ke menu mingguan Anda, atau sekadar memikirkan berbagai ide baru untuk pekerjaan.
Hal lain yang juga dapat Anda lakukan di tengah jalan adalah meregangkan otot dan merilekskan badan. Coba ikuti saran dari Elaine Masters, pendiri Drivetime Yoga ini: duduklah tegak, kedua kaki menjejak di lantai, kontraksikan otot perut, lalu taruh tangan kiri ke lutut kanan. Lalu, dengan tangan kanan, raihlah sandaran samping kursi atau bagian belakang kursi. Pastikan posisi pinggul tetap menghadap ke depan, perut tetap ditarik, dan putar tubuh bagian atas ke arah kanan. Melihatlah ke arah bahu kanan. Setelahnya, lakukan sekali lagi ke arah sebaliknya. Latihan seperti ini dapat membantu menurunkan hormon stres di dalam tubuh Anda.
Penulis :
K32-11
Editor :
Dini

Bisnis Online: Modal Minimal, Keuntungan Maksimal

Bisnis Online: Modal Minimal, Keuntungan Maksimal
Selasa, 1 November 2011 | 16:17 WIB
Dibaca: 1152
|
Share:
MULTIPLYPemilik bisnis bebas berimprovisasi untuk menemukan produk yang paling pas dan cara terbaik untuk memasarkan bisnisnya.
Foto:
1
KOMPAS.com - Sudah lama bermimpi ingin punya usaha sendiri?  Sekarang waktunya Anda merealisasikan mimpi tersebut, terutama berkat hadirnya http://multiply.com, platform online bebas biaya yang akan mendukung pengembangan bisnis Anda sepenuhnya.  Jangan khawatir, Anda tetap dapat bekerja full time sementara bisnis online menjadi part-time job yang di masa mendatang justru dapat menjadi investasi masa depan Anda saat sudah siap sepenuhnya menjadi wirausahawati yang tangguh.

Perkembangan zaman yang semakin maju, dengan teknologi internet serta gadget yang semakin canggih, membuat bisnis online semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu alternatif untuk penambah "devisa" diri sendiri. Pada awalnya, kebanyakan orang memang hanya melihat gambaran besar bahwa bisnis online ini hanyalah sebagai bisnis coba-coba. Bila dipikirkan dengan lebih luas, bisnis online ini sebenarnya dapat menjadi sumber penghasilan tambahan Anda di setiap bulannya, mungkin sedikit bumbu serius bisa menjadi katalis yang tepat.

Seperti halnya bisnis lainnya, mendirikan bisnis di ranah online juga memerlukan kerja keras dan kegigihan demi menuai keberhasilan.  Dengan semakin meluasnya penetrasi internet di Indonesia, semakin besar pula peluang pengembangan kewirausahaan, khususnya secara online.  Bila dijabarkan ada beberapa alasan mengapa bisnis online adalah alternatif yang menggiurkan.
Pertama, nilai investasi relatif rendah; investasi utama hanya untuk barang yang dijual, tidak perlu biaya besar untuk membangun toko ataupun sewa lapak tahunan.  Kedua, modal kerja utama hanyalah sambungan internet, komputer, serta barang dan jasa yang ditawarkan. Ketiga, resiko investasi bisnis online pun rendah, pemilik bisnis bebas berimprovisasi untuk menemukan produk yang paling pas dan cara terbaik untuk memasarkan bisnisnya. Jumlah pengguna internet yang sudah mencapai 45 juta pengguna merupakan alasan keempat: potensi pelanggan mencapai jutaan orang.  Kelima, biaya pendirikan "toko" rendah, bahkan ada platform e-commerce yang sama sekali tidak membebankan biaya registrasi ataupun pendirian toko.
Biaya operasional toko online pun dapat ditekan. Selama bisnis masih dalam tahap pengembangan, tim pengelola bisa menekan biayanya seminimal mungkin. Hingga sekarang, ada beberapa toko online yang pengelolanya hanya dua hingga tiga orang namun sudah mencetak transaksi hingga puluhan juta tiap bulannya.
Terakhir, bisnis online memiliki pilihan metode pemasaran yang beragam.  Wirausahawan yang internet savvy kini semakin lihai dalam menggunakan berbagai jaringan sosial dan forum untuk mempromosikan bisnisnya secara gratis untuk meraih pembeli (dan bahkan komunitas yang relevan).

Jika Anda berpikir bahwa untuk memulai sebuah bisnis online harus membangun sebuah website dulu, silakan tanggalkan pemikiran itu.  Sekarang ini, di Indonesia pilihan platform yang dapat Anda gunakan semakin beragam. Baik ini kali pertama ataupun kesekian kali Anda mendirikan toko online, ada baiknya Anda memilih platform e-commerce yang komprehensif namun berbiaya rendah (bahkan gratis!).
Salah satu contoh platform e-commerce yang bisa Anda dayagunakan adalah Multiply.com. Sebelumnya dikenal sebagai tempat nge-blog, sekarang Multiply memfokuskan dirinya untuk mengembangkan wirausahawan di Indonesia, khususnya mereka yang melirik bisnis online.  Multiply sekarang juga sudah menjadi tujuan jualan online dimana tersedia beragam barang dan jutaan calon pembeli.
Bila Anda pikir mendirikan bisnis online itu sulit, tidak halnya bila Anda memilih Multiply sebagai rumah Anda.  Cara daftarnya mudah dan gratis, ada langkah demi langkah cara pendirian toko, ada tim merchant relations yang siap sedia membantu Anda menata toko Anda.  Multiply Commerce adalah rekan yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda.

Dengan perkembangan kegiatan jual-beli yang begitu pesat di Multiply, Mei 2011 lalu situs tersebut melansir platform e-commerce, http://indonesia.multiply.com.  Bersama dengan platform tersebut, hadirlah infrastruktur dan fitur yang komprehensif namun gratis untuk digunakan dalam mengelola dan mengembangkan bisnis online sang penjual, serta mempermudah proses belanja.
Stock room, misalnya, mempermudah proses pengunggahan foto dan informasi barang yang dijual.  Semua catatan transaksi tersentralisasi, sehingga tidak akan ada pesanan yang terlewat.  Semua produk yang menggunakan product listing akan ter-display di halaman utama Multiply, menjadikannya lebih terlihat bagi calon pelanggan.  Bila pelanggan hendak melakukan pembelian, mereka tinggal men-klik tombol “Beli Sekarang” dan otomatis barang masuk ke Keranjang Belanja. Mereka dapat mengujungi toko online lain dalam Multiply, melakukan proses yang sama, lalu melakukan pembayaran sekaligus berkat sistem pembayaran yang sudah terintegrasi.   Pembayaran selesai dilakukan, penjual pun mengirimkan barang pesanan ke partner logistik untuk mengirimkan barang.  Proses belanja jadi lebih mudah, nyaman dan, paling penting, aman.  Ditambah lagi, Multiply menawarkan perlindungan pembeli bagi produk-produk yang ditawarkan oleh online seller yang sudah diverifikasi sebagai penjual terpercaya.

“Buat aku bisnis online ini sangat menyenangkan.  Semacam memiliki toko di mana pun dan buka 24/7,” ujar Chitra pemilik salah satu toko di Multiply, http://littleeight.multiply.com.  “Hasil berjualan online juga lumayan untuk menabung, tiap bulan, saya bisa dapat sekitar Rp 25 juta.”
* Ingin mengetahui problema ibu bekerja, tips gaya dan menjaga kebugaran, baca Lipsus Working Mom.
Editor :
Dini

Jumat, 20 September 2013

OUR BRAIN NEED STIMULUS TO REMEMBER

 JPS, September 20, 2013.
Our brain need  stimulus (rangsangan)   to remember something. If have stimulus, the brain can remember something that already  know. I have experience. I open You tube about NTT - Flores  song. I find music  psaltery (gambus). The  Lamaholot  / Sikka people that play it. When  hear it, my brain  just as get stimulus to remember  Manggarai song  that usally   use  psaltery (gambus) music. The Song is: "De neka nanang de ata rona hio, ata rona hio manga de kilon // De neka nanang de ine wai hio, ine wai hio manga de kilon". Wonder ful the  brain. Thank your, Franc.

Selasa, 25 Juni 2013

CHANGE PLEASE

I'm so  slow.May be this  character  heritage  from  Father  Gaspar and mother Regina. But what  meaning  of school  if you  can not  improve this bad  habit? Please  improve  your  character.

Senin, 17 Juni 2013

Jangan Beri Toleransi pada 10 Hal Ini!

KOMPAS.com - Untuk mencapai kebahagiaan, hidup lebih produktif dan lebih sehat, ada beberapa perubahan yang perlu Anda lakukan. Paula Davis-Laack, JD, MAPP, terapis stres menyarankan untuk berhenti memberikan toleransi pada 10 hal berikut ini.

1. Hidup tak sehat.
Tak ada lagi kata toleransi untuk gaya hidup tak sehat. Dengan semakin banyaknya kasus kelebihan berat badan bahkan obesitas, sudah waktunya Anda hidup lebih sehat. Mulailah dengan membuat perubahan kecil dalam keseharian. Lalu berusahalah konsisten. Dari hal kecil Anda bisa mencapai hasil besar ke depannya.

2. Tak ada aksi.
Kebanyakan orang merasa mandek dengan berbagai hal dalam hidupnya lantaran tak bisa mengatasi rasa takut, rasa bersalah, juga tidak tahu cara mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan besar, mulailah dengan langkah kecil. Meski tujuan yang Anda ingin capai terasa begitu besar dan seakan sulit dicapai, tetaplah berusaha mencapainya perlahan tapi pasti dengan langkah nyata. Sampai akhirnya Anda bisa mengatakan dengan percaya diri, "Saya berhasil menyelesaikannya, mudah ternyata."

3. Pesimistis dan negatif.
Dalam dunia kerja, begitu banyak informasi negatif yang Anda dengar bahkan dapatkan setiap harinya. Kondisi ini sangat mudah mematahkan semangat, membuat Anda pesimistis dan ikut-ikutan menjadi negatif.

Lawan segala hal yang negatif dengan humor. Studi menunjukkan humor bisa memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengurangi rasa sakit, dan mengurangi level stres. Karena humor bisa membangun emosi positif, humor juga bisa mengurangi rasa marah, depresi, dan kecemasan. Emosi positif dapat meningkatkan kegembiraan dan kepuasan hidup.

4. Disorganisasi.
Disorganisasi menjadi penghambat produktivitas. Anda bisa lebih terorganisasi dengan membuat jadwal dan sistem yang kemudian menjadi kebiasaan. Sehingga tak ada lagi alasan menunda pekerjaan, juga tak ada lagi kebiasaan mengatakan "Saya tidak punya waktu melakukan hal X".

5. Stres kronik.
Menurut laporan kerja Catalyst, 75-90 persen pemeriksaan di dokter terkait dengan stres. Laporan ini juga menunjukkan 68 persen karyawan stres karena merasa kelelahan dan terlalu sibuk. Sekitar 44 persen karyawan kehilangan produktivitas satu jam atau lebih dalam sehari karena stres. Terkait hal ini, 22 persen karyawan tak masuk kerja lebih dari enam hari dalam setahun karena stres. Laporan ini menunjukkan kebanyakan karyawan stres karena beban kerja, masalah interpersonal, status pekerjaan, kesibukan kerja dan kehidupan personal. Akibat dari karyawan yang stres ini berdampak pada keluarga, yakni orangtua yang cepat tua atau anak menderita penyakit kritis.

6. Materialistis.
Kebanyakan orang selalu saja mau tahu apa yang dimiliki orang lain, sebagai perbandingan. Termasuk dalam hal materi. Kemudian banyak orang berpikir dengan memiliki materi berlimpah ia akan lebih bahagia. Padahal, studi perilaku terhadap 12.000 remaja tentang kepuasan hidup di usia 37 menunjukkan, mereka yang mengekspresikan kepentingan materi tidak merasa bahagia dalam hidupnya dua dekade kemudian.

7. Sempurna.
Menuntut diri sempurna. Kalau ingin bahagia, jangan lagi mentoleransi nilai ini dalam hidup Anda. Jangan menilai diri juga orang lain dengan standar mutlak. Dengarkan apa kata orang lain. Alih-alih menuntut sempurna, lakukan saja yang terbaik setiap harinya. Fokus pada pencapaian bukan kesempurnaan.

8. Pendapat orang tentang Anda.

Berapa banyak energi yang Anda habiskan untuk memedulikan pendapat orang lain tentang Anda? Merasa khawatir tidak melakukan sesuatu dengan baik dan membuat orang lain berkomentar, hanya akan membuat Anda semakin jauh dari rasa bahagia. Berhenti memikirkan apa kata orang lain dari setiap tindakan yang Anda lakukan. Jangan sampai orang lain mengontrol diri Anda.

9. Membenci pekerjaan.
Anda tak menyukai pekerjaan saat ini? Tenang saja, Anda tak sendirian. Banyak orang mengalaminya. Data di Amerika menunjukkan hanya 44 persen orang yang menyukai pekerjaannya. Kalau Anda tak suka pekerjaan namun tak memungkinkan pindah kerja untuk saat ini, mulai melakukan transisi dengan tetap menjalankan pekerjaan namun juga bersiap untuk pindah kerja saat waktunya tepat.

10. Literasi finansial rendah.
Banyak orang memahami pentingnya merencanakan keuangan, namun hanya sedikit dari mereka yang benar-benar mulai menjalankan rencana keuangan. Mulai sekarang, lakukan aksi nyata untuk merencanakan keuangan, menabung atau investasi. Kenali berbagai macam produk keuangan, seperti reksa dana atau lainnya. Cari informasi, jika perlu cari bantuan tenaga profesional.

Selasa, 04 Juni 2013

MOTTO

  1. Berubahlah oleh pembaruan budimu
  2. Sekolah boleh di kampung, otak jangan kampungan.
  3. Sekolah itu harus modal otak utamanya, bukan otot

Minggu, 26 Mei 2013

5 Tanda Anda Harus Segera "Resign"

5 Tanda Anda Harus Segera "Resign"
Senin, 27 Mei 2013 | 08:19 WIB

|
Share:
Jika Anda ingin mengejar peluang lain, lakukan dengan alasan-alasan yang tepat, karena Anda masih mencari karier yang tepat untuk diri Anda, mencari panggilan atau passion Anda.
KOMPAS.com - Rasa lelah akibat beban kerja wajar saja. Toh, semua pekerjaan memiliki hambatannya sendiri. Namun mungkin, beberapa kali ide untuk mencoba peruntungan di tempat lain melintas di kepala Anda ketika beban pekerjaan sedang banyak-banyaknya.

Apalagi rumput tetangga, kan, selalu lebih hijau, bukan? Mendengar pekerjaan teman yang bebannya tak sebesar miliki Anda namun memiliki gaji lebih besar atau fasilitas lebih menggiurkan, mungkin membuat Anda ingin segera melayangkan surat lamaran ke perusahaan tersebut.

Lantas, kebimbangan pun terjadi. Apakah pekerjaan yang sekarang benar-benar pantas untuk dipertahankan atau justru Anda telah memberikan terlalu banyak perngorbanan tanpa hasil setimpal? Nah, sedang mengalami kebimbangan tersebut? Baca tuntas hal-hal yang mengindikasikan Anda lebih baik mencari pekerjaan lain, berikut ini!

1. Dominasi setiap hari
Bekerja dari Senin hingga Jumat selama sembilan jam, belum lagi jika di antara hari tersebut Anda harus lembur, memang sudah cukup menguras tenaga, ya? Ditambah, Anda pun harus siaga di akhir pekan untuk urusan kerja. Beruntung apabila Anda menikmatinya dan memiliki manajemen waktu yang baik.

Namun bila yang terjadi Anda malah kehilangan napsu bekerja? Misalnya, di satu pagi Anda tiba-tiba mengharapkan terkena flu demi tak masuk kantor, terus membuka jadwal cek dokter yang memungkinkan Anda cuti, atau setiap hari Anda hanya menghitung hari hingga libur datang, tandanya mungkin tempat kerja yang sekarang tidak memberikan semua yang Anda harapkan di tempat kerja.

Akan tetapi, hal ini tentu tak dapat dijadikan pembenaran. Tempat kerja memang tak sellau bisa memberikan semua yang Anda inginkan, bukan? Pastikan memang tempat kerjanya yang kurang tepat, bukan semata Anda yang malas dan tak termotivasi.

2. Anda tak menguasainya
Alasan seseorang dapat mencintai atau nyaman di tempatnya bekerja adalah ketika ia memiliki kemampuan dalam bidang yang ia kerjakan. Dalam artian, sejak awal ia telah mengetahui potensi dan memilih bidang tersebut untuk digeluti. Apabila Anda merasa payah dan tak bisa mengerjakan pekerjaan Anda belakangan ini, ditambah tak ada keinginan untuk mengembangkan diri, lebih baik Anda pindah. Toh, jika memaksakan tetap di sana p-un Anda tak akan bisa menjadi siapa-siapa dan tak akan berkembang.

3. Tak ada kebanggaan
Ketika tiba saatnya kumpul keluarga, pertanyaan mengenai pekerjaan adalah hal paling terakhir yang Anda harapkan. Bagaimana pun, seseorang membutuhkan kebanggaan terhadap pekerjaan yang bisa membuatnya semangat dan bahagia atas pekerjaannya. Jadi apabila Anda tak memiliki itu, mungkin bidang kali ini tak sesuai dengan Anda.

4. Terus mengeluh
Apabila pada dasarnya Anda tak mudah mengeluh dan tiba-tiba saja beberapa bulan ke belakang Anda selalu menemukan keluhan di kantor, mungkin pertanda ada sesuatu yang tak beres. Akan tetapi cari tahu dulu, apakah keluhan Anda seputar rekan kerja, bos, atau tentang pekerjaan dan perusahaannya? Apabila alasannya adalah pekerjaan dan perusahaan, tak apa bila cari tempat kerja baru.

5. Tak ada tantangan
Bagi beberapa orang, tak ada tantangan berarti tak ada motivasi. Misalnya saja, jika Anda berhasil melewati target dan tak tahu apa lagi yang harus dikejar. Apabila Anda termasuk yang demikian, maka tak heran apabila performa karir Anda terasa stagnan. Siapa tahu, di tempat baru Anda bisa lebih berkembang?

(Tabloid Nova/Annelis Brilian)


Editor :
Dini



Kamis, 04 April 2013

DREAM: TEETH FALL DOWN


 DREAM: TEETH FALL DOWN
On early morning, Friday, April 5, 2013,  I have dream.  is    one  of my teeth fall down. My tongue   touch my left  up teeth  than it is fall down without  sick. My hand take it from my  mouth. I see  it. It complete with the  root (akar). I save it.
This is the second dream that I remember that my teeth is fall down. What is meaning of it. How about my health condition? It it have relation with  my health condition?


Kamis, 07 Maret 2013

7 Tanda Anda Stres Berat

7 Tanda Anda Stres Berat
Penulis : Hesti Pratiwi | Selasa, 5 Maret 2013 | 19:59 WIB
Dibaca: 4918
|
Share:
Tubuh mempunyai cara tersendiri untuk memberitahu Anda sedang dalam kondisi stres berkepanjangan.
Artikel Terkait:
KOMPAS.com - Sakit kepala hebat memang dikenal sebagai salah satu pertanda seseorang mengalami stres. Tapi apakah Anda tahu bahwa gejala lain seperti menstruasi yang menyiksa, sering lupa, dan gatal-gatal, juga bisa disebabkan oleh stres?
"Kecemasan dapat menyebabkan perubahan hormonal, kekebalan, dan otot Anda," jelas Bruce Rabin, MD, PhD, direktur medis dari University of Pittsburgh Medical Center Healthy Lifestyle Program. "Orang sering tak sadar perubahan yang terjadi dalam tubuhnya hingga berubah menjadi gejala yang tidak nyaman."
Ada tujuh tanda saat tubuh memberitahu bahwa Anda sudah berada di ambang stres, dan bagaimana menanganinya.
 
Pendarahan gusi
"Stres melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, yang memungkinkan bakteri dalam mulut untuk berkembang biak lebih banyak (melewati batas yang bisa ditoleransi). Akibatnya terjadi iritasi gusi dan peradangan," kata Kimberly Harms A, DDS, penasehat konsumen untuk American Dental Association.
Solusi cepat: Sikat gigi dua kali sehari dan ditambah dengan melakukan flossing sehari sekali. Untuk perlindungan ekstra, gunakan obat kumur pembunuh bakteri. Anda juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dengan berolahraga secara teratur, cukup tidur, diet seimbang, dan mengasup multivitamin. Jika Anda berada di bawah stres berkepanjangan dan gusi Anda lebih sering berdarah, kunjungi dokter gigi tiga atau empat kali setahun untuk pemeriksaan.
Sering lupa
Hormon yang dilepaskan selama mengalami stres akut (berkepanjangan) dapat menekan memori jangka pendek Anda. Sebenarnya, efek ini biasanya hanya berlangsung sementara. Tetapi menurut Bruce McEwen, PhD, kepala laboratorium neuro-endocrinology di Rockefeller University, di New York City, sekaligus penulis buku The End of Stress As We Know It, stres kronis dapat mengubah struktur sel saraf dan hubungannya dengan otak. Perubahan ini yang akhirnya dapat menyebabkan gangguan mengingat nama atau arah.
Solusi cepat: Buat daftar hal yang harus Anda kerjakan, masukkan janji temu Anda dalam kalender dan tempatkan semua itu di tempat yang mudah diakses (smart phone, tablet, atau agenda yang selalu terselip di tas).  "Penelitian telah membuktikan bahwa reminder hanya efektif bila Anda sering membawanya," kata Daniel L. Schacter, PhD, profesor psikologi di Harvard University serta penulis The Seven Sins of Memory.
Nyeri haid
Perempuan yang sedang berada di bawah tekanan emosional tinggi, dua kali lebih mungkin mengalami nyeri haid yang parah, begitu menurut sebuah studi dari Harvard School of Public Health. "Stres menggandakan ketidaknyamanan yang sudah ada," jelas Diana Dell, MD, asisten profesor psikiatri di Duke University Medical Center di Durham, North Carolina. Senyawa kimia yang disebut prostaglandin menyebabkan kontraksi rahim dan kram, dan ketika Anda cemas, kram ini akan lebih terasa.
Solusi cepat: Untuk memblokir produksi prostaglandin, minum obat antiperadangan seperti ibuprofen atau naproxen satu atau dua hari sebelum Anda haid. Jika ini tidak membantu, mintalah resep pereda nyeri lain dari dokter. Penelitian menunjukkan bahwa akupunktur dan akupresur bulanan dapat mengurangi nyeri haid yang intens. Meletakkan bantal pemanas ke perut bagian bawah juga dapat meringankan ketidaknyamanan.
Mimpi buruk
Ketika pikiran Anda dipenuhi dengan kecemasan dan selalu merasa tegang, mimpi buruk akan sering datang, jelas Barry Krakow, MD, Direktur Medis dari Maimonides Sleep Arts and Sciences, Albuquerque, New Mexico.
Solusi cepat: Jadikan mimpi Anda sebagai psikoterapi gratis, cari petunjuk apa yang membuat Anda tegang, dan bagaimana menghadapinya. Fokus pada bagaimana perasaan Anda dalam mimpi. Jika Anda takut atau malu, pertimbangkan mengapa. Lalu tanyakan pada diri Anda apa yang membuat Anda merasakan hal yang sama dalam kehidupan nyata. 
Gatal-gatal
"Pada orang dewasa, stres merupakan salah satu penyebab paling umum dari gatal-gatal," kata John F. Romano, MD, asisten profesor dermatologi klinis di Weill Medical College of Cornell University di New York City. Kecemasan dapat menyebabkan pelepasan senyawa histamin, yang menyebabkan gatal-gatal. "Sayang, tidak ada cara untuk mengetahui apakah mereka disebabkan oleh reaksi alergi atau kecemasan," kata Romano.
Solusi cepat: Konsultasikan dengan dokter tentang apakah Anda harus menelan antihistamin atau obat antikecemasan selama periode stres, sebagai tindakan pencegahan. Romano merekomendasikan meminum antihistamin dan mengoleskan krim antigatal untuk meringankan ketidaknyamanan.
Sakit rahang
Banyak orang, baik saat sedang tidur atau terjaga, cenderung mengepalkan otot-otot rahang atau menggemeletukkan gigi ketika sedang merasa tegang, tertekan, atau stres.
Solusi cepat: Temui dokter gigi Anda. Sementara itu, perhatikan posisi rahang Anda sepanjang hari. "Harus selalu ada ruang kecil antara bagian atas dan gigi bawah (ketika Anda tidak mengunyah)," jelas Micah Sadigh, PhD, asisten profesor psikologi di Cedar Crest College di Allentown, Pennsylvania. Untuk merelaksasi rahang, buka mulut Anda dengan lembut hingga Anda dapat merasakan otot-otot rahang Anda, tetapi tanpa rasa sakit. Lalu ambil nafas dalam-dalam, dan ketika Anda mengembuskan nafas, biarkan rahang mengendur.
Sering kelelahan
Korban langsung dari stres adalah terhisap habisnya energi Anda. Menurut Monika Fleshner, PhD, profesor di departemen fisiologi integratif University of Colorado, ketika Anda stres, sistem kekebalan tubuh keliru menganggapnya sebagai infeksi. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan atau demam, yang memaksa Anda untuk beristirahat. Kecemasan juga dapat menyebabkan insomnia, yang dapat menyebabkan kelelahan.
“Bila Anda sedang tegang, Anda mungkin mudah terbangun dan sulit untuk tidur kembali,” jelas Richard Schwab, MD, Direktur University of Pennsylvania Sleep Disorders Center di Philadelphia.
Solusi cepat: Anda bisa mengurangi stres mental dengan membicarakannya. Curhat saja ke teman terpercaya atau menyisihkan 20 menit (tidak lebih) untuk menuliskan perasaan dan pikiran. Pilihan lain, berolahraga selama 20 - 30 menit untuk melepaskan hormon-hormon yang membuat Anda merasa senang. Kurangi juga kafein, agar tidak memperburuk gejala fisiologis kecemasan. Sebab, penelitian di Duke University Medical Center menemukan bahwa 500 miligram kafein setara dengan empat cangkir kopi, yang bisa meningkatkan tekanan darah Anda.


Sumber: fitnessmagazine
Editor :
Dini

Makin Bodoh? Jangan Salahkan Usia Anda!




Makin Bodoh? Jangan Salahkan Usia Anda!

Kamis, 7 Maret 2013 | 17:27 WIB
Dibaca: 2053
Komentar: 4
|
Share:
Discovery
Otak

KOMPAS.com — Kita sering menyalahkan usia yang mulai tua untuk begitu saja menerima kebiasaan pelupa yang kita alami. Karena tua, Anda dapat dengan mudah memaklumi. Misalnya, seseorang yang baru saja Anda kenal beberapa menit kemudian tidak ingat namanya lagi. Nama-nama cucu pun kadang-kadang seperti sudah di ujung lidah, tetapi tidak ingat, apalagi hari kelahirannya, dan Anda anggap itu tidak masalah.
Bila otot ada batas maksimalnya, dapat mengalami cedera bila digunakan berlebihan, otak tidak demikian.
Karena merasa tua, Anda kemudian tidak mudah lagi belajar sesuatu. Apalagi hal-hal yang baru. Bila Anda seorang Muslim, menghafalkan satu ayat yang baru susahnya bukan main. Ayat-ayat yang selama ini lancar Anda baca waktu shalat, misalnya, sekarang sudah mulai tergagap-gagap dan Anda menerimanya begitu saja. Usia dijadikan alasan untuk itu. Anda kemudian berpikir, wajarlah, kan usia saya sudah tua.

Karena alasan usia tua, Anda kemudian jadi malas, membaca pun jarang, Anda tidak lagi dapat mengikuti perkembangan di lingkungan Anda dan bahkan dunia luar. Lalu Anda merasa otak Anda madal, tumpul, dan kemudian Anda menjadi bodoh, dan itu Anda pikir normal-normal saja.

Banyak saya lihat, orang-orang yang merasa dirinya tua mulai punya sikap demikian. Seolah-olah menyerah begitu saja dengan penurunan fungsi intelektual otaknya. Padahal, di sisi lain, banyak juga para usia lanjut yang masih tetap cerdas, cemerlang otaknya. Banyak contoh orang-orang terkenal berusia lanjut yang meraih doktor saat usia mereka lebih dari 70 tahun.

Ada penulis novel terkenal dunia yang baru menulis setelah umur mereka berkepala 7. Hamka juga kabarnya menyelesaikan tafsir monumentalnya di penjara dan usia beliau lebih dari 65 tahun. Nelson Mandela masih mampu memimpin Afrika Selatan saat usianya di atas 80 tahun. Hmmm... tidak usah jauh-jauh melihat. Kompasianer Isk-harun, 78 tahun; Thamrin Dahlan, 65 tahun, yang rajin blusukan bersama-sama dengan Dian Kelana, si fotografer andal; dan kabarnya Bu Rokhmah yang sering bercerita tentang anaknya, Amri, adalah beberapa Kompasianer yang saya kenal cukup rajin menulis pada saat usia tidak muda lagi. Nah, sementara di usia yang sama, banyak dari mereka yang tidak bisa lagi berhitung, menulis, tidak mampu lagi berbicara di depan umum, dan bahkan tidak tahu lagi jalan pulang ke rumah.

Kemudian, tentu ada yang bertanya, "Mengapa sebagian mereka yang menua menjadi bodoh, otaknya tumpul, intelektualnya menurun, tetapi pada sebagian lain, ibaratkan tungku, lilin dia tetap menyala, tetap cemerlang?"

Jawabannya sebenarnya sangat sederhana, "Yang otaknya masih cemerlang, tetap menyala, itu karena mereka selalu menjaganya agar tetap sehat."
Lantas, "Bagaimana caranya agar otak kita, yang ada di antara dua telinga kita itu, walaupun usia terus beranjak tua, tapi masih dan selalu sehat, istilah kerennya healthy brain, dapat dipertahankan, atau tetap cemerlang?"

"Bagaimana kiatnya sehingga Einstein masih tetap cerdas sampai akhir hayatnya, Hamka masih dapat mengarang buku, menulis tafsir, dan hafal Al Quran di usia senjanya? Atau dengan kata lain, otaknya tetap sehat?" Tidak seperti kita yang semakin bodoh seiring bertambah lanjutnya usia kita?"

Menurut beberapa penelitian, otak kita itu seperti otot. Prinsip use it or you lose it, sebagaimana berlaku untuk otot kita, berlaku juga bagi otak kita. Seperti otot, seiring dengan bertambahnya usia, dada kita yang bidang sedikit demi sedikit akan berkurang, lengan yang berotot jadi mengecil, dan paha yang kokoh kuat menciut rapuh.

Apa sebabnya demikian?

Karena kita tidak lagi menggunakannya dengan baik. Otot-otot itu kita biarkan manja, menganggur. Kita lebih banyak duduk, santai di atas sofa, atau berbaring di tempat tidur. Karena itu, otot-otot kita semakin mengecil dengan bertambahnya usia kita.

Tetapi, penelitian menunjukkan, bila otot-otot itu tetap digunakan, Anda rajin melangkah, berlari, berenang, latihan peregangan, dan pembebanan, otot-otot Anda akan tetap tumbuh dan berkembang. Dan, itu semua tidak tergantung dengan umur Anda. Maka tidak perlu heran, ada pelari triatlon yang sudah menginjak usia di atas 70 tahun, dan dia tidak kalah dengan pelari yang jauh lebih muda. Pesenam Johanna Quaas masih melakukan senam akrobatiknya pada usia 86 tahun.

Otak kita juga begitu, bahkan lebih hebat lagi dibanding otot. Semakin sering Anda gunakan, akan semakin lama pula dia dengan baik menjadi teman Anda. Bila otot ada batas maksimalnya, dapat mengalami cedera bila digunakan berlebihan, otak tidak demikian. Hubungan sinapsis antara sel-sel otak tidak akan pernah terputus karena Anda belajar, menulis, membaca, dan sebagainya. Tidak ada orang kemudian menjadi bodoh karena rajin belajar. Bahkan, rangsangan-rangsangan yang selalu Anda berikan kepada otak Anda membuat otak itu tetap muda, cemerlang, dan sehat.

Jadi, agar Anda tidak semakin bodoh seiring dengan bertambahnya usia, maka tetaplah menggunakannya. Berikanlah rangsangan-rangsangan setiap hari agar hubungan-hubungan sinapsis sel saraf Anda tidak jadi mandek, tidak terputus, bahkan sebaliknya tumbuh hubungan-hubungan, sel-sel baru. Untuk mencapai itu, banyak hal yang dapat Anda lakukan, seperti belajar, membaca, menulis, menghafal, melakoni hobi-hobi baru, mencoba pekerjaan yang menantang, rekreasi, memperbanyak hubungan sosial, termasuk memperbanyak teman, olahraga teratur, dan memilih makanan yang sehat. Nah, itu semua pilihan Anda.

Editor :
Asep Candra

Rabu, 27 Februari 2013

WHO AM I? detail 2 characters

I'm  Fransiskus  Jelata

My character negative character (the weak)  is
  1. Postpone the work.
  2. Workacholic -  go back late to home, even (bahkan) can until at 20.00 pm whereas time work until 16.30
  3. Much eat (greedy eat: fresh / old food - okay). Greedy = rakus
  4. The classic clothing (like use the dress untul it  shabby (=lusuh)  /  too  frugal (terlalu hemat)
  5. willing to take care themselves  all 
  6. Inferior?
  7. Soo  silent ( in manggarainese is gemek)
  8. Not strictly (tidak tegas) - in class
  9. Mock (pura-pura)
  10. Choleric (mudah tersinggung)
  11. Calm / slow (drive motor cycle, handle the customer case - insurance).
  12. not accurate
  13. not care to clean of teeth (students seldom complain  because the mouth  odor -  bau)
  14. Not  agile (lincah) to drive motor cycle - turn to right. 4 times fall down  from motor cycle on April 30, 2012
  15. Nervous (if get big sound e.g.  sound of car from back that suddennly) 
  16. Pleonastic  (bertele - tele, melantur) / rambling  (bertele-tele) . make written  of report about CUWM
  17. Not clever to paint (draw) nicely
  18. Workacholic of watch soccer on television (can get up on 01.00 a.m.  to watch soccer)  and internet.
  19. Relaxed in beginning speeding in the end whereas  actual  speed in the  beginning, relaxed in the end.
  20. Like singing of song
  21.  Like repair (cloth) and colecting (document - paper / dress).
  22. Like succumbing (suka mengalah) /
  23. Like Finishing  (start to work / go back home / food / clean kitchen)
  24. Late to start, if  start take easy first than difficult so the fresh energy finish with easy no energy again to do that difficult, while if want to success take the difficult first than the easy work.
  25. Dependent to internet / be control  by internet .
  26. Quick emotion ( angry, hit / beat / knock = memukul .mengetuk) students).
  27. Quick believe issue / quick compassion  (not think deept about effect, just as borrow money - give to the other, but shame to ask  again. Enough much I lose money because it).
  28.  Underestimate the task that it is easy so postpone to do it. When  tired so start to do it, so can not maximum the result. This is my mental. Change please!
  29. Lazy to ask advise to  the  others (in  Manggarainese: Nggepukle  rud - 16 Jan. 2014)
  30.  

My positive work:
  1. Workharder
  2. Deligent read / work
  3. Calm
  4. Reflective
  5. Patient (sabar)
  6. Work all, not  select work.
  7. Humble (can hear) 
  8. Willing to help and sacrifice (berkorban)
  9. Like handwork (cook, wash, clean floor / kitchen). Like tidy up (kitchen) etc.

Selasa, 19 Februari 2013

5 Kebiasaan yang Bikin Anda Disukai

5 Kebiasaan yang Bikin Anda Disukai
Penulis : Felicitas Harmandini | Sabtu, 16 Februari 2013 | 22:12 WIB

Dibaca: 15355

|
Share:
Sentuhan bisa memberi makna yang kuat. Ketika Anda bersalaman dengan orang yang baru Anda kenal, jabat tangannya sementara tangan kiri Anda menepuk lengan atas atau pundaknya dengan cara yang kasual.
KOMPAS.com - Apa yang membuat kita bisa menyukai orang yang baru dikenal dengan cepat? Tentu bukan sekadar karena mengetahui bahwa ia punya jabatan penting, atau karena penampilannya yang menarik. Kita akan mudah menyukai orang yang ramah dan hangat, dan menyambut kita dengan penuh perhatian. Jadi, ketika Anda ingin memberi kesan yang baik, tirulah kebiasaan-kebiasaan orang yang mudah disukai orang lain.

Mereka tidak berlagak seperti orang penting
Mungkin Anda selalu diajarkan untuk menjabat tangan orang lain dengan tekanan kuat, berdiri dengan tegak, atau melangkah maju sambil tersenyum ketika menyambut seseorang yang baru dikenal. Tetapi, jangan sampai bahasa tubuh Anda berlebihan dan menunjukkan bahwa Anda lah orang penting dalam pertemuan tersebut.

Ketika Anda bertemu seseorang, bersikaplah rileks, melangkah maju, condongkan kepala ke arah mereka sambil tersenyum, dan tunjukkan bahwa Anda lah yang merasa terhormat karena berkenalan dengannya. Jangan lupa menjabat kembali tangannya ketika Anda berpisah, dan katakan bahwa Anda senang bisa bertemu dengannya. Kalau Anda menunjukkan rasa senang yang tulus karena bisa menemuinya, orang tersebut akan segera menyukai Anda.

Mereka menunjukkan kekuatan sentuhan
Sentuhan fisik, tentunya secara nonseksual, bisa memberi makna yang kuat. Sentuhan bisa memengaruhi perilaku, memicu kepatuhan orang lain pada Anda, dan membuat Anda terlihat lebih ramah. Ketika Anda bersalaman dengan orang yang baru Anda kenal, jabat tangannya sementara tangan kiri Anda menepuk lengan atas atau pundaknya dengan cara yang kasual. Atau, ketika Anda sedang berjalan bergegas di belakang orang dan ingin mendahuluinya, sentuh ringan pundaknya. Sentuhan Anda akan menurunkan jarak yang Anda rasakan antara Anda dan orang tersebut, dan itulah kunci dalam menyukai dan disukai orang lain.
Mereka ingin mengenal Anda lebih jauh
Ada perbedaan antara orang yang mau tahu urusan orang lain, dan yang ingin mengenal orang tersebut lebih jauh. Orang yang disukai orang lain adalah tipe yang kedua. Mereka selalu menganggap bahwa setiap orang punya keunikan, dan itulah yang ingin diketahuinya.

Cobalah untuk bersikap terbuka pada orang yang baru Anda kenal. Berikan pertanyaan-pertanyaan standar, lalu biarkan ia menjawab dengan memberi penjelasan yang lebih dalam. Ketika Anda mengetahui sesuatu tentang orang ini, tanyalah bagaimana ia melakukannya, mengapa ia melakukannya, apa yang disukainya tentang hal itu, atau di mana ia memelajarinya.
Kadang-kadang, kebaikan atau prestasi seseorang tidak pernah terungkap karena orang tersebut tidak punya kesempatan untuk menunjukkannya. Atau, tidak ada orang yang bertanya. Pertanyaan Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai dirinya. Dan ketika Anda membantu orang lain merasa hebat dengan dirinya, mereka akan menyukai Anda.

Mereka mengatakan sesuatu dengan tulus
Meskipun Anda merasa sebagai orang yang hebat, pasti ada orang lain yang lebih hebat daripada Anda. Maka, berikan pujian untuk orang ini, tunjukkan bahwa Anda terkesan dengan kemampuannya, dan akui kelemahan atau kegagalan Anda. Tentu saja, Anda tidak perlu membongkar semua rahasia Anda.

Ketika seorang teman mengatakan, "Kami baru membeli rumah yang lebih besar", katakan, "Wah, hebat. Aku jadi iri, nih. Kami sebenarnya sudah ingin melakukannya sejak beberapa tahun lalu, tapi uangnya belum ada. Bagaimana sih, kamu melakukannya?"

Tak usah takut menunjukkan sisi diri Anda yang lemah. Sesaat, orang mungkin akan terkesan oleh sikap Anda yang dibuat-buat. Namun, orang tentu lebih menyukai sikap yang tulus. Jadilah diri Anda apa adanya, karena tak ada orang yang suka dengan sikap yang penuh kepura-puraan.

Mereka melakukan sesuatu tanpa pamrih
Anda mungkin mengenal seseorang yang tidak begitu dekat, dan Anda kurang menyukainya karena gayanya yang kerap meremehkan orang lain. Sehari-hari, ia tak pernah melirik Anda. Baru ketika ada maunya, ia menegur Anda dengan gaya seolah-olah Anda sudah dikenalnya selama 100 tahun. Tentu Anda akan berpikir, hm... kita lihat saja, setelah ini apakah ia akan bersikap ramah pada Anda. Jika tidak, Anda tidak akan meladeninya lagi.
Orang tulus dalam membantu biasanya tak akan memikirkan apa yang akan didapatnya dari orang yang sudah dibantunya. Sebab, ia membantu karena memang bisa membantu, bukan karena mengharapkan imbalan atau perubahan sikap dari orang yang dibantu. Biarkan saja jika orang ini akan kembali berpura-pura tidak mengenal Anda. Anda melakukannya karena Anda mau, dan mampu kan?



Sumber: Inc.com
Editor :
Dini







Ada

6 Cara Sikapi Evaluasi Kerja yang Buruk

6 Cara Sikapi Evaluasi Kerja yang Buruk
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 19 Februari 2013 | 11:35 WIB

Dibaca: 875

|
Share:
sekalipun hasilnya kurang memuaskan, ada baiknya untuk selalu mengucapkan terima kasih atas waktu dan masukan dari bos Anda.
KOMPAS.com - Dalam hitungan beberapa bulan atau tahun sekali, kinerja Anda di kantor akan dievaluasi oleh atasan. Tak jarang hasil evaluasi ini tak sesuai dengan harapan Anda. Evaluasi dan penilaian buruk dari atasan terhadap kinerja ini biasanya akan membuat Anda down atau malah menyerah. Padahal seharusnya evaluasi ini menjadi motivasi bagi Anda untuk bekerja lebih baik lagi. Tetapi bagaimana cara mengatasi perasaan down setelah evaluasi kerja yang tak memuaskan?

1. Tarik nafas dalam-dalam
Penilaian buruk terhadap kinerja pasti akan membuat Anda sedih. Akibatnya, Anda jadi ingin menangis atau justru menyerang balik atasan. Kendalikan perasaan dan profesionalitas Anda, paling tidak sampai evaluasi berakhir dan sudah di luar kantor. Tarik nafas dalam-dalam agar lebih tenang dan bisa mengendalikan emosi.

Anda bisa saja membiarkan atasan tahu tentang perasaan terkejut atau kecewa, tapi jangan biarkan ia tahu bahwa Anda merasa emosional atau defensif terhadap mereka. "Cobalah posisikan diri Anda sebagai bos yang ingin memacu karyawannya untuk lebih hebat bekerja. Karena sebenarnya, tujuan utama dari evaluasi ini bukan untuk membuat Anda merasa nyaman, melainkan untuk membuat Anda lebih baik dalam bekerja," ungkap Jodi Glickman, penulis buku Great on the Job: What to Say, How to Say It. The Secrects of Getting Ahead.

2. Tanyakan kemajuan yang diinginkan secara spesifik
Untuk meningkatkan kembali kinerja, tak salah jika Anda meminta saran kepada mereka. Daripada bertanya tentang apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja, Glickman menyarankan untuk bertanya tentang kemajuan seperti apa yang diinginkan kantor Anda dengan lebih spesifik.

Misalnya, "Kemajuan seperti apa yang diinginkan kantor kepada saya?", "Tantangan seperti apa yang akan diberikan kantor untuk saya, agar saya bisa membuktikan bahwa saya mampu?" atau "Menurut Anda siapa orang yang bisa melakukan pekerjaan ini dengan sangat baik? Mungkin saya bisa bertanya, sharing, dan mencontoh kinerjanya agar bisa lebih baik."

3. Dengarkan perasaan, bukan hanya kata-kata
Jangan buru-buru menilai atasan Anda kejam atau tak menyukai Anda. Bisa jadi, penilaian ini diberikan untuk membuat Anda lebih hebat lagi. Bedakan saja dari nada suaranya. "Jangan hanya mengenali seseorang dari kata-kata yang diucapkannya, tapi cobalah lebih peka pada nada suaranya. Karena setiap orang ingin didengar dan dipahami bukan hanya secara logis tapi juga secara emosional," ungkap Rick Kirschner, penulis buku How to Click with People: The Secret to Better Relationships in Business and in Life.
Biasanya ada nada kecewa dan sedih saat ia menilai buruk pekerjaan Anda, namun di sisi lain ada nada penuh harap yang menggambarkan bahwa ia berharap banyak dan yakin pada kemampuan Anda dalam bekerja.

4. Ucapkan terima kasih

Sekalipun Anda tak setuju dengan penilaiannya, tak ada salahnya untuk mengucapkan terima kasih. "Ucapkan terima kasih karena ia sudah bersedia duduk bersama dengan Anda dan mengungkapkan pemikirannya," jelas Glickman. Ucapan terima kasih ini menunjukkan Anda memiliki hati yang lapang dan bisa menerima kritik dari orang lain. Selain itu, ini juga menjadi salah satu bentuk profesionalitas Anda dalam bekerja.

5. Katalis perubahan positif

Meski agak sulit untuk menerimanya, namun cobalah ambil sisi positif dari setiap kejadian. Tali Sharot dalam bukunya yang berjudul The Bias Optimisme: A Tour of the Irrationally Positive Brain, mengungkapkan bahwa persepsi Anda tentang segala sesuatu yang buruk akan membawa Anda kepada hal-hal buruk. Misalnya, saat Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu mengerjakan tugas, maka Anda akan benar-benar tidak bisa melakukannya.

"Prediksi tentang suatu hal tidak hanya mengubah persepsi kita tapi juga akan memodifikasi tindakan yang dilakukan," tulisnya. Sebaliknya, jika berpikir lebih positif, dan berpikir bahwa penilaian itu sebagai sebuah katalis untuk perubahan positif dalam karier, hasilnya Anda bisa bekerja lebih baik dan positif.

6. Buat target baru

Roy F. Baumeister dan John Tierney, penulis buku Willpower: Rediscovering the Greatest Human Strength mengungkapkan bahwa kunci utama kekuatan manusia terletak pada kemampuannya dalam menentukan tujuan jangka panjang. "Target jangka panjang dalam karier akan membantu Anda untuk bertahan. Tentukan target dalam karier Anda kemudian rencanakan bagaimana cara untuk meraihnya," saran Baumeister.
Tinggalkan fleksibilitas Anda (karena Anda harus bekerja sesuai rencana dan fokus) dan antisipasi semua kemungkinan terjadinya hambatan dan kemunduran. Baumeister menginstilahkan kemauan itu seperti otot tubuh; semakin sering Anda menggunakannya, maka semakin kuat juga otot Anda.


Sumber: Readers Digest
Editor :
Dini

Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.
Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silakan atau register untuk kirim komentar Anda
<a href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=14315__zoneid=275__cb=4ef4c32eb9__oadest=http%3A%2F%2Fads6.kompasads.com%2Fnew%2Fwww%2Fdelivery%2Fck.php%3Fn%3Da55df04a%26amp%3Bcb%3DINSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?bannerid=14301&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a55df04a' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=ac29930e&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=277&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ac29930e' border='0' alt='' /></a>