Rabu, 27 Februari 2013

WHO AM I? detail 2 characters

I'm  Fransiskus  Jelata

My character negative character (the weak)  is
  1. Postpone the work.
  2. Workacholic -  go back late to home, even (bahkan) can until at 20.00 pm whereas time work until 16.30
  3. Much eat (greedy eat: fresh / old food - okay). Greedy = rakus
  4. The classic clothing (like use the dress untul it  shabby (=lusuh)  /  too  frugal (terlalu hemat)
  5. willing to take care themselves  all 
  6. Inferior?
  7. Soo  silent ( in manggarainese is gemek)
  8. Not strictly (tidak tegas) - in class
  9. Mock (pura-pura)
  10. Choleric (mudah tersinggung)
  11. Calm / slow (drive motor cycle, handle the customer case - insurance).
  12. not accurate
  13. not care to clean of teeth (students seldom complain  because the mouth  odor -  bau)
  14. Not  agile (lincah) to drive motor cycle - turn to right. 4 times fall down  from motor cycle on April 30, 2012
  15. Nervous (if get big sound e.g.  sound of car from back that suddennly) 
  16. Pleonastic  (bertele - tele, melantur) / rambling  (bertele-tele) . make written  of report about CUWM
  17. Not clever to paint (draw) nicely
  18. Workacholic of watch soccer on television (can get up on 01.00 a.m.  to watch soccer)  and internet.
  19. Relaxed in beginning speeding in the end whereas  actual  speed in the  beginning, relaxed in the end.
  20. Like singing of song
  21.  Like repair (cloth) and colecting (document - paper / dress).
  22. Like succumbing (suka mengalah) /
  23. Like Finishing  (start to work / go back home / food / clean kitchen)
  24. Late to start, if  start take easy first than difficult so the fresh energy finish with easy no energy again to do that difficult, while if want to success take the difficult first than the easy work.
  25. Dependent to internet / be control  by internet .
  26. Quick emotion ( angry, hit / beat / knock = memukul .mengetuk) students).
  27. Quick believe issue / quick compassion  (not think deept about effect, just as borrow money - give to the other, but shame to ask  again. Enough much I lose money because it).
  28.  Underestimate the task that it is easy so postpone to do it. When  tired so start to do it, so can not maximum the result. This is my mental. Change please!
  29. Lazy to ask advise to  the  others (in  Manggarainese: Nggepukle  rud - 16 Jan. 2014)
  30.  

My positive work:
  1. Workharder
  2. Deligent read / work
  3. Calm
  4. Reflective
  5. Patient (sabar)
  6. Work all, not  select work.
  7. Humble (can hear) 
  8. Willing to help and sacrifice (berkorban)
  9. Like handwork (cook, wash, clean floor / kitchen). Like tidy up (kitchen) etc.

Selasa, 19 Februari 2013

5 Kebiasaan yang Bikin Anda Disukai

5 Kebiasaan yang Bikin Anda Disukai
Penulis : Felicitas Harmandini | Sabtu, 16 Februari 2013 | 22:12 WIB

Dibaca: 15355

|
Share:
Sentuhan bisa memberi makna yang kuat. Ketika Anda bersalaman dengan orang yang baru Anda kenal, jabat tangannya sementara tangan kiri Anda menepuk lengan atas atau pundaknya dengan cara yang kasual.
KOMPAS.com - Apa yang membuat kita bisa menyukai orang yang baru dikenal dengan cepat? Tentu bukan sekadar karena mengetahui bahwa ia punya jabatan penting, atau karena penampilannya yang menarik. Kita akan mudah menyukai orang yang ramah dan hangat, dan menyambut kita dengan penuh perhatian. Jadi, ketika Anda ingin memberi kesan yang baik, tirulah kebiasaan-kebiasaan orang yang mudah disukai orang lain.

Mereka tidak berlagak seperti orang penting
Mungkin Anda selalu diajarkan untuk menjabat tangan orang lain dengan tekanan kuat, berdiri dengan tegak, atau melangkah maju sambil tersenyum ketika menyambut seseorang yang baru dikenal. Tetapi, jangan sampai bahasa tubuh Anda berlebihan dan menunjukkan bahwa Anda lah orang penting dalam pertemuan tersebut.

Ketika Anda bertemu seseorang, bersikaplah rileks, melangkah maju, condongkan kepala ke arah mereka sambil tersenyum, dan tunjukkan bahwa Anda lah yang merasa terhormat karena berkenalan dengannya. Jangan lupa menjabat kembali tangannya ketika Anda berpisah, dan katakan bahwa Anda senang bisa bertemu dengannya. Kalau Anda menunjukkan rasa senang yang tulus karena bisa menemuinya, orang tersebut akan segera menyukai Anda.

Mereka menunjukkan kekuatan sentuhan
Sentuhan fisik, tentunya secara nonseksual, bisa memberi makna yang kuat. Sentuhan bisa memengaruhi perilaku, memicu kepatuhan orang lain pada Anda, dan membuat Anda terlihat lebih ramah. Ketika Anda bersalaman dengan orang yang baru Anda kenal, jabat tangannya sementara tangan kiri Anda menepuk lengan atas atau pundaknya dengan cara yang kasual. Atau, ketika Anda sedang berjalan bergegas di belakang orang dan ingin mendahuluinya, sentuh ringan pundaknya. Sentuhan Anda akan menurunkan jarak yang Anda rasakan antara Anda dan orang tersebut, dan itulah kunci dalam menyukai dan disukai orang lain.
Mereka ingin mengenal Anda lebih jauh
Ada perbedaan antara orang yang mau tahu urusan orang lain, dan yang ingin mengenal orang tersebut lebih jauh. Orang yang disukai orang lain adalah tipe yang kedua. Mereka selalu menganggap bahwa setiap orang punya keunikan, dan itulah yang ingin diketahuinya.

Cobalah untuk bersikap terbuka pada orang yang baru Anda kenal. Berikan pertanyaan-pertanyaan standar, lalu biarkan ia menjawab dengan memberi penjelasan yang lebih dalam. Ketika Anda mengetahui sesuatu tentang orang ini, tanyalah bagaimana ia melakukannya, mengapa ia melakukannya, apa yang disukainya tentang hal itu, atau di mana ia memelajarinya.
Kadang-kadang, kebaikan atau prestasi seseorang tidak pernah terungkap karena orang tersebut tidak punya kesempatan untuk menunjukkannya. Atau, tidak ada orang yang bertanya. Pertanyaan Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai dirinya. Dan ketika Anda membantu orang lain merasa hebat dengan dirinya, mereka akan menyukai Anda.

Mereka mengatakan sesuatu dengan tulus
Meskipun Anda merasa sebagai orang yang hebat, pasti ada orang lain yang lebih hebat daripada Anda. Maka, berikan pujian untuk orang ini, tunjukkan bahwa Anda terkesan dengan kemampuannya, dan akui kelemahan atau kegagalan Anda. Tentu saja, Anda tidak perlu membongkar semua rahasia Anda.

Ketika seorang teman mengatakan, "Kami baru membeli rumah yang lebih besar", katakan, "Wah, hebat. Aku jadi iri, nih. Kami sebenarnya sudah ingin melakukannya sejak beberapa tahun lalu, tapi uangnya belum ada. Bagaimana sih, kamu melakukannya?"

Tak usah takut menunjukkan sisi diri Anda yang lemah. Sesaat, orang mungkin akan terkesan oleh sikap Anda yang dibuat-buat. Namun, orang tentu lebih menyukai sikap yang tulus. Jadilah diri Anda apa adanya, karena tak ada orang yang suka dengan sikap yang penuh kepura-puraan.

Mereka melakukan sesuatu tanpa pamrih
Anda mungkin mengenal seseorang yang tidak begitu dekat, dan Anda kurang menyukainya karena gayanya yang kerap meremehkan orang lain. Sehari-hari, ia tak pernah melirik Anda. Baru ketika ada maunya, ia menegur Anda dengan gaya seolah-olah Anda sudah dikenalnya selama 100 tahun. Tentu Anda akan berpikir, hm... kita lihat saja, setelah ini apakah ia akan bersikap ramah pada Anda. Jika tidak, Anda tidak akan meladeninya lagi.
Orang tulus dalam membantu biasanya tak akan memikirkan apa yang akan didapatnya dari orang yang sudah dibantunya. Sebab, ia membantu karena memang bisa membantu, bukan karena mengharapkan imbalan atau perubahan sikap dari orang yang dibantu. Biarkan saja jika orang ini akan kembali berpura-pura tidak mengenal Anda. Anda melakukannya karena Anda mau, dan mampu kan?



Sumber: Inc.com
Editor :
Dini







Ada

6 Cara Sikapi Evaluasi Kerja yang Buruk

6 Cara Sikapi Evaluasi Kerja yang Buruk
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 19 Februari 2013 | 11:35 WIB

Dibaca: 875

|
Share:
sekalipun hasilnya kurang memuaskan, ada baiknya untuk selalu mengucapkan terima kasih atas waktu dan masukan dari bos Anda.
KOMPAS.com - Dalam hitungan beberapa bulan atau tahun sekali, kinerja Anda di kantor akan dievaluasi oleh atasan. Tak jarang hasil evaluasi ini tak sesuai dengan harapan Anda. Evaluasi dan penilaian buruk dari atasan terhadap kinerja ini biasanya akan membuat Anda down atau malah menyerah. Padahal seharusnya evaluasi ini menjadi motivasi bagi Anda untuk bekerja lebih baik lagi. Tetapi bagaimana cara mengatasi perasaan down setelah evaluasi kerja yang tak memuaskan?

1. Tarik nafas dalam-dalam
Penilaian buruk terhadap kinerja pasti akan membuat Anda sedih. Akibatnya, Anda jadi ingin menangis atau justru menyerang balik atasan. Kendalikan perasaan dan profesionalitas Anda, paling tidak sampai evaluasi berakhir dan sudah di luar kantor. Tarik nafas dalam-dalam agar lebih tenang dan bisa mengendalikan emosi.

Anda bisa saja membiarkan atasan tahu tentang perasaan terkejut atau kecewa, tapi jangan biarkan ia tahu bahwa Anda merasa emosional atau defensif terhadap mereka. "Cobalah posisikan diri Anda sebagai bos yang ingin memacu karyawannya untuk lebih hebat bekerja. Karena sebenarnya, tujuan utama dari evaluasi ini bukan untuk membuat Anda merasa nyaman, melainkan untuk membuat Anda lebih baik dalam bekerja," ungkap Jodi Glickman, penulis buku Great on the Job: What to Say, How to Say It. The Secrects of Getting Ahead.

2. Tanyakan kemajuan yang diinginkan secara spesifik
Untuk meningkatkan kembali kinerja, tak salah jika Anda meminta saran kepada mereka. Daripada bertanya tentang apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja, Glickman menyarankan untuk bertanya tentang kemajuan seperti apa yang diinginkan kantor Anda dengan lebih spesifik.

Misalnya, "Kemajuan seperti apa yang diinginkan kantor kepada saya?", "Tantangan seperti apa yang akan diberikan kantor untuk saya, agar saya bisa membuktikan bahwa saya mampu?" atau "Menurut Anda siapa orang yang bisa melakukan pekerjaan ini dengan sangat baik? Mungkin saya bisa bertanya, sharing, dan mencontoh kinerjanya agar bisa lebih baik."

3. Dengarkan perasaan, bukan hanya kata-kata
Jangan buru-buru menilai atasan Anda kejam atau tak menyukai Anda. Bisa jadi, penilaian ini diberikan untuk membuat Anda lebih hebat lagi. Bedakan saja dari nada suaranya. "Jangan hanya mengenali seseorang dari kata-kata yang diucapkannya, tapi cobalah lebih peka pada nada suaranya. Karena setiap orang ingin didengar dan dipahami bukan hanya secara logis tapi juga secara emosional," ungkap Rick Kirschner, penulis buku How to Click with People: The Secret to Better Relationships in Business and in Life.
Biasanya ada nada kecewa dan sedih saat ia menilai buruk pekerjaan Anda, namun di sisi lain ada nada penuh harap yang menggambarkan bahwa ia berharap banyak dan yakin pada kemampuan Anda dalam bekerja.

4. Ucapkan terima kasih

Sekalipun Anda tak setuju dengan penilaiannya, tak ada salahnya untuk mengucapkan terima kasih. "Ucapkan terima kasih karena ia sudah bersedia duduk bersama dengan Anda dan mengungkapkan pemikirannya," jelas Glickman. Ucapan terima kasih ini menunjukkan Anda memiliki hati yang lapang dan bisa menerima kritik dari orang lain. Selain itu, ini juga menjadi salah satu bentuk profesionalitas Anda dalam bekerja.

5. Katalis perubahan positif

Meski agak sulit untuk menerimanya, namun cobalah ambil sisi positif dari setiap kejadian. Tali Sharot dalam bukunya yang berjudul The Bias Optimisme: A Tour of the Irrationally Positive Brain, mengungkapkan bahwa persepsi Anda tentang segala sesuatu yang buruk akan membawa Anda kepada hal-hal buruk. Misalnya, saat Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu mengerjakan tugas, maka Anda akan benar-benar tidak bisa melakukannya.

"Prediksi tentang suatu hal tidak hanya mengubah persepsi kita tapi juga akan memodifikasi tindakan yang dilakukan," tulisnya. Sebaliknya, jika berpikir lebih positif, dan berpikir bahwa penilaian itu sebagai sebuah katalis untuk perubahan positif dalam karier, hasilnya Anda bisa bekerja lebih baik dan positif.

6. Buat target baru

Roy F. Baumeister dan John Tierney, penulis buku Willpower: Rediscovering the Greatest Human Strength mengungkapkan bahwa kunci utama kekuatan manusia terletak pada kemampuannya dalam menentukan tujuan jangka panjang. "Target jangka panjang dalam karier akan membantu Anda untuk bertahan. Tentukan target dalam karier Anda kemudian rencanakan bagaimana cara untuk meraihnya," saran Baumeister.
Tinggalkan fleksibilitas Anda (karena Anda harus bekerja sesuai rencana dan fokus) dan antisipasi semua kemungkinan terjadinya hambatan dan kemunduran. Baumeister menginstilahkan kemauan itu seperti otot tubuh; semakin sering Anda menggunakannya, maka semakin kuat juga otot Anda.


Sumber: Readers Digest
Editor :
Dini

Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.
Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silakan atau register untuk kirim komentar Anda
<a href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=14315__zoneid=275__cb=4ef4c32eb9__oadest=http%3A%2F%2Fads6.kompasads.com%2Fnew%2Fwww%2Fdelivery%2Fck.php%3Fn%3Da55df04a%26amp%3Bcb%3DINSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?bannerid=14301&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a55df04a' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=ac29930e&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=277&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ac29930e' border='0' alt='' /></a>





Kenapa Ada Orang yang Selalu Terlambat?

Kenapa Ada Orang yang Selalu Terlambat?
Penulis : Felicitas Harmandini | Selasa, 19 Februari 2013 | 14:16 WIB

Dibaca: 1978

|
Share:
Orang yang selalu datang terlambat cenderung selalu menunda-nunda, dan punya masalah kontrol diri.
KOMPAS.com - Ada orang yang selalu datang terlambat, entah ke kantor, ke sekolah, ke tempat ibadah, atau ke janji pertemuan. Apa yang menyebabkannya? Apakah orang seperti ini manajemen waktunya benar-benar berantakan?

"Kebanyakan orang sebenarnya benci karena selalu terlambat, dan sudah sering mencoba memperbaikinya. Hal ini sering salah dipahami oleh orang yang selalu tepat waktu. Mereka selalu mengira (orang yang selalu terlambat) tidak punya kontrol diri, egois, atau sembarangan. Namun ini merupakan masalah yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat," papar konsultan manajemen Diana DeLonzor, yang juga penulis buku Never Be Late Again.
DeLonzor bersama timnya dari San Francisco State University pernah menggelar studi terhadap 225 orang, di mana 17 persennya mengalami masalah terlambat yang kronis.Namun, DeLonzor melihat pola yang jelas di antara orang-orang tersebut.
Orang yang selalu datang terlambat cenderung selalu menunda-nunda, dan punya masalah kontrol diri (cenderung punya masalah seperti makan berlebihan, kecanduan alkohol, berjudi, dan belanja secara impulsif). Mereka juga menunjukkan kesenangan mencari sensasi, dan gejala-gejala ADD (Attention Deficit Disorder) seperti sulit berfokus dan menaruh perhatian.
"Orang-orang yang terlambat secara kronis sering bergulat dengan kegelisahan, gangguan, perasaan yang saling bertentangan, atau kondisi psikologis dalam diri lainnya," ujar Pauline Wallin, PhD, psikolog di Camp Hill, Pennsylvania.

Dalam studi mengenai keterlambatan di dunia kerja, terungkap adanya beberapa karakteristik kepribadian yang berperan dalam keterlambatan itu. Karakteristik ini membuat kebiasaan terlambat semakin sulit didobrak. Menurut DeLonzor, sebenarnya ada tujuh tipe orang yang selalu terlambat, namun kebanyakan bisa dibagi ke dalam tiga kategori:

The Deadliner. Orang ini terbiasa menunda apa yang harus dilakukan hingga menit terakhir, dan setelah itu terburu-buru menyelesaikannya. Ia akan mengatakan, mampu bekerja lebih baik bila berada di bawah tekanan. Hal ini menyebabkannya sulit memotivasi diri, kecuali ada krisis yang mendesaknya untuk segera bertindak. Baginya, bergegas-gegas memberinya cara untuk melepaskan kebosanan.
The Producer. Ia butuh menuntaskan pekerjaan secepat mungkin. Ia akan merasa puas dengan dirinya ketika berhasil menyelesaikan seluruh daftar to-do-list-nya. Secara konsisten ia akan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugasnya. Karena tak suka membuang-buang waktu, mereka menjadwal diri mereka untuk memanfaatkan setiap menit yang dimiliki. Tetapi karena itu, ia jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan semuanya beres.

The Absent-Minded Professor adalah orang yang mudah sekali teralihkan perhatiannya. Mereka sering tidak ingat waktu, salah menaruh kunci mobil dari tempat biasanya, atau lupa dengan janji yang dibuatnya.

Kebanyakan orang memiliki lebih dari satu tipe kepribadian keterlambatan ini. Empat kepribadian lainnya adalah The Rationalizer (tidak pernah mengakui keterlambatannya, dan tipe ini umumnya dimiliki orang yang suka terlambat), The Indulger (secara umum kurang memiliki kontrol diri), The Evader (yang mencoba mengontrol perasaan gelisah atau keyakinan diri yang rendah dengan datang terlambat), dan The Rebel (sengaja datang terlambat untuk menunjukkan kekuasaan).



Sumber: YouBeauty
Editor :
Dini








Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.
Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silakan atau register untuk kirim komentar Anda
<a href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=14315__zoneid=275__cb=8e343251e8__oadest=http%3A%2F%2Fads6.kompasads.com%2Fnew%2Fwww%2Fdelivery%2Fck.php%3Fn%3Da55df04a%26amp%3Bcb%3DINSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?bannerid=14301&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a55df04a' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=ac29930e&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=277&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ac29930e' border='0' alt='' /></a>




WHO AM I? - combine 2 characters

I'm Fransiskus Jelata. I diligent. But I'm so slow too. This is detail about me:
  1. Slow
  2. not accurate
  3. often late
  4. so save
  5. diligent to make reflection
  6. often forget
  7. inferior? - insurance Prudential staff
  8. cancel work
  9. patient
  10. work hard have skill: to cook, 
  11. confidence
  12. Like watch soccer on television 
  13. Often say "yes" when teaach of student (I'm not know it. Student p5 - George (?) give me this  information.