Selasa, 26 Mei 2015

PRT yang Jadi Wisudawati Terbaik


News / Regional

PRT yang Jadi Wisudawati Terbaik Mengaku Terinspirasi Presiden Jokowi

Rabu, 27 Mei 2015 | 04:49 WIB 
 http://regional.kompas.com/read/2015/05/27/04490041/PRT.yang.Jadi.Wisudawati.Terbaik.Mengaku.Terinspirasi.Presiden.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
Dokumen Pribadi Darwanti Darwati (23) (kanan), foto bersama keluarganya di sela prosesi wisuda. Darwati yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga itu berhasil menyabet lulusan terbaik, dengan IPK 3,68.

SEMARANG, KOMPAS.com — Kesuksesan Presiden Joko Widodo menjadi orang nomor satu di Indonesia ternyata menginspirasi Darwati (23), seorang pembantu rumah tangga (PRT), untuk terus belajar di bangku akademik.
Darwati memang saat ini masih bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Namun, ia sukses mengakhiri proses belajarnya dalam program strata satu di Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang.
Menurut Darwati, Presiden Jokowi dianggap sebagai sosok inspirator yang pantang menyerah. Meski berasal golongan rakyat biasa, Jokowi ternyata mampu menjadi pemimpin Indonesia. Semangat itu pun tertanam kuat dalam dirinya.
“Saya sangat terinspirasi dengan Pak Jokowi. Beliau pantang menyerah hingga cita-citanya menjadi presiden terkabulkan. Saya ingin sekali bisa bertemu dengan Bapak Presiden,” ujar Darwati, Selasa (26/5/2015).
Darwati sendiri sukses menjadi salah satu wisudawati terbaik di jurusan administrasi niaga. Indeks Prestasi Komulatif-nya mencapai 3,68, hingga dia meraih predikat cum laude. Kesuksesan itu juga mengantarkannya mendapat tawaran beasiswa strata dua (S-2) dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir.
Dara asli Kabupaten Blora itu ditawari untuk memilih salah satu program studi di Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang. Hanya saja, ia diminta untuk mendaftar secara normal layaknya calon mahasiswa biasa. Namun, ketika sudah masuk, segala pembiayaan akan ditanggung melalui beasiswa.
Tawaran tersebut langsung ditanggapi Darwati. Tak ingin membuang kesempatan, dia menerima tawaran sang menteri, hingga akan berupaya mendaftarkan diri di program studi pilihannya tersebut. Di balik kesuksesannya itu, dia tetap ingin bisa mendapat pekerjaan yang layak hingga mengangkat derajat orangtuanya.
“Saya pengin banget bisa angkat derajatnya orangtua. Bisa mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga bisa membantu keluarga,” tuturnya.
Untuk kuliah lanjutan ini, ia akan meminta izin dari orangtua dan majikannya untuk ikut mendaftar di program Pascasarjana Undip Semarang. Namun, sembari menunggu proses tersebut, ia mengaku masih bekerja sehari-hari sebagai pembantu rumah tangga.


Penulis: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Editor : Bayu Galih

Senin, 04 Mei 2015

5 Keyakinan Untuk Kaya


Ingin Kaya? Terapkan 5 Keyakinan Ini Dalam Diri Anda




Tung Desem Waringin - detikfinance
Selasa, 05/05/2015 06:33 WIB
Ingin Kaya? Terapkan 5 Keyakinan Ini Dalam Diri Anda
Jakarta -Rata-rata orang miskin sering berkata 'Cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan'. Sangat berbeda dengan apa yang dikatakan orang kaya, bahwa 'Kekurangan uang adalah akar dari segala kejahatan'. Otak manusia secara mendasar hanya mencari kenikmatan dan menghindari hisup sengsara.

Apabila sesuatu hal yang kamu miliki dikaitkan dengan kesengsaraan, maka kita akan dijauhi. Sebaliknya, jika hal yang kamu miliki dikaitkan dengan kenikmatan, maka kamu akan didekati. Tapi apabila dua hal itu menjadi satu, maka otak kita akan bingung dan menjadi netral.

Kita bisa mengambil contoh dari besi dan magnet, keyakinan bercampur menjadi satu kutub positif dan kutub negatifnya akan menjadi besi. Artinya, saat keduanya digabungkan, maka dua kutub yang terdapat pada magnet akan hilang. Pada kenyataannya, banyak orang tidak pernah menyusun keyakinannya secara sadar dari lahir sampai mati.

Dan bila kita tidak menyusun sendiri secara sadar keyakinan yang kita perlukan untuk menjadi kaya, sehingga membuat kita tanpa sadar terjajah oleh kata-kata 'Uang adalah akar dari segala kejahatan', maka tanpa sadar pula kita tidak ingin menjadi kaya, karena kita tidak ingin menjadi jahat.

Mari kita susun ulang lagi keyakinan kita tentang uang atau pun tentang kaya. Kita harus bulat, bahwa kaya dan banyak uang baik adanya. Inilah lima keyakinan yang bisa membuat kamu menjadi kaya:

  • Uang banyak bisa menolong orang yang hampir mati. Karena dengan kamu banyak uang, kamu bisa membantu orang-orang yang sedang kesusahan. Bahkan orang-orang yang sedang sakit dan tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit
  • Betul, uang memang tidak dibawa mati, makanya jauh lebih baik meninggalkan warisan daripada tidak meninggalkan apa-apa. Saat kamu mati, kamu pasti tidak akan membawa uang sepeser pun, tapi apa kamu mau meninggalkan orang-orang yang kamu sayangi dengan keadaan kesusahan?
  • Betul, uang tidak bisa membeli cinta, apalagi tidak punya uang sama sekali. Uang tidak bisa membeli cinta, tapi uang bisa membuat orang kamu cintai bahagia, dengan memberikan apa yang mereka inginkan.
  • Betul, uang tidak dapat menyelesaikan. Tapi dengan uang yang banyak, bisa menyelesaikan masalah dengan gaya yang tersendiri
  • Kurang uang adalah membuat orang rebutan warisan
Itulah lima keyakinan yang bisa kamu tanam di dalam pikiran kamu, untuk mengubah mindset kamu, bahwa kaya itu baik, dan kamu harus bisa mencapai kekayaan itu. Agar bisa mengubah masa depan kamu dan keluarga kamu.

Simak artikel bisnis bermanfaat lainnya.