Sabtu, 09 September 2017


Ingin Bahagia Setiap Hari? Coba 4 Cara Ini

 http://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/08/080000620/ingin-bahagia-setiap-hari-coba-4-cara-ini
 
Ayunda Pininta
Kompas.com - 08/09/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi(Pexels)
KOMPAS.com - Banyak orang yang mencoba melakukan segala cara untuk mencapai kebahagiaan. Padahal, seperti yang dikatakan Aristoteles, 'Kebahagiaan adalah sebuah aktivitas'. Jadi, tidak perlu menunggu sampai Anda punya rumah atau mobil mewah untuk merasa bahagia.
"Ada banyak hal dalam hidup yang mungkin menimpa kita, tapi masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan, dan menjadi bahagia adalah salah satunya," kata Jason Wheeler, PhD, seorang psikoanalis di New York City.
Wheeler dan dua orang terapis mencoba berbagi strategi untuk membantu kita tetap positif, bahkan selama masa stres. Di sini, ada empat langkah untuk menjadikan rasa bahagia hadir di kehidupan kita setiap hari.
Tuliskan rasa syukur
Tak hanya di dalam hati, studi menunjukkan bahwa mengungkapkan rasa syukur secara tulisan bisa berujung pada manfaat kesehatan, seperti tidur lebih nyenyak dan menurunkan risiko depresi.
"Jika saya merasa down atau cemas, saya akan menulis daftar hal-hal yang bisa saya syukuri hari ini dan mengucapkan rasa syukur atas hal-hal itu," kata terapis Kasi Howard, PsyD, "Cara ini mampu mereset pola pikir saya dan berhenti merenungkan hal-hal yang membuat stres. Cara ini juga hebat dalam meningkatkan mood. "
Siap mencobanya sendiri? Howard memberi tantangan kepada Anda untuk membuat daftar tentang hal-hal yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan bersyukur selama 21 hari.
Berlari
“Olahraga lari adalah sumber kewarasan bagi saya," kata Howard. "Bukan sekadar penurun stres, lari juga memberikan saya kesempatan untuk menemukan ide-ide baru."
Ada alasan ilmiah mengapa Howard merasa sangat bahagia usai sesi berlari yang berkeringat. Olahraga menyebabkan lonjakan adrenalin di seluruh tubuh, yang diikuti oleh pelepasan endorphin yang meningkatkan mood.
Bahkan olahraga yang relatif sederhana juga bisa membuat perbedaan. Satu studi baru-baru ini menemukan bahwa aktivitas fisik ringan telah dikaitkan dengan manfaat emosional yang lebih besar ketimbang dengan latihan intensitas sedang dan tinggi. Mari berkeringat, tersenyum, dan ulangi.
Terhubung dengan orang lain
"Saya menghabiskan sedikit waktu tenang bersama suami saya setiap hari untuk membicarakan tentang 'kami'," kata Gail Saltz, MD. "Melakukan hal itu membuat hubungan kami tetap kuat, dan itu membuat saya bahagia."
Menurut Saltz, komunikasi positif adalah kunci kebahagiaan dalam semua hubungan, terutama hubungan yang romantis.
Tak hanya yoga
Meditasi dalam yoga dapat membuat pikiran lebih fokus dan jernih, yang akhirnya mengarahkan pikiran ke arah yang positif, sehingga lebih mudah menemukan kebahagiaan. Namun, bila Anda merupakan pria yang tak terpikir untuk beryoga, berenang bisa menjadi pilihan. Gerakan berulang alami selama berenang bisa membantu Anda untuk berpikir penuh perhatian.
"Untuk berenang dengan baik, saya harus berkonsentrasi hanya pada apa yang saya lakukan," Wheeler menjelaskan. "Saya fokus pada diri saya selama bernapas maupun bergerak. Sehingga ketika saya selesai, saya tidak merasa sakit, tapi segar dan berenergi," kata Wheeler, menambahkan bahwa 30 menit sampai satu jam berenang adalah istirahat meditasi yang sempurna selama hari yang sibuk.
PenulisAyunda Pininta
EditorLusia Kus Anna
SumberMSN

Senin, 04 September 2017

8 Kalimat Ini Bikin Anda Gagal


8 Kalimat Ini Bikin Anda Gagal Saat Wawancara Kerja

 http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/04/065900726/8-kalimat-ini-bikin-anda-gagal-saat-wawancara-kerja
 
 
 
 
Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 04/09/2017, 06:59 WIB
Ilustrasi wawancara kerja
Ilustrasi wawancara kerja(DragonImages)
JAKARTA, KOMPAS.com - Anda sudah melamar ke berbagai perusahaan impian, lalu akhirnya Anda dipanggil untuk mengikuti wawancara kerja.
Akan tetapi, ada baiknya Anda jeli dengan pernyataan atau pertanyaan yang Anda lontarkan kepada pihak perusahaan saat wawancara. Pasalnya, pihak perusahaan tidak hanya melihat CV Anda sebelum merekrut.
Kalimat yang Anda ucapkan pun bisa berpengaruh pada diterima atau tidaknya Anda ke dalam perusahaan tersebut.
Mengutip BusinessTech, Senin (4/9/2017), ada 8 kalimat yang membuat Anda tersandung dan akhirnya gagal dalam wawancara kerja. Berikut uraiannya:
1. "Saya sangat menginginkan pekerjaan ini"
"Anda mungkin bermaksud untuk menunjukkan keinginan Anda, namun kenyataannya ini menunjukkan keputusasaan Anda. Putus asa tidak baik dalam konteks apapun," kata Zachary Painter, penasihar karier dan manajer perekrutan ResumeGenius.com.
Painter menjelaskan, Anda harus terlihat percaya diri dan kompeten, bukan putus asa. Sebaliknya, katakanlah, "Saya sangat senang Anda mewawancarai saya dan saya menantikan diskusi lebih lanjut mengenai posisi ini."
2. "Apakah posisi ini memberikan tunjangan?"
"Kesalahan yang dibuat pelamar adalah menanyakan hal ini terlalu dini. Sebaliknya, ajukan pertanyaan mengenai bagaimana Anda bisa membantu perusahaan mencapai target," ujar April Klimkiewicz, seorang penasihat karier.
3. "Mmmm..."
Terkadang Anda blank atau bingung harus berkata apa saat wawancara kerja. Membiarkan jeda pembicaraan diisi dengan "mmmm..." atau ungkapan sejenis menunjukkan Anda tidak memiliki hal lain dalam pikiran.
"Kalau Anda butuh waktu sejenak untuk berpikir, cobalah katakan, "Itu pertanyaan yang bagus, coba saya pikirkan sebentar." Pernyataan ini membuat Anda lebih tenang dan tidak gugup," tutur Klimkiewicz.
4. "Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya..."
Menurut penasihat karier Donna Shannon, pernyataan semacam ini menyiratkan bahwa pewawancara tidak mendengarkan Anda. Bahkan, ini juga bisa mengisyaratkan Anda tidak memiliki pengalaman atau keahlian yang relevan, karena Anda harus mengulang informasi.
5. "Pekerja keras, cepat belajar, motivasi tinggi".
Anda boleh saja berpikir bahwa sifat ini adalah karakter positif yang Anda miliki. Akan tetapi, sifat-sifat ini sudah klise dan pasaran dalam dunia perekrutan kerja.
"(Sifat-sifat ini) klise yang tidak memiliki arti apa-apa. Sifat-sifat tersebut tidak mendeskripsikan apa yang membuat Anda spesial dan pantas untuk perusahaan itu," terang Aurora Meneghello, penasihat karier dan pendiri Repurpose Your Purpose.
6. "Seberapa besar kesempatan saya untuk diterima?"
"Kalau Anda menanyakan ini, kesempatan Anda nol, ini adalah keputusasaan. Cobalah menyatakan bahwa prospek bekerja di perusahaan ini sangat menyenangkan dan Anda akan menjadi tambahan yang bagus bagi tim," jelas Painter.
7. "Saya tidak memiliki pertanyaan apapun tentang perusahaan ini."
Painter menuturkan, pewawancara bukan sekedar basa-basi ketika bertanya pada Anda apakah Anda memiliki pertanyaan seputar perusahaan atau posisi yang dilamar. Pertanyaan semacam itu menguji ketertarikan dan pengetahuan Anda mengenai perusahaan.
8. "Kapan saya bisa mulai bekerja?"
Dengan pertanyaan ini, Anda bisa saja terlihat keren dan percaya diri. Namun, menurut Painter, ini malah membuat Anda terlihat arogan, tidak profesional, dan lancang. "Sebagai gantinya, katakanlah, "Terima kasih banyak atas waktunya. Saya menantikan kabar baik dari Anda"," saran Painter.

Jumat, 01 September 2017

10 Cara Agar Semakin Sukses



10 Cara Agar Semakin Sukses Saat Usia Masuk 30 Tahun

 http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/02/090000926/10-cara-agar-semakin-sukses-saat-usia-masuk-30-tahun
Kompas.com - 02/09/2017, 09:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi sukses bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Pernahkah terbersit bahwa untuk menjadi sukses kita harus berani mengambil risiko. Risiko bagi orang yang akan menuju kesuksesan adalah sebuah kegagalan.
Jarang sekali orang mencapai sukses tanpa sebuah kegagalan. Meskipun kesuksesan tersebut diwariskan pendahulunya, tetaplah sebuah kegagalan pasti akan dihadapi pada saat akan meneruskan kesuksesan tersebut. Apalagi bagi kita yang ingin meraihnya dari bawah.
Kesuksesan untuk Diraih dan Bukan Dibayangkan
Kesuksesan adalah sesuatu yang harus diraih dengan perlu pengorbanan dan kegigihan. Fase usia 20 tahun ke atas adalah fase kita memulai langkah untuk menuju sukses.
Di sinilah perjuangan kita dimulai. Usia 20 tahun adalah usia kita mempunyai banyak energi dan ide-ide cemerlang untuk dilaksanakan.
Kemajuan teknologi akan mempercepat pertumbuhan dan waktu menjadi sebuah hal yang biasa.
Peluang akan semakin terbuka dan persaingan akan semakin ketat. Pada usia 30 tahun, di sinilah fase di mana kita akan menginjak usia dewasa dan kemapanan dalam berpikir.
Apa saja yang harus dilakukan pada usia 30 tahun agar hidup lebih sukses?
1.Menjadikan Kegagalan sebagai Perubahan Haluan Menuju Kesuksesan
Peka terhadap sebuah kegagalan adalah hal yang kerap dilakukan orang yang sukses. Dengan cepat belajar dari kegagalan dan tahu apa yang harus dilakukan kemudian adalah ciri orang sukses.
Dalam menghadapi kegagalan, kita dituntut cepat dalam menetukan langkah apa yang harus dilakukan agar kegagalan tidak membayangi kita.
Banyak orang menerima kegagalan sebagai kutukan atau sebagai hal yang buruk. Orang yang sukses pasti akan menerima sebuah kegagalan sebagai ilmu dan cambuk agar dia dapat merubah haluan dan menetukan strategi berikutnya.
2.Tahu Bagaimana Mengelola Keuangan
Satu lagi ciri yang dimiliki orang sukses adalah tahu dengan benar bagaimana menangani keuangan. Kita memang terkadang lupa bahwa uang harus kita kendalikan, bukan kita yang dikendalikan uang.
Mengendalikan uang dan memperlakukan uang dengan benar bukan berarti kita menjadi kikir. Mengaggarkan uang yang benar adalah membelanjakan dan memisahkan antara keinginan dan kebutuhan.
3.Menganggap Waktu Sama Berharganya dengan Diri Sendiri
Orang yang sukses mempunyai kebiasaan menghargai waktu dan mengaturnya dengan baik. Karena itu, orang sukses membuat jadwal-jadwal agar waktu hari ini tidak terbuang dengan peruma.
Orang sukses cenderung memperlakukan waktu sebagai hal yang berharga. Sebab orang sukses tahu waktu tidak mungkin bisa kembali. Karena itu, orang sukses selalu mempunyai list dan prioritas dalam kesehariannya.
4.Bersosialisasi dengan Baik
Orang yang sukses adalah orang yang mampu bersosialisasi dengan baik. Orang sukses paham betul bahwa manusia tidak akan bisa lepas dari bantuan orang lain.
Mereka akan menjaga hubungan kemitraan sesama rekan bisnisnya ataupun rekan sejawatnya. Mereka akan menghargai sebuah kepercayaan dan menjaga benar apa-apa yang harus dilakukan.
5.Tekun dalam Berusaha
Orang yang sukses akan selalu menjaga konsistensi. Mereka akan selalu berusaha dan berusaha.
Pada usia yang ke-30, orang sukses cenderung tekun dan berusaha keras serta bersabar untuk mencapai impiannya.
Kesuksesan bukan milik orang yang pintar dan kaya, tetapi kesuksesan adalah milik orang yang tekun dalam berusaha.
6.Lebih Membutuhkan Kritikan Bukan Pujian
Orang sukses sangat menerima sebuah kritikan dan malah sebaliknya menghindari sebuah pujian yang berebihan.
Orang sukses tahu dari sebuah kritikan itulah dapat diketahui hal-hal yang dapat diperbaiki agar tidak terulang pada masa mendatang. Orang sukses sadar dengan banyaknya pujian akan meracuni dan membahayakan dirinya.
7.Punya Rasa Tanggung Jawab atas Apa yang Dilakukannya
Orang yang sukses akan mempunyai rasa tanggung jawab. Usia 30 tahun adalah usia yang matang. Di sinilah orang sukses menjadi orang yang dapat diandalkan dengan tanggung jawab yang diembannya.
Orang sukses sangat mengerti sebuah tanggung jawab dan juga tidak akan mencari kambing hitam atau mencari pembenaran atas kesalahan yang dilakukannya.
8.Mulai Membangun Bisnis
Pada usia 30 tahun, banyak orang sukses yang sudah mulai membangun bisnisnya sendiri. Karena fokus pada bisnis yang dirintisnya, orang sukses bisa saja memulai pensiun lebih awal.
Sebab orang sukses punya rencana, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang menyita perhatian.
9.Mudah Menyesuaikan Diri
Orang sukses memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan  hal-hal baru. Orang yang sukses akan dengan mudah mengenali hal baru dan menyesuaikan diri agar tidak rugi akibat tertinggal oleh hal-hal yang baru itu.
Dan juga orang sukses akan memiliki kepekaan terhadap lingkungan tempat bisnisnya. Dengan demikian, orang sukses cepat menyesuaikan dengan lingkungannya.
10.Tidak Mudah Percaya
Orang yang sukses akan menganalisis sebuah informasi yang diterimanya walaupun informasi itu sudah bersifat umum. Ia akan mencoba untuk menganalisis apakah memang benar informasi yang sudah umum itu menjadi hal yang terbukti kebenarannya.
Sifat ini biasanya adalah sifat dasar. Akan tetapi, kebanyakan dari kita menyembunyikan sifat itu dan takut menentang sesuatu yang sudah bersifat umum. Apalagi diakui kebenarannya oleh banyak pihak.
Usia 30 Tahun adalah Usia Matang
Menjalani usia yang matang bukanlah sebuah hal yang mudah terlebih lagi pada usia ini, tanggung jawab akan semakin besar.
Dituntut kecerdasan dan kedewasaan agar dapat melampauinya. Orang yang sukses adalah orang yang dengan gigih berusaha melalui masa-masa ini. Semoga saja kita adalah bagian dari orang yang dapat mengatasi masa-masa tersebut.

Selasa, 02 Mei 2017

5 "Langkah Kuda"

Ini 5 "Langkah Kuda" Mendahului Takdir Pensiun

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/05/03/093000126/ini.5.langkah.kuda.mendahului.takdir.pensiun

KOMPAS.com - Data terkini menyebutkan bahwa di Indonesia 80 persen pekerja yang telah memasuki usia pensiun tidak dapat hidup dengan nyaman. Hal ini disebabkan oleh masalah terbesar pada masa pensiun yaitu likuiditas dan cash flow.
Mereka yang hidup sampai masa pensiun, 95 persen akan tergantung kepada anak dan keturunan, teman, saudara, atau bahkan hidup dari sumbangan. Hanya 5 persen dari mereka yang telah pensiun dapat hidup makmur di usia tua mereka. Mengapa hal ini terjadi?
Tak lain adalah karena kurangnya persiapan masa pensiun yang baik dan tepat.
Jadi suka tidak suka, senang tidak senang, siap tidak siap, cepat atau lambat semua pekerja akan sampai pada Takdir Pensiun.
Jika demikian kenyataannya, maka tidak salah jika kita memilih Langkah Kuda untuk mendahului "takdir pensiun" tersebut, atau dengan kata lain kita siapkan dan bangun masa Pensiun mulai dari sekarang!
Ada lima langkah kuda yang bisa dilakukan detik ini juga untuk mendahului Takdir Pensiun, sehingga kita bisa memiliki kemungkinan lebih sehat, lebih bahagia dan lebih sejahtera saat memasuki masa pensiun.
Bahkan jika Anda konsisten melakukan 5 Langkah Kuda ini, bisa jadi kita sudah memiliki kondisi pensiun yang kita dambakan, singkat kata tanpa menunggu masa pensiun itu tiba, Anda sudah bisa merasakan kenikmatan masa purna bakti tanpa perlu gelisah.
Lima Langkah Kuda ini, kami anjurkan untuk dilakukan mulai saat ini dan jangan ditunda, hal ini penting dalam rangka mengantisipasi berbagai macam tantangan yang pasti ada saat masa pensiun itu tiba.
Langsung saja kita bahas 5 Langkah Kuda itu!
Langkah pertama adalah dengan membangun Skill atau Keahlian atau Keterampilan. Ketika pekerja masih sangat produktif, umumnya karyawan akan tenggelam dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari.
Hingga tanpa terasa tiba-tiba tinggal beberapa bulan lagi mereka akan pensiun.
Oleh sebab itu mumpung masih produktif sangat dianjurkan untuk mulai membangun keahlian khas dan khusus, yang dengan keahlian tersebut, kita bisa menjadi seorang profesional yang independen.
Dengan keahlian tersebut, pekerja yang telah pensiun masih mampu menghasilkan income dari profesi yang dimilikinya, apakah sebagai seorang Konsultan Ahli, Pekerja Lepas, professional trainer, professional coach, penulis buku (author) dan masih banyak pilihan sebagai professional yang independen.
Dalam beberapa kisah nyata, justru professional independent ini memiliki income yang lebih besar dibandingkan ketika masih aktif sebagai karyawan. Dengan waktu yang lebih fleksibel, sungguh suatu keadaan yang sangat membahagiakan.
Langkah kedua adalah dengan membangun dan melebarkan network atau jaringan. Langkah kedua ini penting disebabkan pada fakta bahwa, ketika seseorang yang telah memasuki masa pensiun dan memilih untuk menjadi seorang pebisnis, kesulitan terbesar mereka adalah bagaimana memasarkan produk atau jasa.
Pengalaman praktis kami, ada banyak para pensiunan yang memulai usaha dengan sangat bersemangat, namun beberapa saat mereka galau dan frsutasi melihat kenyataan usaha mereka tidak seindah yang dibayangkan.
Ini disebabkan omset penjualan yang sangat kecil dan tidak mampu menutupi biaya operasional, sehingga banyak yang tekor dan segera gulung tikar.
Penyebab utama adalah mereka tidak tahu bagaimana dan kemana produk yang mereka buat dipasarkan, atau mereka tidak memiliki captive market. Nah dengan kita membangun jejaring mulai dari sekarang maka itu akan berfungsi sebagai tabungan aset yang berharga untuk menyerap dan membeli produk atau jasa yang kita jual di masa pensiun.
Langkah ketiga adalah dengan mulai membeli instrumen Investasi, cara ini sangat populer dan tentu sudah mulai dikenal dikalangan pekerja, khususnya karyawan dari generasi muda dan generasi millenial.
Ada banyak produk investasi yang ditawarkan dengan berbagai macam fitur dan benefit-nya plus resikonya, terpenting adalah kita mengenal dengan baik semua produk investasi tersebut dan telah sadar akan berbagai macam resikonya, prinsipnya sederhana yaitu high risk high gain.
Jangan tertipu oleh kampanye pencitraan produk investasi bodong yang abal-abal. Selalu ingat dan waspada dengan prinsip make sense, too good to be true, is usually not true, jika ada produk investasi yang menawarkan imbal hasil yang terlalu bagus, terlalu besar jika memang itu benar terjadi, maka biasanya ada yang tidak benar.
Langkah keempat adalah dengan mencari dan mendapatkan aset. Langkah keempat ini bisa dipilih ketika seorang pekerja telah memasuki masa kerja 5-10 tahun, di mana mereka sudah memiliki cukup tabungan.
Dengan tabungan yang ada, bisa disisihkan beberapa persen untuk membeli dan mendapatkan aset yang akan berkembang nilainya dikemudian hari, dengan aset tersebut yang selalu naik nilainya akan mampu memberikan tambahan kekayaan yang berguna di masa pensiun.
Contoh beberapa aset; tanah, kebun, sawah, rumah, apartemen, ruko, rukost, emas dan lain sebagianya. Jika tabungan tersebut masih belum cukup, bisa dikombinasikan dengan pembiayaan dari perbankan atau jasa keuangan lainnya.
Karena di saat pekerja aktif, relatif mudah bagi mereka untuk mendapatka fasilitas pinjaman.
Langkah kelima adalah dengan merintis bisnis. Setelah keempat langkah tersebut di atas diikhtiarkan, ada baiknya mempertimbangkan mulai merintis bisnis dari skala usaha kecil dan menengah (UKM) atau bisa juga startup.
Hal ini sangat penting karena berdasarkan kajian empiris, sebuah usaha akan benar-benar mampu berdiri tegak dan menghasilkan profit ketika memasuki usia rata-rata 5 tahun.
Artinya selama 5 tahun usaha atau bisnis tersebut masih sangat rentan mengalami kebangkrutan dan tentu belum memberikan hasil yang optimum.
Bisa dibayangkan jika seorang pekerja memulai usaha tepat setelah dia benar-benar pensiun, maka kenyataan yang sering ditemui uang pensiunan banyak yang terbuang bahkan habis karena tersedot sebagai biaya operasional perusahaan yang baru didirikan.
Oleh sebab itu jangan menungggu, meskipun masa pensiun Anda masih 15 atau 20 tahun lagi, maka segera lakukan 5 Langkah Kuda ini, dan siapa yang akan menyangka tiba-tiba besok atau lusa kita akan dipaksa pensiun lebih cepat dari perkiraan dengan berbagai sebab.
Misalnya di PHK secara sepihak dengan aneka macam alasan, atau Anda terpaksa resign karena sudah sangat jengkel dengan atasan, atau bisa jadi perusahaan tempat kita berkarir harus tutup karena relokasi ke luar negeri.
Lima Langkah Kuda mendahului Takdir Pensiun ini sangat selaras dengan Prinsip Manajemen Waktu dan Tugas, yang terkenal dengan ”Ingat 5 Perkara sebelum 5 Perkara, yaitu: Muda sebelum Tua, Kaya sebelum Miskin, Sehat sebelum Sakit, Lapang sebelum Sempit dan Hidup sebelum Mati.”
Selamat Berkarir dan Salam Sukses Selalu untuk Anda semua!
EditorBambang Priyo Jatmiko

Minggu, 02 April 2017

MANDIRI MESKI CACAT



Kisah Haikal, Bocah 3 Tahun yang Mandiri Meski Tanpa Kedua Tangan

http://regional.kompas.com/read/2017/04/03/08080011/kisah.haikal.bocah.3.tahun.yang.mandiri.meski.tanpa.kedua.tangan
 
Senin, 3 April 2017 | 08:08 WIB
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI Muhammad Haikal (3,8 tahun) bocah keterbatasan diri yang cacat tubuh (tunadaksa) tanpa memiliki kedua tangan saat disambangi di rumahnya di Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu (2/4/2017).
ACEH, KOMPAS,com - Namanya Muhammad Haikal (3,8) anak pertama dari pasangan Indra Purnama (31) dan Nur Aida (27) warga Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Haikal merupakan bocah yang memiliki keterbatasan diri karena tidak memiliki kedua tangan. Cacatnya itu merupakan cacat bawaan sejak dalam kandungan.

Saat Serambinews didampingi Petugas TKSK Idi Rayeuk Rahmat Hidayat, menyambangi rumahnya, Minggu (2/4/2017), tampak Haikal bercelana pendek berbaju kaos dengan lengan pendek.

Meski memiliki terbatasan, Haikal tampak sangat menikmati hidupnya.

"Nama saya Haikal, umur 3 tahun," ucap Haikal.

"Saya ingin sekolah di SD. Cita-cita ingin jadi tentara atau dosen," ungkap Haikal sambil tersenyum manis.

Selain pintar bicara, Haikal juga pintar menghitung dari nomor satu sampai sepuluh. Ia juga pintar menghafal doa sebelum tidur.

Tak hanya itu, meski baru berumur 3,8 tahun. Ia juga sudah mandiri. Ia bisa makan, minum, dan mandi sendiri menggunakan kedua kakinya. Termasuk belajar menulis dengan mengapit pulpen di jari induk kaki kirinya.

"Hanya memakai baju yang harus dibantu, tapi ia terus belajar memakainya sendiri," ungkap Nur Aida, ibunda Haikal.

Semua kebiasaan Haikal ini, jelas Nur Aida, tidak ia ajarkan melainkan muncul dari kemampuannya sendiri. Bahkan, ia sendiri mengaku terharu dengan kemampuannya anaknya yang serba bisa saat berusia dua tahun.

Indra, sang ayah, menyebutkan, dirinya berniat menyekolahkan Haikal di TK gampong setempat, saat dia berumur 4 tahun. Jika sudah layak sekolah ia pun berencana memasukan Haikal sekolah di SD gampong setempat.

"Semoga Haikal tidak minder dengan teman-temannya," sebut Indra.

Terlahir dengan keterbatasan fisik, kedua orangtuanya mengaku bangga dengan anaknya Haikal.

"Saya ingin Haikal sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa," ujar Nur Aida.

Sejak mengetahui Haikal lahir dengan kondisi keterbatasan fisik ia ikhlas menerima takdir.
Ia yakin Haikal merupakan amanah yang harus disyukuri dan diasuh dengan baik.

"Allah maha adil, maha pengasih dan penyayang. Dalam kekurangannya Haikal punya banyak kelebihan. Ia jarang sakit, jarang nangis, bahkan rezekinya dan rezeki kami selalu ada," kata Nur Aida.

Petugas TKSK Idi Rayeuk, Rahmat Hidayat, mengatakan, Haikal tergolong Anak dengan Kedisabilitasan (ADK) yang mendapat bantuan biaya hidup Rp 250.000 bulan dari APBK Aceh Timur yang disalurkan Dinsos Aceh Timur sejak tahun 2015.

Terkait bantuan ini, Nur Aida, mengaku sangat bersyukur sehingga sejumlah kebutuhan Haikal dapat terpenuhi.

Namun saat ini, katanya, Haikal, minta dibelikan Ipad untuk belajar.

Untuk itu, ayahnya yang berprofesi sebagai buruh kasar masih berusaha mencari biaya untuk membelikan permintaan si buah hatinya.

Jika ada pihak yang berniat berbagi kebahagian dengan Haikal, sebut Indra, pihaknya bersedia menerima dengan senang hati dan dapat menghubungi di 085275474437.(Serambinews.com/Seni Hendri)
Baca juga: Ibu-ibu Inspirasi dari Flores
Editor : Erlangga Djumena
Sumber: Serambi Indonesia   

Rabu, 29 Maret 2017

Nama Anda mengungkap lebih dari yang Anda pikirkan

Nama Anda mengungkap lebih dari yang Anda pikirkan

Kamis, 23 Maret 2017

Kolom Rhenald Kasali

Efek Disrupsi: “Besok” Menjadi Hari Ini

Guru Besar Manajemen
Akademisi dan praktisi bisnis yang juga guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sejumlah buku telah dituliskannya antara lain Sembilan Fenomena Bisnis (1997), Change! (2005), Recode Your Change DNA (2007).

 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/24/053000826/efek.disrupsi.besok.menjadi.hari.ini

Efek Disrupsi: “Besok” Menjadi Hari Ini

Jumat, 24 Maret 2017 | 05:30 WIB
Pinkypills Global Strategy Connection Data Virtual Icon Innovation Graph Interface.Startup Diversity Teamwork Brainstorming Meeting Concept.Business People Coworkers Sharing Worldwide Economy Laptop Touchscreen
Oleh: Rhenald Kasali

KOMPAS.com - Menyaksikan tayangan Earth 2050 yang diputar oleh saluran televisi BBC membuat saya senyum-senyum.
Bukannya apa-apa, ketika para scientist di berbagai belahan dunia tengah membawa “hari esok” (The Future) ke hari ini, kita banyak menemukan pemimpin, politisi, birokrat, bahkan juga pengusaha dan eksekutif yang masih membawa logika “masa lalu” (The Past) ke dalam pijakan hari ini.
Tengok saja aturan-aturan yang berbelit-belit, cara pandang mereka dalam memberantas korupsi, penanganan UMKM, kampanye-kampanye politik yang mereka lakukan, kata-kata yang mereka ucapkan dalam berbagai spanduk dan video yang kita saksikan dalam kanal Youtube, cara penanganan banjir, metode-metode dalam pertanian, sampai ekspor-impor dan kebijakan di sektor keuangan.
Ketika anak-anak muda sudah berbicara start-up, mereka masih menyatakannya sebagai UMKM. Kita praktis hanya berkutat hari ini untuk hari ini. Bahkan terbelenggu oleh kebiasaan dan cara pandang kemarin untuk solusi hari ini.
Dunia Sudah Berubah
Melalui tayangan Earth 2050 tadi saya mulai paham apa yang tengah dikerjakan para ilmuwan di seluruh dunia. Ketika mereka sudah memasuki dunia dengan penilaian “impact” (apa yang telah kamu hasilkan dan berdampak pada kehidupan), ilmuwan-ilmuwan kampus kita baru saja belajar menulis karya ilmiah agar dimuat dalam jurnal internasional dan di sitasi via Scopus.
Teman-teman PhD saya yang bergelut dalam aneka riset di Jepang, Inggris, Rusia dan Amerika Serikat hanya bisa tersenyum saja ketika ditanyakan karya ilmiahnya. Mereka lebih senang menunjukkan hak paten karyanya ketimbang paper yang dulu dibanggakan oleh profesor kami pada tahun 1990-an.
Seorang ilmuwan menunjukkan karyanya berupa “apartemen” kebun holtikultura sayuran di tengah-tengah kota New York. Sepintas saya melihat kebun-kebunnya tidak layak. Maklum itu berada di tengah-tengah lokasi area industri.
Namun begitu saya memasuki bangunan serupa gudang pabrik di tengah-tengah kota itu, saya menyaksikan sebuah perkebunan sayuran yang berlapis-lapis ke atas, membentuk rak-rak yang sangat efisien. Di dalam setiap rak terdapat ribuan tanaman dari satu jenis sayuran yang tumbuh subur. Tak ada hama pengganggu. Namun ada sinar UV aneka warna, aliran air, dan sejumlah perangkat IT.
Bayangkan, ketika petani kita masih bergulat di daerah pegunungan dengan akses yang rumit dan ongkos angkut yang mahal yang membuat mereka miskin turun-temurun, petani-petani terdidik baru muncul di tengah-tengah kota. Mereka melakukan disruption pangan besar-besaran. Itulah smart vertical agriculture.
Di tempat yang lain saya bertemu para ahli IT yang tengah bekerjasama dengan lembaga kepolisian untuk memetakan kejahatan-kejahatan yang akan terjadi di masa depan. Mereka bahkan sudah memiliki data sampai ke tanggal, hari, jam dan lokasi kejadian.
Segala veriabel, mulai dari cuaca, pendapatan per kapita, lapangan pekerjaan, sampai nafsu libido manusia, mereka masukkan ke dalam big data yang diolah untuk memprediksi kejahatan.
“Yang paling penting bukan kapan akan terjadi dan berapa besar kerusakannya, melainkan bagaimana kami mencegahnya,” ujar teman kuliah saya dulu, yang kini menjadi guru besar di Amerika Serikat.
Kini, saya ingin mengajak Anda melihat apa yang dilakukan oleh para eksekutif dalam dunia bisnis. Ini menjadi menarik karena atas undangan sebuah bank besar yang memiliki kantor pengendali di Singapura, kemarin saya menghadiri seminar tentang disruption di negara kota itu yang diikuti para eksekutif Asia.
Beberapa kali saya melihat asisten-asisten saya menggeleng-gelengkan kepala. ”Gila, mereka sudah sejauh itu meng-eksplore dunia dan membuat hal-hal baru!”
Dalam presentasi-presentasi itu kami melihat dan mendengarkan hal-hal baru yang sedang dikerjakan dalam industri transportasi, konstruksi, pendidikan, industri, bahkan juga mainan anak-anak, logistik, trade, sampai ke retail dan pangan. Semua itu adalah disruption yang mengubah sejarah dan persaingan usaha yang kita hadapi hari ini.
Mereka menyebut nama-nama kota di Indonesia, mulai dari Surabaya, Balikpapan, Manado, Ambon, sampai ke Sorong. Kota-kota yang bahkan belum banyak dikunjungi para sarjana dan mahasiswa kita, ternyata telah dijadikan pasar oleh mereka.
Lantas apa yang dilakukan eksekutif-eksekutif, aparatur-aparatur sipil negara dan pemangku-pemangku kepentingan di negeri kita?
The Past – The Present – The Future
Vijay Govindarajan, ilmuwan asal India mengingatkan saya bahwa dalam menjalankan kehidupan, manusia memiliki 3 sudut pandang yang beragam : The Past, The Present dan The Future.
Kami pun merumuskan sebuah pelatihan yang kami sebut sebagai "Reformulasi Strategi dalam era Disruption". Dan minggu-minggu ini area kerja saya di Rumah Perubahan tengah ramai dikunjungi para eksekutif yang sedang membongkar strateginya. Apakah itu untuk menyusun rencana strategis (renstra) atau sekadar meremajakan RKAP.
Dan begitu kami buka, banyak eksekutif dan CEO yang tiba-tiba menyadari hampir 100 persen karya yang sedang mereka kerjakan sudah benar-bemar ketinggalan zaman. Mereka meyakini telah menjalankan strategi yang hanya cocok dijalankan di masa lalu. Dan itu pasti akan menjadikan mereka sebagai korban dari bencana disruption.
It was over,” ujar seorang putera mahkota dari sebuah usaha konglomerasi. “Itu hanya cocok di zaman papa,” ujarnya berterus terang di hadapan ayahnya sambil tertawa, yang juga hadir dalam ruangan itu.
Vijay mengingatkan saya tentang tiga dewa yang dikenal dalam keyakinan yang dianutnya di India. Dewa Wisnu, Shiwa dan Brahma. Ini mengingatkan saya pada sebuah upacara di Puri Ubud, tempat kerabat kami tinggal dan biasa saya kunjungi.
Biasanya, saya ditemani oleh keluarga Bali lainnya yang lalu menjadi tempat upacara pernikahan kami di sebuah desa di Sibangkaja, dekat Desa Mambal. Jadi yang satu adalah keluarga raja (Puri Ubud) dan ratunya adalah Keluarga Pendoa (Griya Anyar – Sibangkaja).
Dalam kepercayaan Hindu itu, Wisnu dikenal sebagai dewa pemelihara. Shiwa adalah dewa perusak, sedangkan Brahma adalah Sang Pencipta.
Vijay mengungkapkan corporate strategi sebagai gabungan dari ketiganya. “Seperti Dewa Shiwa, eksekutif jangan takut menghancurkan segala hal yang hanya relevan di masa lalu,” ujarnya. Maksudnya, secara selektif kita perlu menghancurkan metode, alat, teknologi, pendekatan, bahkan tata nilai yang sudah tidak membuat kita produktif lagi.”
“Lalu seperti prinsip Dewa Wisnu, kita wajib merawat yang masih relevan, the existing core. Dan seperti prinsip Dewa Brahma, perusahaan juga harus punya orang-orang berkualitas yang menciptakan masa depan baru,” tambahnya.
Masalahnya, masa depan baru itu tak bisa dihasilkan sebelum kita benar-benar bisa membaca hal-hal baru itu dengan secara selektif membuang hal-hal yang sudah tidak relevan lagi. Kedua, eksekutif biasanya sudah terbelenggu dalam zona nyaman dengan hanya berani menjalankan hal-hal yang sudah ia kenal di masa lalu.
Keluar dari zona nyaman itu butuh keberanian. Mengapa eksekutif senang menjalankan kebiasaan dalam zona nyaman? Jawabnya adalah karena hanya itulah yang ia kenal secara familiar. Sedangkan menapaki masa depan baru, sungguh tidak nyaman karena serba tidak pasti, tidak jelas, dan belum terbentuk. It’s unclear, unsettle and uncertain!
Padahal bagi pesaing-pesaing baru Anda, segala hal yang harusnya berada di hari esok, telah dibawa ke hari ini. Dan dengan gagah berani mereka menjelajahi ketidakpastian yang tidak clear itu. Dan strategi baru di era disruption adalah bertarung di era itu, tetapi tidak di hari esok.
Memangnya Anda sudah siap?

–– ADVERTISEMENT ––
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
TAG:

Selasa, 14 Maret 2017

Ciri Orang yang Kecerdasan Emosionalnya Rendah

 

Ciri Orang yang Kecerdasan Emosionalnya Rendah


http://health.kompas.com/read/2017/03/15/072800323/ciri.orang.yang.kecerdasan.emosionalnya.rendah

KOMPAS.com - Tak cukup memiliki kecerdasan intelegensia, orang yang ingin sukses dalam hidupnya juga wajib mengasah kecerdasan emosionalnya (emotional intelligence/EQ).

Penelitian bahkan mengungkap, 90 persen orang yang berada di puncak kesuksesan terbukti memiliki kecedasan emosional yang tinggi.

Walau kecerdasan emosional relatif sulit diukur, namun mereka yang punya kecerdasan ini umumnya memiliki kepribadian yang disukai, mampu mengelola emosinya dengan baik, serta mampu membina hubungan dengan orang lain.

Meski pun sulit diukur, tetapi ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan seseorang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang rendah, yaitu:

- Gampang stres
Setiap orang tentu menghadapi kesulitan-kesulitan, namun jika tantangan itu dengan cepat membentuk sensasi tidak menyenangkan, seperti stres atau kecemasan, kemungkinan kecerdasan emosional Anda rendah.

Orang yang kurang mampu menggunakan kecerdasan emosionalnya cenderung akan menyalahkan orang lain serta tidak bisa mengatur mood-nya. Kecerdasan emosional akan membantu kita mengendalikan stres sebelum stres itu menguasai hidup kita.

- Tegas pada diri sendiri
Orang dengan tingkat EQ yang tinggi umumnya memiliki perilaku yang baik, empati, dan kebaikan, namun tetap mampu bersikap tegas pada diri sendiri sehingga bisa menghindari reaksi emosi yang tidak perlu.

- Minim kosa kata emosi
Setiap orang mengalami berbagai emosi, tetapi hanya sedikit yang bisa secara akurat mendefinisikan apa yang mereka rasakan. Label emosi yang tidak jelas sering menimbulkan pemahaman yang keliru dan akhirnya memicu pilihan irasional dan kurang produktif.

Orang dengan tingkat EQ tinggi memahami apa yang terjadi pada dirinya. Misalnya, kalau kebanyakan orang mengungkapkan perasaannya "sedang tidak enak", mereka yang punya kecerdasan emosional akan melihat lebih dalam lagi apakah yang dirasakan itu "frustasi", "mudah tersinggung", atau "cemas".

Makin spesifik kata yang dipakai untuk menggambarkan emosi, makin baik kemampuan kita mengambil tindakan akan perasaan itu.

- Cepat membuat asumsi
Ciri yang nyata dari orang dengan kecerdasan emosional yang rendah adalah cepat membuat opini lalu malas melakukan konfirmasi. Dengan kata lain, mereka hanya mengumpulkan informasi yang mendukung opininya dan mengabaikan bukti dari pendapat sebaliknya. Biasanya mereka pun akan berdebat keras agar orang menerima pendapatnya.

Kondisi tersebut sebenarnya berbahaya bagi seorang pemimpin, karena ia perlu mengumpulkan banyak masukan dari timnya. Ia juga perlu berkomunikasi untuk membangun ide secara efektif.

- Menyimpan unek-unek
Emosi negatif yang menyertai unek-unek yang disimpan sebenarnya bisa memicu respon stres, seperti sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sampai susah tidur. Melepaskan ganjalan di hati bukan hanya membuat kita merasa lebih baik tapi juga berdampak positif bagi kesehatan.

- Tidak melupakan kesalahan
Kemampuan untuk menjaga jarak dari kesalahan yang pernah dibuat sangatlah penting. Kita tidak melupakannya, tapi menjaga jarak aman sehingga bisa mengingatnya dan belajar dari kesalahan itu demi sukses di masa depan.

Tenggelam dalam kesalahan atau kegagalan akan membuat kita gelisah dan cemas, namun melupakannya juga rentan menyebabkan kita jatuh dalam kesalahan yang sama. Kuncinya ada pada kemampuan kita untuk mengubah kesalahan menjadi pembelajaran.

- Sering merasa tak dipahami
Anda merasa orang lain tak memahami maksud Anda karena sebenarnya Anda tidak mampu menyampaikan pesan dalam cara yang orang lain pahami. Orang yang punya kecerdasan emosional tinggi akan menyadari apakah ia sudah mengomunikasikan idenya dengan baik. Jika dirasa kurang dipahami ia akan melakukan pendekatan lain.

- Tak bisa marah
Kecerdasan emosional bukan soal menjadi orang yang baik, tetapi mengatur emosi untuk mencapai hasil terbaik. Terkadang, ini berarti kita menunjukkan pada orang lain kita marah, sedih, atau frustasi.

Terus-terusan memamerkan emosi berupa rasa bahagia dan positif bukan cuma tidak jujur, tapi juga tak produktif. Orang dengan EQ tinggi bisa menunjukkan emosi positif dan negatif dalam situasi yang tepat.

- Menyalahkan orang lain
Emosi berasal dari dalam diri. Terkadang memang lebih mudah untuk menghubungkan apa yang kita rasakan dengan tindakan orang lain. Namun, kita harus bertanggung jawab pada emosi sendiri. Tidak ada orang yang bisa membuat kita merasakan apa yang tidak ingin kita rasakan.

- Gampang tersinggung
Orang yang punya kecerdasan emosional tinggi akan percaya diri dan berpikiran terbuka sehingga tak mudah tersinggung.

Terkadang kita tak takut membuat lelucon tentang diri sendiri atau membiarkan orang berkelakar tentang kita, karena kita mampu membedakan mana yang bercanda dan mana yang mengolok-olok.



Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: The Huffington Post,
TAG:

Senin, 13 Maret 2017

Baca Kepribadian Anda Melalui Tulisan Tangan

Baca Kepribadian Anda Melalui Tulisan Tangan

http://female.kompas.com/read/2017/03/13/163500020/baca.kepribadian.anda.melalui.tulisan.tangan

KOMPAS.com -- Lebih dari yang Anda kira, tulisan tangan adalah cerminan dari kepribadian seseorang.
Seorang pengamat tulisan tangan, Sherri LaReaux, bahkan berkata bahwa tulisan tangan seringkali disebut sebagai foto otak karena menunjukkan isi pikiran dan cara berpikir penulisnya.
“Seperti tidak ada dua orang yang sama persis, tidak ada dua tulisan tangan yang sama persis juga,” ucapnya.
1. Miring ke atas
Apakah barisan tulisan tangan Anda semakin lama semakin miring ke atas? Dr Darius Russin berkata bahwa hal ini menunjukkan tingginya ambisi Anda.
“Namun, Anda harus berhati-hati juga, tulisan yang miring ke atas juga bisa jadi pertanda kepribadian yang arogan,” ujarnya.
2. Lebih kecil dari rata-rata
Menurut pengamat tulisan tangan, Davidda Rappaport, tulisan tangan yang lebih kecil dari rata-rata menunjukkan bahwa Anda mampu berkonsentrasi pada hal-hal yang kecil juga. Lalu, Anda juga orang yang sangat peduli dengan detail dan suka mengintrospeksi diri.
3. Huruf yang tidak tertutup dengan baik
Ada dua tipe orang yang tidak menutup hurufnya dengan baik, yang terbuka di atas seperti huruf dan terbuka di bawah.
Russin berkata bahwa mereka yang hurufnya terbuka di atas seringkali tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik. Mereka juga individu yang seringkali meremehkan tugasnya.
Namun, yang wajib Anda khawatirkan adalah mereka yang tidak menutup hurufnya di bawah, seperti untuk huruf “a” dan “o”. Menurut Rappaport, tipe tulisan tangan ini adalah indikasi dari kebohongan.
4. Huruf kapital yang besar
Orang-orang yang menulis namanya sendiri dengan huruf kapital yang besar memiliki tendensi ingin terkenal atau memang berpengaruh di kehidupan sosialnya.
“Ini adalah orang-orang yang Anda temui sebagai bos di tempat kerja, CEO, musikus, dan aktor,” kata Russin.
Dia melanjutkan, semakin besar hurufnya, semakin besar keinginan orang tersebut untuk dikenal banyak orang.
5. Menulis dari ujung atas halaman
Tipe penulis ini disebut Russin sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengatur dan menjaga kerapian. Hal ini karena mereka yang mulai menulis dari tengah atau bawah halaman seringkali kehabisan ruang untuk menulis.

Penulis: Shierine Wangsa Wibawa
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
Sumber: bustle.com,