Sabtu, 09 September 2017


Ingin Bahagia Setiap Hari? Coba 4 Cara Ini

 http://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/08/080000620/ingin-bahagia-setiap-hari-coba-4-cara-ini
 
Ayunda Pininta
Kompas.com - 08/09/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi(Pexels)
KOMPAS.com - Banyak orang yang mencoba melakukan segala cara untuk mencapai kebahagiaan. Padahal, seperti yang dikatakan Aristoteles, 'Kebahagiaan adalah sebuah aktivitas'. Jadi, tidak perlu menunggu sampai Anda punya rumah atau mobil mewah untuk merasa bahagia.
"Ada banyak hal dalam hidup yang mungkin menimpa kita, tapi masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan, dan menjadi bahagia adalah salah satunya," kata Jason Wheeler, PhD, seorang psikoanalis di New York City.
Wheeler dan dua orang terapis mencoba berbagi strategi untuk membantu kita tetap positif, bahkan selama masa stres. Di sini, ada empat langkah untuk menjadikan rasa bahagia hadir di kehidupan kita setiap hari.
Tuliskan rasa syukur
Tak hanya di dalam hati, studi menunjukkan bahwa mengungkapkan rasa syukur secara tulisan bisa berujung pada manfaat kesehatan, seperti tidur lebih nyenyak dan menurunkan risiko depresi.
"Jika saya merasa down atau cemas, saya akan menulis daftar hal-hal yang bisa saya syukuri hari ini dan mengucapkan rasa syukur atas hal-hal itu," kata terapis Kasi Howard, PsyD, "Cara ini mampu mereset pola pikir saya dan berhenti merenungkan hal-hal yang membuat stres. Cara ini juga hebat dalam meningkatkan mood. "
Siap mencobanya sendiri? Howard memberi tantangan kepada Anda untuk membuat daftar tentang hal-hal yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan bersyukur selama 21 hari.
Berlari
“Olahraga lari adalah sumber kewarasan bagi saya," kata Howard. "Bukan sekadar penurun stres, lari juga memberikan saya kesempatan untuk menemukan ide-ide baru."
Ada alasan ilmiah mengapa Howard merasa sangat bahagia usai sesi berlari yang berkeringat. Olahraga menyebabkan lonjakan adrenalin di seluruh tubuh, yang diikuti oleh pelepasan endorphin yang meningkatkan mood.
Bahkan olahraga yang relatif sederhana juga bisa membuat perbedaan. Satu studi baru-baru ini menemukan bahwa aktivitas fisik ringan telah dikaitkan dengan manfaat emosional yang lebih besar ketimbang dengan latihan intensitas sedang dan tinggi. Mari berkeringat, tersenyum, dan ulangi.
Terhubung dengan orang lain
"Saya menghabiskan sedikit waktu tenang bersama suami saya setiap hari untuk membicarakan tentang 'kami'," kata Gail Saltz, MD. "Melakukan hal itu membuat hubungan kami tetap kuat, dan itu membuat saya bahagia."
Menurut Saltz, komunikasi positif adalah kunci kebahagiaan dalam semua hubungan, terutama hubungan yang romantis.
Tak hanya yoga
Meditasi dalam yoga dapat membuat pikiran lebih fokus dan jernih, yang akhirnya mengarahkan pikiran ke arah yang positif, sehingga lebih mudah menemukan kebahagiaan. Namun, bila Anda merupakan pria yang tak terpikir untuk beryoga, berenang bisa menjadi pilihan. Gerakan berulang alami selama berenang bisa membantu Anda untuk berpikir penuh perhatian.
"Untuk berenang dengan baik, saya harus berkonsentrasi hanya pada apa yang saya lakukan," Wheeler menjelaskan. "Saya fokus pada diri saya selama bernapas maupun bergerak. Sehingga ketika saya selesai, saya tidak merasa sakit, tapi segar dan berenergi," kata Wheeler, menambahkan bahwa 30 menit sampai satu jam berenang adalah istirahat meditasi yang sempurna selama hari yang sibuk.
PenulisAyunda Pininta
EditorLusia Kus Anna
SumberMSN

Senin, 04 September 2017

8 Kalimat Ini Bikin Anda Gagal


8 Kalimat Ini Bikin Anda Gagal Saat Wawancara Kerja

 http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/04/065900726/8-kalimat-ini-bikin-anda-gagal-saat-wawancara-kerja
 
 
 
 
Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 04/09/2017, 06:59 WIB
Ilustrasi wawancara kerja
Ilustrasi wawancara kerja(DragonImages)
JAKARTA, KOMPAS.com - Anda sudah melamar ke berbagai perusahaan impian, lalu akhirnya Anda dipanggil untuk mengikuti wawancara kerja.
Akan tetapi, ada baiknya Anda jeli dengan pernyataan atau pertanyaan yang Anda lontarkan kepada pihak perusahaan saat wawancara. Pasalnya, pihak perusahaan tidak hanya melihat CV Anda sebelum merekrut.
Kalimat yang Anda ucapkan pun bisa berpengaruh pada diterima atau tidaknya Anda ke dalam perusahaan tersebut.
Mengutip BusinessTech, Senin (4/9/2017), ada 8 kalimat yang membuat Anda tersandung dan akhirnya gagal dalam wawancara kerja. Berikut uraiannya:
1. "Saya sangat menginginkan pekerjaan ini"
"Anda mungkin bermaksud untuk menunjukkan keinginan Anda, namun kenyataannya ini menunjukkan keputusasaan Anda. Putus asa tidak baik dalam konteks apapun," kata Zachary Painter, penasihar karier dan manajer perekrutan ResumeGenius.com.
Painter menjelaskan, Anda harus terlihat percaya diri dan kompeten, bukan putus asa. Sebaliknya, katakanlah, "Saya sangat senang Anda mewawancarai saya dan saya menantikan diskusi lebih lanjut mengenai posisi ini."
2. "Apakah posisi ini memberikan tunjangan?"
"Kesalahan yang dibuat pelamar adalah menanyakan hal ini terlalu dini. Sebaliknya, ajukan pertanyaan mengenai bagaimana Anda bisa membantu perusahaan mencapai target," ujar April Klimkiewicz, seorang penasihat karier.
3. "Mmmm..."
Terkadang Anda blank atau bingung harus berkata apa saat wawancara kerja. Membiarkan jeda pembicaraan diisi dengan "mmmm..." atau ungkapan sejenis menunjukkan Anda tidak memiliki hal lain dalam pikiran.
"Kalau Anda butuh waktu sejenak untuk berpikir, cobalah katakan, "Itu pertanyaan yang bagus, coba saya pikirkan sebentar." Pernyataan ini membuat Anda lebih tenang dan tidak gugup," tutur Klimkiewicz.
4. "Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya..."
Menurut penasihat karier Donna Shannon, pernyataan semacam ini menyiratkan bahwa pewawancara tidak mendengarkan Anda. Bahkan, ini juga bisa mengisyaratkan Anda tidak memiliki pengalaman atau keahlian yang relevan, karena Anda harus mengulang informasi.
5. "Pekerja keras, cepat belajar, motivasi tinggi".
Anda boleh saja berpikir bahwa sifat ini adalah karakter positif yang Anda miliki. Akan tetapi, sifat-sifat ini sudah klise dan pasaran dalam dunia perekrutan kerja.
"(Sifat-sifat ini) klise yang tidak memiliki arti apa-apa. Sifat-sifat tersebut tidak mendeskripsikan apa yang membuat Anda spesial dan pantas untuk perusahaan itu," terang Aurora Meneghello, penasihat karier dan pendiri Repurpose Your Purpose.
6. "Seberapa besar kesempatan saya untuk diterima?"
"Kalau Anda menanyakan ini, kesempatan Anda nol, ini adalah keputusasaan. Cobalah menyatakan bahwa prospek bekerja di perusahaan ini sangat menyenangkan dan Anda akan menjadi tambahan yang bagus bagi tim," jelas Painter.
7. "Saya tidak memiliki pertanyaan apapun tentang perusahaan ini."
Painter menuturkan, pewawancara bukan sekedar basa-basi ketika bertanya pada Anda apakah Anda memiliki pertanyaan seputar perusahaan atau posisi yang dilamar. Pertanyaan semacam itu menguji ketertarikan dan pengetahuan Anda mengenai perusahaan.
8. "Kapan saya bisa mulai bekerja?"
Dengan pertanyaan ini, Anda bisa saja terlihat keren dan percaya diri. Namun, menurut Painter, ini malah membuat Anda terlihat arogan, tidak profesional, dan lancang. "Sebagai gantinya, katakanlah, "Terima kasih banyak atas waktunya. Saya menantikan kabar baik dari Anda"," saran Painter.

Jumat, 01 September 2017

10 Cara Agar Semakin Sukses



10 Cara Agar Semakin Sukses Saat Usia Masuk 30 Tahun

 http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/02/090000926/10-cara-agar-semakin-sukses-saat-usia-masuk-30-tahun
Kompas.com - 02/09/2017, 09:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi sukses bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Pernahkah terbersit bahwa untuk menjadi sukses kita harus berani mengambil risiko. Risiko bagi orang yang akan menuju kesuksesan adalah sebuah kegagalan.
Jarang sekali orang mencapai sukses tanpa sebuah kegagalan. Meskipun kesuksesan tersebut diwariskan pendahulunya, tetaplah sebuah kegagalan pasti akan dihadapi pada saat akan meneruskan kesuksesan tersebut. Apalagi bagi kita yang ingin meraihnya dari bawah.
Kesuksesan untuk Diraih dan Bukan Dibayangkan
Kesuksesan adalah sesuatu yang harus diraih dengan perlu pengorbanan dan kegigihan. Fase usia 20 tahun ke atas adalah fase kita memulai langkah untuk menuju sukses.
Di sinilah perjuangan kita dimulai. Usia 20 tahun adalah usia kita mempunyai banyak energi dan ide-ide cemerlang untuk dilaksanakan.
Kemajuan teknologi akan mempercepat pertumbuhan dan waktu menjadi sebuah hal yang biasa.
Peluang akan semakin terbuka dan persaingan akan semakin ketat. Pada usia 30 tahun, di sinilah fase di mana kita akan menginjak usia dewasa dan kemapanan dalam berpikir.
Apa saja yang harus dilakukan pada usia 30 tahun agar hidup lebih sukses?
1.Menjadikan Kegagalan sebagai Perubahan Haluan Menuju Kesuksesan
Peka terhadap sebuah kegagalan adalah hal yang kerap dilakukan orang yang sukses. Dengan cepat belajar dari kegagalan dan tahu apa yang harus dilakukan kemudian adalah ciri orang sukses.
Dalam menghadapi kegagalan, kita dituntut cepat dalam menetukan langkah apa yang harus dilakukan agar kegagalan tidak membayangi kita.
Banyak orang menerima kegagalan sebagai kutukan atau sebagai hal yang buruk. Orang yang sukses pasti akan menerima sebuah kegagalan sebagai ilmu dan cambuk agar dia dapat merubah haluan dan menetukan strategi berikutnya.
2.Tahu Bagaimana Mengelola Keuangan
Satu lagi ciri yang dimiliki orang sukses adalah tahu dengan benar bagaimana menangani keuangan. Kita memang terkadang lupa bahwa uang harus kita kendalikan, bukan kita yang dikendalikan uang.
Mengendalikan uang dan memperlakukan uang dengan benar bukan berarti kita menjadi kikir. Mengaggarkan uang yang benar adalah membelanjakan dan memisahkan antara keinginan dan kebutuhan.
3.Menganggap Waktu Sama Berharganya dengan Diri Sendiri
Orang yang sukses mempunyai kebiasaan menghargai waktu dan mengaturnya dengan baik. Karena itu, orang sukses membuat jadwal-jadwal agar waktu hari ini tidak terbuang dengan peruma.
Orang sukses cenderung memperlakukan waktu sebagai hal yang berharga. Sebab orang sukses tahu waktu tidak mungkin bisa kembali. Karena itu, orang sukses selalu mempunyai list dan prioritas dalam kesehariannya.
4.Bersosialisasi dengan Baik
Orang yang sukses adalah orang yang mampu bersosialisasi dengan baik. Orang sukses paham betul bahwa manusia tidak akan bisa lepas dari bantuan orang lain.
Mereka akan menjaga hubungan kemitraan sesama rekan bisnisnya ataupun rekan sejawatnya. Mereka akan menghargai sebuah kepercayaan dan menjaga benar apa-apa yang harus dilakukan.
5.Tekun dalam Berusaha
Orang yang sukses akan selalu menjaga konsistensi. Mereka akan selalu berusaha dan berusaha.
Pada usia yang ke-30, orang sukses cenderung tekun dan berusaha keras serta bersabar untuk mencapai impiannya.
Kesuksesan bukan milik orang yang pintar dan kaya, tetapi kesuksesan adalah milik orang yang tekun dalam berusaha.
6.Lebih Membutuhkan Kritikan Bukan Pujian
Orang sukses sangat menerima sebuah kritikan dan malah sebaliknya menghindari sebuah pujian yang berebihan.
Orang sukses tahu dari sebuah kritikan itulah dapat diketahui hal-hal yang dapat diperbaiki agar tidak terulang pada masa mendatang. Orang sukses sadar dengan banyaknya pujian akan meracuni dan membahayakan dirinya.
7.Punya Rasa Tanggung Jawab atas Apa yang Dilakukannya
Orang yang sukses akan mempunyai rasa tanggung jawab. Usia 30 tahun adalah usia yang matang. Di sinilah orang sukses menjadi orang yang dapat diandalkan dengan tanggung jawab yang diembannya.
Orang sukses sangat mengerti sebuah tanggung jawab dan juga tidak akan mencari kambing hitam atau mencari pembenaran atas kesalahan yang dilakukannya.
8.Mulai Membangun Bisnis
Pada usia 30 tahun, banyak orang sukses yang sudah mulai membangun bisnisnya sendiri. Karena fokus pada bisnis yang dirintisnya, orang sukses bisa saja memulai pensiun lebih awal.
Sebab orang sukses punya rencana, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang menyita perhatian.
9.Mudah Menyesuaikan Diri
Orang sukses memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan  hal-hal baru. Orang yang sukses akan dengan mudah mengenali hal baru dan menyesuaikan diri agar tidak rugi akibat tertinggal oleh hal-hal yang baru itu.
Dan juga orang sukses akan memiliki kepekaan terhadap lingkungan tempat bisnisnya. Dengan demikian, orang sukses cepat menyesuaikan dengan lingkungannya.
10.Tidak Mudah Percaya
Orang yang sukses akan menganalisis sebuah informasi yang diterimanya walaupun informasi itu sudah bersifat umum. Ia akan mencoba untuk menganalisis apakah memang benar informasi yang sudah umum itu menjadi hal yang terbukti kebenarannya.
Sifat ini biasanya adalah sifat dasar. Akan tetapi, kebanyakan dari kita menyembunyikan sifat itu dan takut menentang sesuatu yang sudah bersifat umum. Apalagi diakui kebenarannya oleh banyak pihak.
Usia 30 Tahun adalah Usia Matang
Menjalani usia yang matang bukanlah sebuah hal yang mudah terlebih lagi pada usia ini, tanggung jawab akan semakin besar.
Dituntut kecerdasan dan kedewasaan agar dapat melampauinya. Orang yang sukses adalah orang yang dengan gigih berusaha melalui masa-masa ini. Semoga saja kita adalah bagian dari orang yang dapat mengatasi masa-masa tersebut.