Rabu, 24 Oktober 2018

Manfaat Menulis Diary bagi Anak

aktivitas

Manfaat Menulis Diary bagi Anak

 https://www.haibunda.com/aktivitas/d-4272005/manfaat-menulis-diary-bagi-anak

Jakarta - Waktu kecil, Bunda sering menulis diary nggak? Sepertinya zaman dulu, menulis diary adalah satu hal yang pasti pernah dilakukan anak-anak, terutama anak perempuan. Kalau anak-anak zaman sekarang, sepertinya jarang deh, Bun yang masih menulis diary. Padahal, menulis diary bermanfaat lho bagi kesehatan mentalnya.

Dilansir Stuff, beberapa ahli kesehatan mental setuju bahwa menulis diary dapat membantu perawatan kesehatan mental. Diary dapat diisi dengan beragam ekspresi, mulai dari tulisan, gambar, atau sekadar coretan-coretan tangan. Lagi pula, nggak ada yang membatasi gimana seharusnya cara menulis diary kok, Bun.

Seorang konselor bernama Jaime Malone dari New Jersey berpendapat menulis diary dapat membantu anak mengambangkan rasa kepemilikan dan kontrol positif atas emosinya. Nah, kedua keterampilan ini berguna ketika anak menghadapi lingkungan tertentu yang menakutkan atau mencemaskan. Misalnya, lingkungan sekolah atau lingkungan rumah baru.



"Diary memungkinkan anak untuk mengeksplorasi emosi dan mengungkapkan perasaan, menghubungkan makna dari apa yang terjadi dan bagaimana cara menyelesaikan masalahnya," ujar terapis pernikahan dan keluarga, Kristie Arguette.

Ilustrasi anak menulis diaryIlustrasi anak menulis diary/ Foto: iStock
Terkadang, anak-anak sulit mengungkapkan apa yang mereka rasakan, Bun. Siapa tahu, dengan menulis diary, anak jadi lebih mudah mengekspresikan perasaannya. Melalui diary, anak juga bisa belajar tentang kepemilikan, yaitu memiliki informasi dan cerita pribadi yang tersimpan di diary tersebut.

Menulis juga dapat meningkatkan fungsi kognitif lho, Bun. Menurut grafolog Deborah Dewi, semakin sering seseorang menulis tangan maka saraf otaknya akan semakin kuat. Dengan menulis seseorang dipaksa untuk menggerakan banyak ototnya dan melatih fokus.

"Menulis tidak hanya mengasah otak dan pikiran tapi juga membantu menyusun hidup kita jadi teratur dan terarah. Mau menulis diary juga nggak masalah yang penting kan menuliskan pokok pikiran," ujar Deborah dikutip dari detikcom.

Jadi, daripada anak nggak tahu harus mengekspresikan dirinya lewat apa, lebih baik Bunda berikan dia buku diary. Beri dukungan supaya dia mau menulis kesehariannya di diary. Selain sebagai terapi kesehatan mental dan membantu mengasah otak, menulis diary juga bisa mengembangkan kreativitasnya, Bun. Siapa tahu kelak si kecil akan jadi penulis.


 

 

Selasa, 06 Maret 2018

MEMBACA KEPRIBADIAN VIA MENGELOLA EMAIL

Senin, 26/02/2018 19:54 WIB
https://wolipop.detik.com/read/2018/02/26/175613/3887219/1133/4/ini-kepribadian-asli-orang-yang-suka-menumpuk-atau-hapus-email-di-inbox#picmp

Ini Kepribadian Asli Orang yang Suka Menumpuk atau Hapus Email di Inbox

Hestianingsih - wolipop
Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 4 dari 4
Ini Kepribadian Asli Orang yang Suka Menumpuk atau Hapus Email di Inbox 4
Foto: Thinkstock

3. Ignorer

Menumpuk ribuan bahkan puluhan ribu pesan di inbox tanpa membacanya, sebenarnya bukanlah perilaku yang terlalu bermasalah. Kebiasaan seperti ini mengindikasikan kamu orang yang sering kewalahan atau mungkin tidak pedulian. Tapi bisa jadi itu karena kamu merasa membuka email satu per satu adalah hal yang kurang penting.

"Kamu sadar dengan memonitor dan mengatur email-email itu tidak membantumu mencapai kemajuana. Dan itu pertanda kecerdasan," terang Ron Friedman, Ph.D.

Sebagian orang yang suka mengabaikan email masuk mungkin saja sebenarnya lebih teratur dan produktif dibandingkan yang lainnya.

"Email merefleksikan prioritas kamu terhadap seseorang, bukan hanya pekerjaan penting yang memerlukan perhatianmu dengan segera," pungkasnya.
(hst/hst)