Minggu, 25 Oktober 2015

Kini, Orang seperti Risma Pun "Diganggu"


Kini, Orang seperti Risma Pun "Diganggu"

Senin, 26 Oktober 2015 | 05:30 WIB
 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/10/26/053000326/Kini.Orang.Seperti.Risma.Pun.juga.Diganggu.?page=1
KOMPAS.com/Achmad Faizal Risma membeli makanan Semanggi Suroboyo di festival Kampung Lawas Surabaya.

Terkait



                                  Oleh Rhenald Kasali                                      @Rhenald_Kasali

KOMPAS.com
 — Satu per satu tokoh perubahan Indonesia mulai diperkarakan. Setelah RJ Lino dipansuskan, hari Sabtu kemarin kita membaca berita tentang Risma ditersangkakan.

Beruntung, berita kriminalisasi terhadap Risma cepat diangkat media, dan dalam hitungan menit semuanya berubah.

Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengaku bingung karena setahunya kasus itu sudah dihentikan. Pembaca Kompas menulis, "Kalau Kapolrinya saja bingung, apalagi kita?"

Saya ingin mengingatkan kepada semua penyidik, auditor, dan penegak hukum, bekerjalah dengan akal dan budimu. Jangan mudah diperalat oleh kekuatan tersembunyi, massa yang digerakkan kelompok tertentu, atau oleh orang-orang yang berkepentingan.

Carilah bukti yang benar, bukan yang dibenar-benarkan. Penyidik bukan politisi, melainkan penegak dan pelindung kebenaran.

Setiap orang yang melakukan perubahan itu pada dasarnya adalah orang yang bekerja untuk kita, untuk kesejahteraan dan kehidupan anak-anak kita.

Mereka bukan hanya meminjamkan kecerdasannya, melainkan jauh lebih penting: keamanan hidup mereka.

Lihatlah apa yang terjadi dengan Munir? Bacalah pula sejarah. Perhatikan, hampir semua pejuang perubahan mati dibunuh bangsanya sendiri.

Bacalah tentang Ghandi, Martin Luther King, Abraham Lincoln, bahkan juga Marsinah dan Salim Kancil.

Bangsa ini juga harus belajar menghormati pelaku-pelaku perubahan, bukan menganiaya dan menjadikannya sebagai "santapan" .

Bukalah track record mereka, bandingkan antara tuduhan yang dibuat-buat dan hasil kerja nyata yang telah diberikan bagi bangsa.

Kalau tuduhan bisa dibuat-buat, hasil kerja nyata tak bisa dibantah. Hasil yang spektakuler juga belum tentu bisa diberikan oleh mereka yang mengaku mampu menggantikannya.

Mereka (yang mengaku mampu) bisa saja pandai, tetapi perubahan butuh lebih dari sekadar kepandaian, yaitu nyali.

Mereka diuji dengan uang

Saya tak begitu kenal dengan Risma walaupun beberapa kali duduk semimbar di berbagai kampus. Namun, kita semua tahu hasil kerjanya.

Kalaupun bertemu, kami hanya bersalaman, lalu saya lihat raut mukanya yang bahagia.


Seperti kepada RJ Lino, Ignasius Jonan, atau Risma, saya selalu berkata pendek kepada mereka, "Tetaplah sehat, semoga Tuhan selalu bersama Bapak/Ibu."

Hal yang sama juga diberikan kepada sahabat saya, Awang Faroek Ishak, yang sempat duduk di kursi roda setelah berjuang keras membatasi laju usaha tambang di wilayahnya karena merusak lingkungan.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh perubahan yang selalu diganggu. Apakah itu Kang Yoto (Bojonegoro), Ridwan Kamil (Bandung), Abdullah Azwar Anas (Banyuwangi), IB Rai Dharmawijaya Mantra (Denpasar), bahkan juga yang masih muda: Bima Arya Sugiarto (Bogor).

Semua orang itu mengaku sering diganggu. Tentu tingkat tekanan yang mereka hadapi berbeda-beda, dan daya lentur mereka tidak sama.

Namun, semakin mereka teguh, semakin diteriakkan kebalikannya. Mereka lebih suka memakai anggaran pembangunan untuk rakyat ketimbang menyetor untuk para politisi dan preman.

Karena itulah, mereka bisa dianggap kurang loyal. Aneh memang, semakin hari semakin banyak kita saksikan partai pendukung yang justru beralih menjadi penekan. Ini benar-benar anomali.

Yang ditekan pun bukan ide, melainkan orang, jabatan, dan selalu terkait dengan uang (anggaran belanja, investasi, kerja sama usaha, atau pembelian-pembelian).

Di media sosial pun akun-akun anonim bertebaran. Para mafia membentuk akun-akun dengan judul "anti-mafia", "pro-reformasi", "suara rakyat", dan sebagainya yang isinya justru berbalikan dengan judulnya.

Keberadaan mereka tentu karena ada yang memelihara dengan admin yang berjaga 24 jam memutarbalikkan kebenaran.

Non-finito

Dua bulan yang lalu, saya diajak sahabat saya yang mengajar di Firenze, Italia, untuk melihat karya seni rupa Michael Angelo. Dia pun menghadiahkan saya dua replika karya Angelo yang dikenal sebagai "The Naked Slaves".

"The Naked Slaves" sendiri terdiri atas 4 patung, yang aslinya setinggi lebih kurang 2,5 meter. Patung-patung itu telanjang, tetapi tidak porno; sesuai dengan zamannya, dibuat dalam era Renaissance.

Kala itu, para pematung pun hanyut dengan science, dan mereka belajar mengenai anatomi tubuh manusia.


Justru keindahan itu ada pada anatominya, bukan bungkus-bungkusnya yang bisa mengaburkan content (isinya).

Nah pertanyaannya, mengapa patung-patung itu tidak selesai? Betul, ke-4 patung itu dinamakan para ahli sebagai karya "non-finito" (tidak selesai).

Profesor tua yang menjadi koresponden untuk kajian-kajian yang saya lakukan itu menjelaskan, "Inilah bagian dari sejarah penting Italia. Anda tahu kan, abad ke-17 hingga ke-18, Italia dikuasai mafia. Mereka terus menganggu wali kota, gubernur, seniman besar, dan penguasa. Mafia terus menekan agar karya-karya mereka tak selesai, lalu dihujat oleh massa agar kehilangan kredibilitas, lalu dituding korupsi walaupun tak ada buktinya sama sekali."

Saya jadi teringat ucapan Risma saat ia "tak diberikan lawan" oleh partai-partai politik yang berseberangan dengan dirinya.

Di Kompas edisi 9 Agustus 2015, saya membaca kalimatnya: Mimpi saya belum terwujud. Apa saja mimpi-mimpi itu?

"Banyak yang belum tuntas, terutama infrastruktur, seperti jalan lingkar luar barat, luar timur, underpass di Jalan Mayjen Sungkono, pembangkit listrik (tenaga) di Benowo, dan trem yang melingkari kota Surabaya."

Kalau semua itu menjadi nonfinito, maka publik hendaknya belajar tiga hal ini. Pertama, setiap kali sebuah infrastruktur selesai, maka bukanlah kontraktor atau wali kota yang diuntungkan.

Apakah itu pelabuhan, jalan tol, kereta cepat, pembangkit listrik, pasar, atau sekadar gorong-gorong di tepi jalan, bila semua itu selesai, maka yang sudah pasti diuntungkan adalah kita, masyarakat.

Kedua, di mana ada proyek, sudah hampir pasti di situ terjadi perebutan dan persaingan. Ada yang mau bekerja tak terima uang, tetapi malah dituding mencuri.

Ada yang mau kerja, tetapi diperas kanan kiri sehingga tidak tuntas. Ada yang terima uang, tetapi tidak memberi kontribusi apa-apa, lalu menuding yang tak terima uang sebagai koruptor.

Ini biasa sekali terjadi di sini. Polanya selalu demikian dalam perubahan.

Ketiga, ingatlah ini. Kalau pemimpin terus diganggu, yang pertama-tama dirugikan adalah kita. Saya tak tahu persis apakah Anda mengamati bahwa ada demikian banyak pekerjaan besar yang non-finito.


Lihatlah tiang-tiang monorel warisan Gubernur Sutiyoso yang tak diteruskan oleh Gubernur Foke.

Lihat juga tiang-tiang konstruksi di atas Kalimalang Jakarta yang mangkrak sekitar 17 tahun dan baru dibangun kembali oleh Menteri BUMN Rini Soemarno lewat BUMN-BUMN di bawah kendalinya.

Yang jelas, negeri ini tak akan maju-maju. Jalan semakin macet, asap semakin pengap, kita hanya membaca keluhan demi keluhan.

Padahal saat orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang itu di-bully mafia, kita mendiamkannya.

Kita suka lupa, kegaduhan dan pertentangan itu sangat diinginkan bangsa-bangsa asing yang merebut pasar Indonesia.

Lihat saja jalan macet, siapa yang diuntungkan? Sudah begitu banyak kaki tangannya yang ikut berkelahi melawan bangsanya sendiri seakan-akan bangsa kita selalu bodoh, tak mengerti hukum, salah memilih, dan seterusnya.

Kita selalu merasa paling tahu, paling benar, dan paling suci.

Change leader tak butuh jabatan

Saatnya kita mengawal perubahan, bukan jabatan seseorang. Jabatan itu, bagi seorang change maker, hanyalah bersifat sementara dan tak penting-penting amat.

Kalau ingin mencopot, ya copot saja. Mereka yang bersungguh-sungguh membangun tak mau berkompromi karena memang bukan itu tujuan mereka bekerja.

Tujuan mereka hanyalah satu: pembaruan. Kitalah yang punya kepentingan, masyarakat luas yang berhak mendapatkan orang-orang terbaik.

Harap diingat, perubahan itu tidak mudah, tetapi kita harus memperjuangkannya.


ist Prof Rhenald Kasali
Prof Rhenald Kasali adalah Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pria bergelar PhD dari University of Illinois ini juga banyak memiliki pengalaman dalam memimpin transformasi, antara lain menjadi anggota Pansel KPK sebanyak 4 kali dan menjadi praktisi manajemen. Ia mendirikan Rumah Perubahan, yang menjadi acuan dari bisnis sosial di kalangan para akademisi dan penggiat sosial yang didasari entrepreneurship dan kemandirian. Terakhir, buku yang ditulis berjudul Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger.

Sabtu, 03 Oktober 2015

8 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya

8 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya

Sabtu, 3 Oktober 2015 | 17:40 WIB
 http://health.kompas.com/read/2015/10/03/174041923/8.Jenis.Kecerdasan.Anak.dan.Cara.Mengembangkannya?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
shutterstock
JAKARTA, KOMPAS.com – Tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat Thomas Armstrong mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences atau kecerdasan multipel.
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh pakar pendidikan yang juga dari Universitas Havard, Howard Gardner. Howard membaginya menjadi delapan jenis kecerdasan anak, yaitu word smart (kecerdasan linguistik), number smart (kecerdasan logika atau matematis), self smart  (kecerdasan intrapersonal), people smart (kecerdasan interpersonal), musik smart (kecerdasan musikal), picture smart (kecerdasan spasial), body smart (kecerdasan kinetik), dan nature smart (kecerdasan naturalis).
Thomas menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menojol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. Untuk itu, menurut Thomas, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya.
“Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Thomas dalam talkshow bertajuk Beda Anak Beda Pintar oleh S-26 Procal Gold Wyeth Nutritional di Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Thomas menegaskan, orangtua tidak bisa memaksa bakat yang dimiliki anak. Anak seharusnya didukung sesuai minatnya. Seperti apa 8 tipe kecerdasan anak ini? Berikut penjelasannya dan cara mengembangkannya.
1. Word smart (kecerdasan linguistik)
Jenis kecerdasan ini  berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa baik dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara. Kecerdasan linguistik dapat dilihat ketika anak suka membaca, cepat bisa mengeja kata dengan baik, suka menulis, suka berbicara, dan mendengarkan cerita.

Jika anak menunjukkan kesukaannya seperti ini, orangtua bisa memberikan buku-buku cerita, mainan huruf alphabet, kertas untuk menulis, atau mainan yang berkaitan dengan huruf dan kata-kata lainnya yang bisa menstimulasi kecerdasannya ini.

Orangtua juga bisa mendukung anak dengan sering mengajaknya bercerita, membaca bersama, membacakan dongeng, dan melakukan dialog berdua dengan anak.

2. Number smart (kecerdasan logika atau matematis)

Jenis kecerdasan ini bisa ditandai ketika anak tertarik dengan angka-angka, menyukai matematika, dan hal-hal yang berbau sains, maupun yang berhubungan dengan logika.

Untuk  mengasah kemampuannya ini, berikan anak-anak alat berhitung yang menarik, benda-benda untuk dihitung, balok bertulisan angka-angka, puzzle, hingga timbangan untuk mengukur berat.

Orangtua bisa mengajak anak mengunjungi museum ilmu pengetahuan, mengajak anak bermain sambil menghitung, atau bermain monopoli.
3. Self smart  (kecerdasan intrapersonal)Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung lebih suka bermain sendiri. Namun, ia bisa mengatur emosi dengan baik. Anak ini biasanya memiliki ambisi dan sudah tahu ingin jadi apa saat besar nanti. Ia juga memiliki rasa percaya diri yang kuat dan bisa mengomunikasikan perasaannya dengan baik.                                                                           

Jika si kecil menunjukkan tanda kecerdasan ini, berikan ia dukungan dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk bermain sendiri, boneka, atau mainan untuk main peragaan. Orangtua bisa mengajak si kecil berbicara mengenai perasaannya dan menanyakan pendapat mereka tentang berbagai hal. Bisa juga dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang bersifar reflektif seperti yoga.
4. people smart (kecerdasan interpersonal)
Berbanding terbalik dengan self smart, anak yang memiliki tipe kecerdasan ini lebih suka bermain dengan banyak orang. Anak juga memiliki empati, mampu memahami perasaan orang lain, dan cenderng menonjol sehingga suka memimpin saat bermain.
Anak seperti ini sangat cocok diberikan kostum-kostum untuk bermain drama atau teater boneka. Orangtua bisa mengajak mereka bermain bersama di luar rumah atau sering mengajak si kecil datang ke acara keluarga untuk bersosialisasi.
5. Music smart (kecerdasan musikal)
Kecerdasan musikal barangkali salah satu tipe kecerdasan yang paling mudah dilihat oleh orangtua. Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan ini, antara lain suka bernyanyi, menggoyangkan badan atau berjoget ketika mendengar suara musik, suka mendengarkan musik, mengingat lagu, suka memukul-mukul seperti bermain drum, dan main piano.
Untuk mendukung minat anak di bidang musik, berikanlah ia alat musik seperti drum kecil, keyboard, piano, pianika, dan berbagai alat musik lainnya. Ajaklah si kecil bermain musik bersama, bernyanyi, mendengarkan musik, bahkan mengajaknya menonton konser musik anak-anak.
6. Pictue smart (kecerdasan spasial)
Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya terlihat dari kesukaannya menggambar, mencorat-coret kertas, mewarnai, suka berimajinasi, hingga suka bermain-main membangun sesuatu menggunaan balok.
Untuk anak ini, berikanlah buku gambar, perlengkapan untuk mewarnai seperti kuas dan cat air, dan kamera. Seringlah melakukan kegiatan menggambar bersama hingga mengunjungi museum seni.
7. Body Smart (kecerdasan kinetik)
Anak yang memiliki kecerdasan body smart sangat aktif, seperti suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu dengan tangannya.
Untuk mendukung kecerdasannya, berikan anak mainan balok-balok kayu, kantong pasir agar ia bisa membuat suatu bangunan atau rumah-rumahan. Bisa juga memberikan anak tali untuk bermain lompat tali.

Anak seperti ini sangat senang diajak berolahtaga bersama keluarga, membuat prakarya, atau memonton pertunjukkan balet atau teater.
8. Nature smart (kecerdasan naturalis)
Anak-anak yang memiliki kecerdasan naturalis sangat suka bermain di alam. Anak ini juga menyukai binatang, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, suka dengan tanaman.

Untuk mendukungnya, berikan anak binatang peliharaan, akuarium, sediakan kebun dan tanaman, hingga alat teropong untuk melihat burung-burung.

Anak seperti ini sangat suka diajak berjalan-jalan di alam bebas, pergi ke kebun binatang, dan melakukan kegiatan berkebun bersama sambil mengenal jenis tanaman dan hewan atau serangga yang ditemui..

Jumat, 04 September 2015

8 Cara Sehat Meningkatkan Kekuatan Otak

8 Cara Sehat Meningkatkan Kekuatan Otak

Jumat, 4 September 2015 | 10:01 WIB
 http://health.kompas.com/read/2015/09/04/100100423/8.Cara.Sehat.Meningkatkan.Kekuatan.Otak
SHUTTERSTOCK Ilustrasi mendengarkan musik
KOMPAS.COM - Kekuatan otak adalah topik menarik yang membawa para peneliti turun ke lapangan. Akan selalu ada sesuatu yang menarik untuk ditemukan dalam studi baru yang berfokus pada bagaimana otak bekerja dan bagaimana kita bisa meningkatkan kekuatannya. Apalagi, otak manusia memang memiliki karakter yang unik jika dibandingkan dengan makhluk lain di dunia.

Ada banyak cara untuk meningkatkan kekuatan otak Anda dan itu bisa dilakukan pada usia berapa pun, karena otak tak pernah berhenti berkembang. Studi menunjukkan, pagi hari adalah waktu terbaik untuk meningkatkan aktivitas otak Anda. Para ahli menyarankan 8 “obat” untuk meningkatkan kekuatan otak di pagi hari.

Banyak cara yang yang dilakukan untuk membuat otak bekerja lebih baik. Tahukah Anda bahwa makanan memainkan peranan penting? Banyak orang berpikir, makanan yang dikonsumsi hanyalah untuk kekuatan fisik. Padahal, makanan juga berperan dalam meningkatkan kekuatan otak Anda.

Salah satu cara meningkatkan kekuatan otak di pagi hari adalah mulai dengan sarapan yang sehat. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mengambil keputusan dan belajar berbagai hal. Intinya pada pagi hari, otak siap mulai bekerja. Berikut ini 8 cara meningkatkan kekuatan otak di pagi hari:

1. 
Mandi dengan air dingin
Mandi dengan air dingin adalah salah satu cara ampuh meningkatkan kekuatan otak Anda di pagi hari. Cobalah segera mandi dengan air dingin sesaat setelah bagung tidur. Ini akan meningkatkan kualitas otak dan meningkatkan produktivitas Anda saat bekerja.

2. Mendengarkan musik favorit
Terapi musik sangat terkenal dan disarankan oleh para dokter. Anda bisa memainkan musik favorit untuk memulai hari Anda. Bukan hanya dapat mengurangi stres, tapi juga memberi energi yang cukup untuk otak dan akan membuat Anda aktif baik mental maupun fisik

3. 
Bagun tidur tepat waktu
Pastikan Anda bangun di waktu yang sama setiap hari. Bagun tidur di waktu yang sama akan membantu meningkatkan kekuatan otak. Kebiasaan ini akan membantu Anda mudah mengambil keputusan dan Anda akan penuh energi sepanjanjang hari.

4. 
Nikmati secangkir kopi
Menikmati secangkir kopi dalam jumlah secukupnya dapat meningkatkan kemampuan otak Anda. Menurut penelitian, kopi dalam jumlah cukup dapat member keajaiban pada otak Anda dan akan meningkatkan kemampuan ingatan Anda.

5. 
Sarapan sehat
Sarapan sehat dipercaya sebagai penambah energi untuk tubuh manusia di berbagai usia. Ini adalah salah satu cara terbaik dan termudah yang sebaiknya tidak dilewatkan, untuk meningkatkan kemampuan otak.

6. 
Olahraga
Seiring dengan mengonsumsi makanan sehat, Anda pun perlu melakukan olahraga. Tak perlu terlalu lama, tapi dilakukan secara rutin untuk membantu memperkuat kinerja otak. Selain itu, melakukan meditasi setiap pagi juga dapat meningkatkan memori.

7. 
Isi  teka-teki silang
Kemampuan otak akan lebih kuat jika sering dilatih. Salah satu latihan untuk otak Anda adalah megisi teka-teki silang atau merangkai puzzle. Lakukan setiap pagi, ini dapat meningkatkan kekuatan otak Anda.


8. 
Tidur cukup
Salah satu faktor terpenting adalah tidur cukup. Orang dewasa membutuhkan tidur selama tujuh jam untuk membuat otak lebih kuat. Tidur nyenyak akan membuat tubuh dan pikiran lebih segar.
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Boldsky

Sabtu, 29 Agustus 2015

MBAH SADIMAN: PAHLAWAN LINGKUNGAN WONOGIRI

Sabtu 29 Aug 2015, 13:03 WIB
 http://news.detik.com/berita/3004524/seharusnya-pemerintah-turun-tangan-bantu-mbah-sadiman-hijaukan-bukit-gendol

Seharusnya Pemerintah Turun Tangan Bantu Mbah Sadiman Hijaukan Bukit Gendol

Danu Damarjati - detikNews
Seharusnya Pemerintah Turun Tangan Bantu Mbah Sadiman Hijaukan Bukit Gendol Foto: Muchus Budi/detikcom
Jakarta - Mbah Sadiman (65) telah belasan tahun berjuang menghijaukan Bukit Gendol di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dia menanam pohon-pohon dengan tangannya sendiri, meski pihak Kecamatan dahulu sempat menolak mendukungnya.

Dulu Mbah Sadiman boleh dianggap kurang waras. Namun kini, wilayah tempat Mbah Sadiman berjuang telah hijau. Air mengalir meski musim kemarau. Masyarakat telah merasakan manfaatnya dari upaya yang dilakukan Mbah Sadiman sendiri.

"Apa yang dilakukan Mbah Sadiman itu seharusnya adalah tugasnya pemerintah daerah dan provinsi. Seharusnya, pemerintah daerah malu," kata Ketua DPD Irman Gusman menanggapi aksi Mbah Sadiman, Sabtu (29/8/2015).

Kini, setelah aksi heroik Mbah Sadiman tersorot publik, pemerintah harus lebih menaruh perhatian kepada upaya-upaya masyarakat serupa. Irman menyatakan, sekarang sudah ada dana desa yang anggarannya perlu disalurkan tepat sasaran, disalurkan kepada kegiatan seperti yang Mbah Sadiman lakukan.

"Beliau, seorang pahlawan!" kata Irman.

Pemerintah perlu mendukung secara nyata Mbah Sadiman. Upayanya, meski dalam lingkup lokal, namun sesuai dengan tujuan kerangka dunia Millenium Development Goals serta Sustainable Development Goals, yang perhatian kepada masalah lingkungan, perubahan iklim, kemiskinan, hingga angka kematian bayi.

"Masalah kelangkaan air (yang bisa diatasi Mbah Sadiman) adalah masalah global, bukan hanya masalah di kampung Mbah Sadiman saja. Bila gerakan itu dilakukan secara masif, menurut saya itu harus menjadi arus utama gerakan masyarakat," ujar Irman.



Pahlawan Penghijauan Dari Wonogiri

Negara Puji Aksi Mbah Sadiman yang Hijaukan Bukit Gendol

Moksa Hutasoit - detikNews
 http://news.detik.com/berita/3004468/negara-puji-aksi-mbah-sadiman-yang-hijaukan-bukit-gendol
Negara Puji Aksi Mbah Sadiman yang Hijaukan Bukit Gendol Foto: Muchus Budi/detikcom
Jakarta - Pemerintah memuji setinggi langit aksi Mbah Sadiman yang sendirian menghijaukan Bukit Gendol, Wonogiri. Pemerintah berharap masih banyak 'Mbah Sadiman' lainnya di pelosok nusantara.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengaku sudah mendengar sepak terjang Mbah Sadiman di Wonogiri. Malah Siti memerintahkan anak buahnya untuk mendatangi Mbah Sadiman.

"Aksi Mbah Diman sangat patut diapresiasi dan dihargai," kata Siti saat dihubungi, Sabtu (29/8/2015).

Siti percaya dengan niat tulus yang dilakukan Mbah Sadiman belasan tahun sendirian menghijaukan Bukit Gendol. Bagi Siti, sosok Mbah Sadiman meyakini pentingnya arti sebuah tumbuhan untuk menjaga stabilitas alam dan lingkungan.

Pihaknya saat ini memang sedang mencari sosok seperti Mbah Sadiman di seluruh Indonesia. Dan dia yakin masih banyak orang yang sangat peduli pada Penghijauan tanpa perlu gembar-gembor ke media massa.

Aksi Mbah Sadiman memang sudah selayaknya menjadi panutan banyak pihak. Bekerja diam tanpa suara, dia tanam banyak pohon-pohon pengikat air di Bukit itu.

Hasilnya, musim kemarau yang mengancam banyak daerah, justru tidak berpengaruh di Bukit itu. Air tetap bisa mengalir deras dan jernih. Bukit Gendol dan Ampyangan pun terus terlihat asri.



Jumat 28 Aug 2015, 18:24 WIB

Pahlawan Penghijauan Dari Wonogiri

Tanpa Mbah Sadiman yang Tanam Beringin, Tak Ada Air dari Bukit Gendol

Muchus Budi R. - detikNews
 http://news.detik.com/berita/3004225/tanpa-mbah-sadiman-yang-tanam-beringin-tak-ada-air-dari-bukit-gendol
Tanpa Mbah Sadiman yang Tanam Beringin, Tak Ada Air dari Bukit Gendol Foto: Muchus Budi/detikcom
Wonogiri - Apa yang dilakukan Mbah Sadiman (65) menanami lahan gundul di Bukit Gendol, Wonogiri dulu banyak disepelekan warga. Tapi belasan tahun kemudian, warga merasakan banyak manfaatnya. Sadiman sukses membawa kembali air yang hilang dari Bukit Gendol.

Kali di tengah bukit bahkan tetap mengalir deras di puncak musim kering seperti sekarang. Bukan hanya cukup untuk mengairi lahan pertanian di bawah gunung, air pegunungan yang bersih dan sejuk itu juga disalurkan dengan pipa-pipa untuk kebutuhan air bersih bagi warga dua desa yaitu Desa Geneng dan Desa Conto yang berada persis di kaki bukit.

"Ada 650 kepala keluarga di dua desa ini sangat tergantung pada keberadaan air bersih dari sungai Bukit Gendol. Orang yang selama ini tidak peduli bahkan sering mengganggu pohon beringin yang ditanam Mbah Sadiman itu sebenarnya juga bergantung pada sumber air bersih yang diupayakan Mbah Sadiman itu. Ini sangat memalukan sebenarnya. Bukannya membantu malahan justru sering mengganggu, padahal mereka sangat terbantu upaya Mbah Sadiman," ujar Suranto, ketua kelompok pengadaan air warga Desa Geneng, Kamis (27/8)

"Kami harus jujur mengatakan bahwa Mbah Sadiman ini pahlawan. Dulu banyak orang mencibir dan bahwa menilainya sebagai orang kurang waras karena setiap hari menanami lahan yang bukan miliknya dan pasti tidak memetik hasil untuk menebang atau menjualnya karena itu di lahan hutan. Namun sekarang seluruh warga menikmati hasil jerih-payah itu karena air kembali melimpah," ujar Wagiyono, Wakil Ketua Lingkungan Masyarakat Dekat Hutan (LMDH) Desa Geneng.

Mbah Sadiman merasa malu jika semasa hidupnya tak pernah melakukan kebaikan. Dia berlepas dari keinginan membuat pencitraan untuk tampil di permukaan sebagai pahlawan namun tak sedikitpun menyentuh akar persoalannya. Dia langsung bertindak, berbuat dan berkarya kemampuan dan ruang gerak yang dimampukan baginya.

Akhirnya Sadiman adalah jawaban atas seribu slogan tentang pembangunan. Moral dan mentalitasnya berbuah kebaikan yang akan terus terpatri di benak generasi mendatang, tanpa dia harus berkoar tentang revolusi mental.

Mbah Sadiman mengajarkan kita tentang berkarya, berbuat kebaikan untuk masa depan tanpa merasa sebagai orang yang penting karena bersahabat dengan alam adalah bagian dari kewajiban kita sebagai bagian alam raya. Darinya kita mengambil makna tentang mengabdikan kebaikan kepada kemanusiaan tanpa rasa ingin memetik hasilnya.

Kita harus berkaca, di saat kita telah sok merasa penting, apakah kita telah mampu berbuat banyak dalam menjaga kebaikan bersama dan nilai kemanusiaan seperti Mbah Sadiman. Kita harus berkaca, di saat kita masih menginginkan sesuatu yang berlebih, Mbah Sadiman mengajarkan kesahajaan. Sebab konon separuh kerusakan yang terjadi di muka bumi ini disebabkan oleh orang-orang yang merasa penting, sedangkan separuhnya lagi akibat dari orang-orang serakah.
(mbr/dra)


Sabtu 29 Aug 2015, 10:22 WIB

Belajar Kerja, Kerja, Kerja, dan Ikhlas dari Mbah Sadiman Pahlawan Penghijauan

Muchus Budi R. - detikNews
 http://news.detik.com/berita/3004460/belajar-kerja-kerja-kerja-dan-ikhlas-dari-mbah-sadiman-pahlawan-penghijauan
Belajar Kerja, Kerja, Kerja, dan Ikhlas dari Mbah Sadiman Pahlawan Penghijauan Foto: Muchus Budi/detikcom
Wonogiri - Anda harus tahu siapa Mbah Sadiman (65). Dalam sunyi, dia bekerja sendiri menghijaukan Bukit Gendol di Wonogiri, Jateng. Belasan tahun dengan telaten dan sabar dia menanami Bukit Gendol dengan pohon beringin seorang diri. Alasan memilih beringin karena bisa menyimpan air.

"Sekarang tekad saya itu sudah membuahkan hasil karena sumber air kembali mengalir seperti kita saya masih kecil dulu," jelas Sadiman sumringah yang ditemui detikcom di desanya, Kamis (27/8).

Sadiman tak berharap pamrih. Beroleh izin dari Perhutani, sudah puluhan ribu pohon dia tanam. Dan kerennya si mbah ini yang hidupnya sederhana ini, merogoh kocek dari kantongnya sendiri untuk penghijauan. Dia tidak meminta uang dari siapapun, pengusaha apalagi pejabat. Bagaimana caranya?

Dia mencari bibit yang tumbuh liar secara kebetulan seperti sebelumnya. Dia melakukan pembibitan di pekarangan rumahnya. Setelah cukup besar bibit tanaman itu dibawanya naik ke gunung untuk ditanam di lokasi-lokasi yang yang kosong. Sambil melakukan penanaman, dia juga melakukan perawatan dan memeriksa tanamam yang telah ditanam sebelumnya.

Di pekarangannya juga disemai ratusan bibit pohon jati dan pohon cengkeh, namun bukan untuk ditanam di hutan. Kepada warga desanya Sadiman menawarkan bibit tanaman produktif itu dengan cara barter. Silakan ambil satu bibit pohon jati atau cengkeh asal ditukar dengan satu bibit pohon beringin. Beringin hasil barter itulah yang nantinya akan ditanamnya di hutan lereng gunung.

"Saya tidak terbebani apapun setiap hari harus naik turun ke hutan untuk menanam dan merawat pohon-pohon itu. Toh sekalian jalan saja, karena tanpa itupun saya juga harus ke hutan untuk mencari rumput. Istri saya juga tidak mempersoalkannya, karena setiap pulang ke rumah saya juga menbawa pulang kayu bakar kering dari hutan untuk memasak. Jadi kalau pulang saya bawa rumput dan kayu bakar," papar Mbah Sadiman.

Kerja, kerja, dan kerja Sadiman berbuah hasil. Kini Mbah Sadiman tak seorang diri bisa menikmati air yang kembali mengalir dari Bukit Gendol, tetapi juga ratusan warga Dusun Dali, Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri.

Bila Mbah Sadiman sudah berbuat, bagaimana dengan kita semua?

Jumat, 21 Agustus 2015

Dengan Kekurangannya, 5 Orang Ini Jadi Tokoh Inspirasional




VLOG

Dengan Kekurangannya, 5 Orang Ini Jadi Tokoh Inspirasional

Saat ini dia menjadi seorang pembicara inspirasional.
Dengan Kekurangannya, 5 Orang Ini Jadi Tokoh Inspirasional
Nick Vijicic, seorang tokoh inspirasional yang hidup tanpa lengan dan kaki (http://herbeat.com)

VIVA.co.id - Sebagai manusia terkadang kita cenderung lupa untuk selalu mensyukuri, apa yang kita telah kita miliki. Bahkan, bila kita mengalami suatu kegagalan seringkali kita menganggap kalau hidup kita begitu sial dan penuh dengan kekurangan.
Tetapi lihatlah kelima orang berikut ini, mereka adalah orang-orang yang mampu meraih kebahagiaan dengan kekurangan yang mereka miliki. Tentu saja orang-orang ini merupakan tokoh inspirasional yang perlu dijadikan contoh, dan memberikan semangat kepada kebanyakan orang agar tidak mudah menyerah dan selalu berusaha menjadi yang terbaik.

1. Nick Vujicic
Mungkin tidak banyak orang yang mengenal dirinya, tetapi Vijicic merupakan salah satu orang yang dapat menginspirasi orang lain untuk tetap bersyukur dengan apapun kondisi yang kita hadapi. Terlahir dengan keadaan tanpa lengan dan kaki, Vijicic banyak dijadikan contoh karena tetap mampu hidup dengan bahagia.
Saat ini dia menjadi seorang pembicara inspirasional, karena dia berhasil menjalankan hidupnya dengan bahagia walaupun dengan kekurangan yang dia miliki. Tanpa kaki dan lengan, tetapi lelaki ini tetap mampu melakukan berbagai aktivitas seperti orang normal lainnya seperti berenang, berselancar, bermain sepak bola dan golf, bahkan dia mampu menyelesaikan sekolah dan lulus dari universitas tanpa merasa malu dan rendah diri.

2. Liz Murray
Tidak banyak orang yang berhasil masuk untuk bersekolah di universitas yang sangat terkenal ini, Harvard University. Selain membutuhkan biaya yang besar, sekolah ini pun menuntut para mahasiswanya untuk memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Liz Murray, bukanlah seperti mahasiswa Harvard kebanyakan karena dia dilahirkan ditengah lingkungan yang sangat keras.
Kedua orang tuanya adalah pecandu narkotika dan mengidap penyakit AIDS, bahkan setelah ibunya meninggal pada saat usianya 15 tahun dia sudah menjadi tuna wisma. Tanpa putus asa, dia tetap bersekolah, kemudian masuk ke Humanities Preparatory Academy, setelah berhasil lulus dengan nilai yang sangat baik dia berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari New York Times, untuk bersekolah di fakultas Psikologi Harvard University.

3. Ben Underwood
Kemampuan yang dimiliki oleh Ben memang sangat luar biasa. Terlahir dalam keadaan buta, tetapi sejak usia 14 tahun Ben sudah dapat mahir bermain skateboard, sepeda, bahkan sepak bola. Ben mampu menguasai kemampuan mendeteksi sesuatu tanpa penglihatan tetapi menggunakan suara dan pendengaran.
Bahkan, dia mampu membedakan antara mobil dengan truk, dan dapat menemukan jalan pulang menuju kerumahnya walaupun berada di satu tempat yang baru dia kunjungi.

4. Sean Swarner
Swarner dikenal sebagai orang yang selalu bersemangat dalam berjuang melawan kanker. Terdeteksi mengidap penyakit kanker, Swarner tetap berhasil meraih impiannya dalam mendaki "7 Summits", tujuh puncak gunung tertinggi di dunia. Bahkan, dia tetap mampu mendaki menaklukkan puncak Everest disaat paru-parunya sudah tidak dapat bekerja dengan baik karena kanker yang dideritanya.

5. Patrick Henry Hughes
Mungkin sebagian besar orang sudah mengetahui musisi-musisi sukses yang memiliki kekurangan seperti Stevie Wonder dan Ray Charles. Hampir sama dengan mereka, Patrick Henry Hughes pun adalah seorang musisi hebat yang memiliki kekurangan, tetapi bukan hanya buta, Hughes terlahir tanpa mata dan lengan yang tumbuh tidak sempurna. Itu artinya, selain tidak dapat melihat, pria ini juga tidak dapat berjalan atau bergerak dengan normal.
Tidak putus asa dengan kekurangan yang dimilikinya, Hughes berhasil menjadi seorang musisi hebat yang mahir memainkan piano dan terompet. Dia telah meraih berbagai penghargaan dari penampilannya saat bermain piano, terompet, dan bernyanyi. Bahkan, saat ini Hughes berhasil menjadi anggota dari Louisville School of Music Marching Band walaupun dengan memainkan alat musik dari atas kursi rodanya.

Senin, 10 Agustus 2015

Orang Keras Kepala

Tips Menghadapi Orang Keras Kepala

Tipsiana.com -Setiap orang memiliki sifat dan cara berfikir yang berbeda, hal ini yang sering menjadi pemicu kesalah pahaman. Keadaan akan semakin ruwet bila anda bertemu dengan seseorang yang memiliki watak keras kepala. Karena orang berwatak keras kepala adalah orang yang berpegang teguh pada prinsipnya.

Bila kita tidak mampu memahami jalan pikirannya mereka akan mudah tersinggung dan marah kepada kita. Orang keras kepala biasanya memiliki emosi yang meledak-ledak, ini terjadi karena mereka bersikeras akan prinsip yang dipegangnya. Sayangnya sifat seperti ini akan memicu keegoisan sehingga mereka terlihat lebih mementingkan diri sendiri.

Kesabaran jadi kunci utama jika berhadapan dengan mereka yang keras kepala selain itu masih ada cara lain untuk melunakkan mereka.

1. Bersikap Tenang. Jika sebelumnya anda telah mengetahui sifat keras kepala mereka, cobalah untuk bersikap tenang. Jangan biarkan emosi anda yang malah akan membalikkan keadaan dengan membuat mereka berfikir bahwa mereka yang menang. Bila anda sudah mulai hilang kesabaran sebaiknya tinggalkan ruangan selama beberapa saat untuk menenangkan diri dan kembalilah setelah tenang.
2. Jangan Katakan Mereka Keras Kepala dan Langsung Menyalahkan. Sikap keras kepala sebenarnya merupakan bentuk defensif mereka. Dengan mengatakan mereka orang yang keras kepala, mereka akan memilih bungkam dan tidak akan berubah. Tahan kata-kata itu jangan sampai anda mengucapkannya kepada mereka.

3. Bersikap Tegas. Ketegasan kadang diperlukan untuk menghadapi orang keras kepala, alasan orang bersikap keras kepala karena orang disekitar lebih memilih mengalah kepada mereka. Jika orang tersebut mulai menunjukkan kemarahannya bersikaplah tenang dan utarakan alasan logis dan rasional mengapa ide anda penting. Saat mengutarakan alasan anda hindari menyebutkan nama dan berkata-kata dengan suara keras.

4. Menghargai Pendapatnya. Akui keberadaan mereka dan tunjukkan kepada mereka bahwa mereka memiliki ide yang bagus. Jangan sampai cara kita menerima ide mereka membuat mereka terlihat bodoh atau lemah. Utarakan kembali saran dan ide mereka dengan menambahkan ide anda juga tentunya. Dengan begitu mereka merasa lebih dihargai dan menerima ide anda dengan terbuka.

5. Berkompromi dengan Mereka. Setelah masing-masing ide diutarakan, mungkin anda tidak mendapatkan sepenuhnya apa yang menjadi ide anda tetapi dengan begitu anda sudah mendapatkan jalan tengah. Dengan kompromi dan negosiasi ide masing-masing pihak bisa dikolaborasikan.

6. Pahami Mereka. Orang keras kepala bukanlah orang yang jahat, mereka hanya orang yang ingin diakui keberadaan dan pemikirannya. Lakukan pendekatan persuasif kepada mereka dengan begitu secara perlahan mereka akan mulai membuka diri dan terbiasa dengan ide-ide anda, hingga orang tersebut nyaman dengan anda.

Minggu, 02 Agustus 2015

Manusia–manusia Rigid, Akan Sulit Sendiri




Ekonomi / Inspirasi

 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/03/054500426/Manusia.manusia.Rigid.Akan.Sulit.Sendiri?page=1

Manusia–manusia Rigid, Akan Sulit Sendiri

Senin, 3 Agustus 2015 | 05:45 WIB
ist Prof Rhenald Kasali
                                                    Rhenald Kasali
                                                   @Rhenald_Kasali

KOMPAS.com - Dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Frankfurt, duduk di sebelah saya salah seorang CEO perusahaan terkemuka Indonesia. Pria berkebangsaan India yang sangat berpendidikan itu bercerita tentang karir dan perusahannya.

Gerakan keduanya (karir dan perusahaannya) begitu lincah. Tidak seperti kita, yang masih rigid, terperangkap pola lama, seakan-akan semua layak dipagari, dibuat sulit. Perusahaan sulit bergerak, impor-ekspor bergerak lambat, dwelling time tidak konsisten. Sama seperti karier sebagian kita, terkunci di tempat. Akhirnya hanya bisa mengeluh.

Pria itu dibesarkan di India, kuliah S-1 sampai selesai di sana, menjadi alumni Fullbright, mengambil S-2 di Amerika Serikat, lalu berkarir di India sampai usia 45 tahun. Setelah itu menjadi CEO di perusahaan multinasional dari Indonesia.

Perusahaannya baru saja mengambil alih sebuah pabrik besar di Frankfurt. Namun karena orang di Frankfurt masih kurang yakin dipimpin eksekutif dari emerging countries, ia membujuk pemasoknya dari Italia agar ikut memiliki saham minoritas di Frankfurt. Dengan kepemilikan itu, pabrik di Frankfurt dikelola eksekutif dari Eropa (Italia).

Solved!

Itu adalah gambaran dari agility. Kelincahan bergerak yang lahir dari fenomena borderles world. Anehnya juga kita mendengar begitu banyak orang yang cemas menghadapi perubahan. Dunia sudah lebih terbuka, mengapa harus terus merasa sulit? Susah di sini, bisa bergeser ke benua lain. Tak ada lagi yang sulit. Ini tentu harus disyukuri.

Serangan Tenaga Kerja

Belum lama ini kita membaca berita tentang kegusaran seseorang yang tulisannya diforward kemana-mana melalui media sosial. Mulai dari berkurang agresifnya angka pertumbuhan, sampai serangan tenaga kerja dari China.

Berita itu di-forward kesana – kemari, sehingga seakan-akan  tak ada lagi masa depan di sini. Yang mengherankan saya, mengapa ia tidak pindah saja bekerja dan berimigrasi ke negara yang dipikirnya hebat itu?

Bekerja atau berkarir di luar negri tentu akan menguntungkan bangsa ini. Pertama, Anda akan memberi kesempatan kerja pada orang lain yang kurang beruntung. Dan kedua, Anda akan mendapatkan wisdom, bahwa hal serupa, komplain yang sama ternyata juga ada di luar negri.


 Rekan saya, CEO yang saya temui di pesawat Lufthansa tadi mengeluhkan tentang negerinya. “Orang Indonesia baik-baik, bekerja di Indonesia menyenangkan. Kalau diajari sedikit, bangsa Anda cepat belajar. Pikiran dan tindakannya terstruktur. India tidak! Di India politisi selalu mengganggu pemerintah. Irama kerja buruh tidak terstruktur. Pertumbuhan ekonomi terlalu cepat, membuat persaingan menggila. Rakyatnya makin konsumtif dan materialistis.” Kalimat itu ia ucapkan berkali-kali.

Susah? Kerja Lebih Profesional!

Di Italia, guide saya, seorang kepala keluarga berusia muda mengantar saya melewati ladang-ladang anggur di Tuscany, menolak menemani makan siang yang disajikan mitra kerja Rumah Perubahan di rumahnya yang indah. “Biarkan saya hanya makan salad di luar. Saya dilarang makan enak saat mengemudi,” ujarnya.

Kepada putra saya ia mengajari.  "Saat bekerja kita harus bekerja, harus profesional, gesit dan disiplin.  Cari kerja itu sulit, mempertahankannya jauh lebih sulit. Kita harus lebih kompetitif dari orang lain kalau tetap ingin bekerja," ujarnya.

Di dalam vineyard-nya yang indah, rekan saya menyajikan aneka makanan Italia yang lezat, lengkap dengan demo masak dan ritual mencicipi wine yang dianggap sakral. Di situ mereka berkeluh kesah tentang perekonomian Eropa yang terganggu Yunani belakangan ini. Dan lagi-lagi mereka menyebutkan kehidupan yang nyaman itu ada di Pulau Dewata, Bali dan Pulau Jawa. 

Ketika saya ceritakan bahwa kami di Indonesia juga sedang susah, dia mendengarkan baik-baik. “Dari dulu kalian terlalu rendah hati, selalu merasa paling miskin dan paling susah. Ketika kalian sudah menjadi bangsa yang kaya, tetap merasa miskin. Tetapi, saya tak pernah melihat bangsa yang lebih kaya, lebih merdeka, lebih bahagia, dari pada Indonesia.” Saya pun terdiam.

Di Singapura, saya mengirim berita tentang komplain terhadap masalah dollar AS dan ancaman kesulitan pada rekan lain yang sudah lima tahun ini berkarir di sana. Ia pun menjawab ringan, “Suruh orang-orang itu kerja di sini saja.”

Tak lama kemudian ia pun meneruskan. “Kalau sudah kerja di sini baru tahu apa artinya kerja keras dan hidup yang fragile.”

Saya jadi teringat curhat habis-habisan yang ia utarakan saat saya berobat ke negeri itu. “Mana bisa konkow-konkow, main Facebook, nge-tweet di jam kerja? Semua harus disiplin, berani maju, kompetitif, dan siap diberhentikan kalau hasil kerja buruk. Di negeri kita (Indonesia), saya masih bisa bersantai-santai, karyawan banyak, hasil kerja tidak penting, yang penting bos tidak marah saja,” ujarnya.



Saat itu ia tengah menghadapi masa probation atau percobaan. Sungguh khawatir kursinya akan direbut pekerja lain dari India, Turki,  dan Prancis yang bahasa Inggrisnya lebih bagus, dan ritme kerjanya lebih cepat. Ternyata bekerja di negeri yang perekonomiannya bagus itu juga tidak mudah. Padahal di sana mereka lihat kerja yang enak itu ya di sini.

Bangsa Merdeka Jangan Cengeng

Saya makin terkekeh membaca berita yang disebarluaskan para haters melalui grup-grup WA, bahwa pemerintah sekarang tidak perform, membiarkan sepuluh ribuan buruh dari China merangsek masuk ke negri ini. Sungguh, saya tak gusar dengan serangan tenaga kerja itu. Yang membuat saya gusar adalah kalau hal serupa dilakukan bangsa-bangsa lain terhadap tenaga kerja asal Indonesia di luar negri.

Penyebar berita kebencian itu mestinya lebih rajin jalan-jalan ke luar negri. Bukankah dunia sudah borderless, tiket pesawat juga sudah jauh lebih murah. Cara menginap juga sangat mudah dan murah. Kalau saja ia rajin, maka ia akan menemukan fakta-fakta ini: Sebanyak 300.000 orang tenaga kerja Indonesia bekerja di Taiwan. 250.000 lainnya di Hongkong. Lebih dari 100.000 orang ada di Malaysia. Selain itu, perusahaan-perusahaan kita sudah mulai mengepung Nigeria, Myanmar, dan Brazil. Bahkan juga canada dan Amerika.

Jadi bagaimana ya? Kok baru dikepung 10.000 saja kita sudah rasis? Ini tentu mengerikan.

Lalu dari grup WA para alumnus  sekolah, belakangan ini saja juga mendapat kiriman teman-teman yang kini berkarir di manca negara. Delapan keluarga teman kuliah saya ada di Kanada, beberapa di Jerman dan Eropa, puluhan di Amerika Serikat, dan yang terbanyak tentu saja di Jakarta. Semakin banyak orang kita yang berkarier bebas di mancanegara. Karir mereka tidak rigid.

Jadi, janganlah kita cengeng. Beraninya hanya curhat dan komplain, tapi tak berbuat apa-apa.  Bahkan beraninya hanya menyuarakan kebencian. Atau paling-paling cuma mengajak berantem dan membuat akun palsu bertebaran. Kita juga jangan mudah berprasangka.

Syukuri yang sudah didapat. Kecemasan hanya mungkin diatasi dengan berkomitmen untuk bekerja lebih jujur, lebih keras, lebih respek, lebih profesional, dan memberi lebih.

Kalau Anda merasa Indonesia sudah “berbahaya” ya belain dong. Kalau Anda merasa tak senang dengan orang lain, ya sudah, pindah saja ke luar negri. Mudah kok. Di sana Anda akan mendapatkan wisdom, atas kata-kata dan perbuatan sendiri. Di sana kita baru bisa merasakan kayanya Indonesia. Di sana kita baru tahu bahwa tak ada hidup yang mudah.


Prof. Rhenald Kasali adalah Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pria bergelar PhD dari University of Illinois ini juga banyak memiliki pengalaman dalam memimpin transformasi, di antaranya menjadi pansel KPK sebanyak 4 kali, dan menjadi praktisi manajemen. Ia mendirikan Rumah Perubahan, yang menjadi role model dari social business di kalangan para akademisi dan penggiat sosial yang didasari entrepreneurship dan kemandirian. Terakhir, buku yang ditulis berjudul Self Driving: Merubah Mental Passengers Menjadi Drivers.

Rabu, 29 Juli 2015

3 Prinsip Zen Untuk Hidup Sehat dan Bahagia

  • Health
  • Psikologi 
  • Sumber:  http://health.kompas.com/read/2015/07/30/120000523/3.Prinsip.Zen.Untuk.Hidup.Sehat.dan.Bahagia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

3 Prinsip Zen Untuk Hidup Sehat dan Bahagia

Kamis, 30 Juli 2015 | 12:00 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com
- Hidup hanya sekali dan sangat singkat, nikmatilah. Jangan biarkan tekanan hidup mengambil kebahagiaan Anda. Pelajari dan praktikkan tiga prinsip Zen ini untuk hidup yang lebih bermakna dan bebas stres. Zen adalah gaya hidup simpel yang mengutamakan keharmonisan antara tubuh dengan pikiran.

1. Mushin
Mushin secara sederhana berarti pikiran kita bebas dari pengaruh emosi atau penghakiman. Terdengar klasik, mungkin. Tapi cobalah praktikkan sungguh-sungguh. Berapa kali kita bersikap curiga pada orang, ide, atau tantangan baru?
Dia cuma seorang tetangga atau rekan kerja baru. Kebetulan, pada pertemuan pertama, kita tak suka caranya berkenalan atau caranya berpakaian, segera Anda memutuskan untuk tidak terlalu akrab dengannya. Atau ada berita buruk, lalu pikiran Anda langsung bekerja untuk mencari siapa yang patut disalahkan.
Mekanisme pertahanan dasar manusia memang demikian. Penemuan dalam bidang syaraf menyebutkan, bahwa jika kita tidak yakin apakah suatu akibat ditimbulkan oleh kejadian sebelumnya maka itu adalah bahaya.
Langsung menyimpulkan tanpa penelitian yang mendalam kerap merusak hubungan kita dengan orang-orang sekitar, membuat kita tidak bahagia. Mushin mengajar kita untuk tidak reaktif, berpikiran terbuka dan tidak membiarkan emosi memengaruhi pikiran. Lain kali kita menghadapi masalah atau situasi baru, kita dapat menghadapinya dengan pikiran yang lebih jernih dan objektif.

2. Zanshin
Zanshin artinya sadar terhadap diri dan lingkungan dan fokus pada saat ini, tidak membiarkan pikiran meliar menyesali masa lalu atau khawatir pada yang belum terjadi. Memberi perhatian pada apa yang kita kerjakan sekarang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menimbulkan rasa bahagia.
Hargai setiap proses yang terjadi dan hal-hal kecil dalam hidup. Itu akan membuat kita lebih mudah bersyukur dan menerima diri sendiri apa adanya. Plus dapat membantu mengurangi stres ketika apa yang kita harapkan tidak tercapai.
Contoh praktik Zanshin yang sangat sederhana; ketika mencuci piring, rasakan air yang mengalir di tangan, harumnya sabun, jari-jemari yang bergerak yang menghasilkan piring dan gelas yang bersih. Betapa beruntungnya kita masih bisa menikmati manfaat air, sabun dan bisa menggerakkan anggota tubuh.

3. Satori
Satori adalah keadaan alami pikiran manusia yang 100 persen selaras dengan gerak tubuh. Mencapai kondisi satori memang agak sulit di tengah segala macam kesibukan dan dunia yang bergerak sangat dinamis. Salah satu cara terbaik untuk mencoba untuk kembali ke keadaan alami ini adalah melalui meditasi.
Meditasi telah terbukti mengurangi stres dan kecemasan sambil meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi. Bermeditasi bahkan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh kita!
Duduklah yang nyaman dalam keheningan, dengan punggung tegak namun rileks bersandar atau didukung bantal, tutup mata dan bernapas dalam-dalam melalui hidung. Lakukan selama lima menit dan tingkatkan waktunya begitu Anda sudah mahir bermeditasi.
Jika cara ini masih sulit, coba cari satu benda kecil yang Anda suka, misalnya bunga mawar. Amatilah bunga itu untuk membantu konsentrasi.  Anda akan menyadari bahwa bunga mawar adalah satu ciptaan yang menakjubkan di setiap bagiannya. Hanya dengan mengamati bunga yang sederhana, kadar hormon kortisol yang diproduksi saat stres, turun. Penelitian ilmiah juga membuktikan, bahwa meditasi mampu meningkatkan kadar hormon dopamin dan serotonin yang menimbulkan perasaan senang di hati.
Hidup ini singkat, karena itu penting untuk membuat setiap hari berharga dan penuh syukur. Prinsip-prinsip Mushin, Zanshin, dan Satori akan membantu kita menjalani hidup yang terbaik setiap hari. Sehingga pikiran lebih sehat dan tubuh pun akan lebih sehat.


Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Mind Body Green magazine

Rabu, 22 Juli 2015

Agar Ingatan Anda Makin Tajam




Agar Ingatan Anda Makin Tajam Coba Lakukan Latihan Ini

By
on

Liputan6.com, London - Siapa sih yang tidak ingin memiliki ingatan tajam? Tentu semua orang tak ingin jadi pelupa. Agar melatih daya ingat tetap tajam coba rutin melatih menggerakkan mata dari sisi ke sisi lain selama 30 detik seperti diungkapkan studi dari Inggris.
Menurut studi yang dilakukan peneliti dari Manchester Metropolitan University gerakan mata horizontal mengaktifkan saraf-saraf di otak. Gerakan mata ke kiri mengaktifkan otak sebelah kanan, sementara gerakan mata ke kanan mengaktifkan otak bagian kiri. Hal ini membuat komunikasi di otak jadi lebih baik untuk mengingat kenangan.
Dalam penelitian ini, Parekr meminta 102 siswa untuk mengingat 15 kata. Setelah mendengar seluruh kata-kata, sepertiga partisipan diminta menggerakkan mata ke kanan dan kiri. Ternyata kemampuan mengingat orang-orang ini lebih baik dibandingkan yang menggerakkan mata ke atas bawah maupun tidak sama sekali.
"Gerakan mata bisa membantu orang untuk mengidentifikasi sumber paling benar di ingatan mereka," terang psikolog dari University of Toledo, Amerika Serikat, Stephen Christman, yang tidak terlibat dalam penelitian ini dikutip Live Science, Rabu (22/7/2015).
Melihat hasil positif ini, Parker menyatakan manfaat menggerakkan mata secara horizontal untuk ingan masih spekulatif, masih diperlukan peneletian lebih lanjut guna memahami bagaaimana gerakan mata memengaruhi memori.