Minggu, 14 Desember 2025

ORANG MUDA CERDAS

 ORANG MUDA CERDAS


1. SIAPA PENJAJAH di NEGERI INI?

MAHASISWI  BERORASI DI GEDUNG DPR

https://youtube.com/shorts/WnPHbiavH3Q?si=z0MCTYNeK5yf54f2




Dengar saya baik-baik.

Belanda  menjajah Indonesia 350 tahun.

TapI meski demikian lama – 350   tahun-,

Gunung (hutan) tidak digunduli  segila ini,

Sungai tidak diracuni sebangsat ini,

Kita merdeka 80 tahun.

Gunung  dicukur gundul,

Hutan dikuras musnah.

Tambang  dicakar  sedemikian serakah

Bumi dikuliti hingga runcing dan buncit

Sungai menjadi comberan.

Hutan menggunung

Infrastruktur dibangun asal jadi  lalu  roboh.

Ini bukan kesalahan penjajah masa lalu.

Ini ulah  hati dan otak serakah hari ini.

Hutan dijual,

Tambang digali hingga perut  bumi  robek

 Pantai  dan laut dikeruk  sampai nelayan tenggelam

Penjajah itu bukan Belanda

Penjajah itu pengkianat yang bersembunyi di balik jabatan  dan memakan bangsanya sendiri.

Rakyat disuruh sabar, ikhlas,

Jangan teriak nasionalisme  , jika anda menelanjangi negeri ini.

Jadi, jangan tanya   siapa  penjajahnya.

Sementara  kamu daum berdasi, duduk empuk, perut kenyang  dari penderitaan rakyat sendiri.


JPS, 15 Desember 2025. 



Selasa, 02 Desember 2025

JENIS- JENIS KECERDASAN (IQ, EQ,SQ)

 JENIS- JENIS KECERDASAN (IQ, EQ,SQ)


https://www.facebook.com/share/v/1Bhg2y9xAh/

Akun FB:  Ary Ginanjar Agustian


IQ – Intelligence Quotient. kemampuan menghitung dan mengeksekusi dengan benar.

Intelligence Quotient atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan suatu indikator kecerdasan intelektual, kemampuan menganilisis, atau logika seseorang. IQ ini memiliki keterkaitan dengan keterampilan berkomunikasi, respon atau tanggapan mengenai hal-hal yang ada di sekitarnya, serta kemampuan mempelajari materi-materi bilangan seperti matematika.

Emotional Quotient / EQ / EI: kemampuan mendeteksi,

Kecerdasan emosional, pada intinya adalah kemampuan kita untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengontrol emosi diri sendiri, orang sekitar, dan kelompok. Para peneliti EI mempunyai posisi bahwa EI lebih penting daripada sekadar kecerdasan kognitif. Goleman sendiri membagi kemampuan-kemampuan emosional menjadi 5 (lima) kemampuan :

  1. Kesadaran Diri
  2. Kontrol Diri
  3. Kemampuan Sosial
  4. Empati
  5. Motivasi

Goleman berpendapat bahwa tanpa kelima kemampuan ini, orang yang memiliki IQ tinggi akan terhambat dalam kegiatan akademik serta pekerjaan.


Walaupun laku keras di kalangan umum, banyak ilmuwan dan praktisi psikologis yang tetep skeptis sama kecerdasan emosional. Yang paling mereka kritik adalah pengetesannya. Ilmuwan harus bekerja berdasarkan bukti. Jika seorang ilmuwan di bidang apapun bikin suatu hipotesis, harus didukung sama pengukuran yang akurat.


Spiritual Quotient / SQ / SI

Spiritual Intelligence (SI) atau kecerdasan spiritual pertama kali digagas oleh psikolog yang bernama Danah Zohar, pada tahun 1997. Konsep ini dapat dibilang baru dalam dunia psikologi, karena konsepnya saja dianggap belum matang. Banyak kritik terkait konsep SI ini, bahkan bukan soal pengukurannya atau nilainya, tapi terkait konsep dasarnya. SI ini dibuat untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memaknai kehidupannya, jadi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan agama maupun kerohanian dalam konsep awam.

Secara umum, ketika seseorang dengan kemampuan EQ dan IQ-nya berhasil meraih prestasi dan kesuksesan, seringkali orang tersebut disergap oleh perasaan “kosong” dan hampa dalam celah batin kehidupannya. Hingga hampir-hampir diperbudak oleh uang serta tanpa tahu waktu dan mengerti dimana ia harus berpijak? Di sinilah kecerdasan spiritual atau yang biasa disebut SQ muncul untuk melengkapi IQ dan EQ yang ada di diri setiap orang. Danah Zohar dan Ian Marshall mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.


Spiritual Quotient (SQ) : tuntunan hati nurani,

Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri kita. Dari pernyataan tersebut, jelas SQ saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, karena diperlukan keseimbangan pula dari kecerdasan emosi dan intelektualnya. Jadi seharusnya IQ, EQ, dan SQ pada diri setiap orang mampu secara proporsional bersinergi, menghasilkan kekuatan jiwa raga yang penuh keseimbangan. Dari pernyataan tersebut, dapat dilihat sebuah model ESQ yang merupakan sebuah keseimbangan fisik, psikis dan spiritual. Kemampuan-kemampuan yang menurut Zohar tergabung dalam konsep SI antara lain : spontanitas, visioner, rasa kemanusiaan, kemampuan untuk bertanya hal-hal yang bersifat mendalam seperti “Siapakah saya dalam dunia ini?”.

DIMANA LETAK KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL?

Kecerdasan emosional itu seperti radar dalam diri manusia. Radar yang mampu mendeteksi ketika seseorang mulai keluar dari jalur nilai-nilai spiritualnya.

Bayangkan seperti pesawat yang sudah ditentukan arah dan tujuannya, ketika keluar jalur, radar memberi sinyal: offline… offline... Itulah EQ. Ia bekerja di limbic sistem, memberi peringatan agar kita kembali ke garis yang benar, ke jalur spiritualitas.

Tanpa kecerdasan emosional, manusia seperti pesawat tanpa radar, yang akhirnya menabrak gunung. Maka, spiritualitas adalah tuntunan hati nurani, emosionalitas adalah kemampuan mendeteksi, dan intelektualitas adalah kemampuan menghitung dan mengeksekusi dengan benar.

Ketiganya, IQ, EQ dan SQ harus bersatu agar hidup terarah, seimbang dan bermakna.


JPS, 3 Desember 2025. 



TOKOH INSPIRATIF: .............THOMAS ALFA EDISON DAN MAMANYA

 TOKOH INSPIRATIF:  .............THOMAS ALFA EDISON  DAN MAMANYA

https://www.facebook.com/share/v/1Kk48gjzmj/

Akun FB:  Hamdan Juhannis  (Rektor UIN  Makasar?) 

1.THOMAS ALFA EDISON DAN IBUNYA 

Thomas Alfa Edison, suatu hari, pada  saat  dewasa  membereskan  kamarnya.

Ia menemukan sebuah surat  kenangan dia sekolah. Surat itu tentang  dirinya yang dikirim kepada orang tuanya. 


Bunyinya sbb: 

Bu, kami mohon maaf,. Kami mengembalikan anak Ibu - Thomas Alfa Edison - ke rumah  agar dididik sendiri oleh Ibu karena guru kami tidak sanggup mendidiknya. Anak ibu mengalami  keterbatasan/ keterbelakangan  serius secara  mental.. Mulai besok, ia tidak bleh masuk sekolah.  . Itu suat aslinya. 

Thomas Alfa Edison membaca surat itu dengan berliang air mata. 

Tetapi pada masa lalu, Ibu Thomas Alfa Edison -  membaca suart itu di hadapan putranya dengan perspektif yang berbeda. Dia membacanya sebagai sebagai berikut. 


Anak Ibu seorang yang jenius. Sekolah kami  terlalu kecil untuknya. Kami tidak memiliki guru untuk mendidik dan mengajarnya.  Biarlah Ibu sendiri yang mendidiknya di rumah. 

atau

Ibu, kami mengembalikan anak Ibu ke rumah, karena guru kami  tidak mampu  mendidika anak Ibu yang angat genius. Karena itu kami kembalikan dia ke rumah agar  Ibu sendiri yang  mendidiknya. 


Thomas memutar memorinya. 

Ia menemukan kondii yang berbeda. 

Guru dan sekolah menilainya mengalami keterbeakanganan serius secara  mental, sementara Ibunya memiliki perspektif lain, yakni anak genius. Kata-kata adalah doa.  Ibunya merawat dan mendidik dan mengajar Thomas Lafa Edison dengan perspektif ini.  Ibunya berhasil. Edison bertumbuh menjadi pribadi yang  jenius. 

Di kemuian hari Thomas Alfa Edison menjadi terkenal dengan  penemuannya di bidang Ilmu Pengetahuan. I menermukan balon listrik yang kita gunakan secarang. 


Bagi Thomas,  Ibunya adalah manusia yang mampu mengubah perspektif . Thomas yang awalnya mengalami keterbatasan serius secra mental  menjadi  Thomas yang jenius. 


Thomas menulis dalam catatan hariannya: 


Saya adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental serius tetapi ibuku  seorang manusia yang sanat heroik , pahlawan besar untuk saya, mengunah keterbelaknngan mental menjadi genius. 


JPS, 3 Desember 2025. 





HAL YANG TIDAK TAMPAK TIDAK MUNGKIN TAPI MUNGKIN ?

 HAL YANG TIDAK TAMPAK TIDAK MUNGKIN TAPI MUNGKIN ? 


1. BERJA;AN DI ATAS AIR BERLASKAN BOTOL PLASTIK?



@NextwaveA.I

 

https://youtube.com/shorts/XH59CMR4Dqw?si=bStsKYNXU0MpJkyh

https://youtube.com/shorts/XH59CMR4Dqw?si=40SGA3ckCHrzgsDI



NB: Perlu untuk dicoba?