TOKOH INSPIRATIF: .............THOMAS ALFA EDISON DAN MAMANYA
https://www.facebook.com/share/v/1Kk48gjzmj/
Akun FB: Hamdan Juhannis (Rektor UIN Makasar?)
1.THOMAS ALFA EDISON DAN IBUNYA
Thomas Alfa Edison, suatu hari, pada saat dewasa membereskan kamarnya.
Ia menemukan sebuah surat kenangan dia sekolah. Surat itu tentang dirinya yang dikirim kepada orang tuanya.
Bunyinya sbb:
Bu, kami mohon maaf,. Kami mengembalikan anak Ibu - Thomas Alfa Edison - ke rumah agar dididik sendiri oleh Ibu karena guru kami tidak sanggup mendidiknya. Anak ibu mengalami keterbatasan/ keterbelakangan serius secara mental.. Mulai besok, ia tidak bleh masuk sekolah. . Itu suat aslinya.
Thomas Alfa Edison membaca surat itu dengan berliang air mata.
Tetapi pada masa lalu, Ibu Thomas Alfa Edison - membaca suart itu di hadapan putranya dengan perspektif yang berbeda. Dia membacanya sebagai sebagai berikut.
Anak Ibu seorang yang jenius. Sekolah kami terlalu kecil untuknya. Kami tidak memiliki guru untuk mendidik dan mengajarnya. Biarlah Ibu sendiri yang mendidiknya di rumah.
atau
Ibu, kami mengembalikan anak Ibu ke rumah, karena guru kami tidak mampu mendidika anak Ibu yang angat genius. Karena itu kami kembalikan dia ke rumah agar Ibu sendiri yang mendidiknya.
Thomas memutar memorinya.
Ia menemukan kondii yang berbeda.
Guru dan sekolah menilainya mengalami keterbeakanganan serius secara mental, sementara Ibunya memiliki perspektif lain, yakni anak genius. Kata-kata adalah doa. Ibunya merawat dan mendidik dan mengajar Thomas Lafa Edison dengan perspektif ini. Ibunya berhasil. Edison bertumbuh menjadi pribadi yang jenius.
Di kemuian hari Thomas Alfa Edison menjadi terkenal dengan penemuannya di bidang Ilmu Pengetahuan. I menermukan balon listrik yang kita gunakan secarang.
Bagi Thomas, Ibunya adalah manusia yang mampu mengubah perspektif . Thomas yang awalnya mengalami keterbatasan serius secra mental menjadi Thomas yang jenius.
Thomas menulis dalam catatan hariannya:
Saya adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental serius tetapi ibuku seorang manusia yang sanat heroik , pahlawan besar untuk saya, mengunah keterbelaknngan mental menjadi genius.
JPS, 3 Desember 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar