Selasa, 02 Desember 2025

TOKOH INSPIRATIF: .............THOMAS ALFA EDISON DAN MAMANYA

 TOKOH INSPIRATIF:  .............THOMAS ALFA EDISON  DAN MAMANYA

https://www.facebook.com/share/v/1Kk48gjzmj/

Akun FB:  Hamdan Juhannis  (Rektor UIN  Makasar?) 

1.THOMAS ALFA EDISON DAN IBUNYA 

Thomas Alfa Edison, suatu hari, pada  saat  dewasa  membereskan  kamarnya.

Ia menemukan sebuah surat  kenangan dia sekolah. Surat itu tentang  dirinya yang dikirim kepada orang tuanya. 


Bunyinya sbb: 

Bu, kami mohon maaf,. Kami mengembalikan anak Ibu - Thomas Alfa Edison - ke rumah  agar dididik sendiri oleh Ibu karena guru kami tidak sanggup mendidiknya. Anak ibu mengalami  keterbatasan/ keterbelakangan  serius secara  mental.. Mulai besok, ia tidak bleh masuk sekolah.  . Itu suat aslinya. 

Thomas Alfa Edison membaca surat itu dengan berliang air mata. 

Tetapi pada masa lalu, Ibu Thomas Alfa Edison -  membaca suart itu di hadapan putranya dengan perspektif yang berbeda. Dia membacanya sebagai sebagai berikut. 


Anak Ibu seorang yang jenius. Sekolah kami  terlalu kecil untuknya. Kami tidak memiliki guru untuk mendidik dan mengajarnya.  Biarlah Ibu sendiri yang mendidiknya di rumah. 

atau

Ibu, kami mengembalikan anak Ibu ke rumah, karena guru kami  tidak mampu  mendidika anak Ibu yang angat genius. Karena itu kami kembalikan dia ke rumah agar  Ibu sendiri yang  mendidiknya. 


Thomas memutar memorinya. 

Ia menemukan kondii yang berbeda. 

Guru dan sekolah menilainya mengalami keterbeakanganan serius secara  mental, sementara Ibunya memiliki perspektif lain, yakni anak genius. Kata-kata adalah doa.  Ibunya merawat dan mendidik dan mengajar Thomas Lafa Edison dengan perspektif ini.  Ibunya berhasil. Edison bertumbuh menjadi pribadi yang  jenius. 

Di kemuian hari Thomas Alfa Edison menjadi terkenal dengan  penemuannya di bidang Ilmu Pengetahuan. I menermukan balon listrik yang kita gunakan secarang. 


Bagi Thomas,  Ibunya adalah manusia yang mampu mengubah perspektif . Thomas yang awalnya mengalami keterbatasan serius secra mental  menjadi  Thomas yang jenius. 


Thomas menulis dalam catatan hariannya: 


Saya adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental serius tetapi ibuku  seorang manusia yang sanat heroik , pahlawan besar untuk saya, mengunah keterbelaknngan mental menjadi genius. 


JPS, 3 Desember 2025. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar