JENIS- JENIS KECERDASAN (IQ, EQ,SQ)
https://www.facebook.com/share/v/1Bhg2y9xAh/
Akun FB: Ary Ginanjar Agustian
IQ – Intelligence Quotient. kemampuan menghitung dan mengeksekusi dengan benar.
Intelligence Quotient atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan suatu indikator kecerdasan intelektual, kemampuan menganilisis, atau logika seseorang. IQ ini memiliki keterkaitan dengan keterampilan berkomunikasi, respon atau tanggapan mengenai hal-hal yang ada di sekitarnya, serta kemampuan mempelajari materi-materi bilangan seperti matematika.
Emotional Quotient / EQ / EI: kemampuan mendeteksi,
Kecerdasan emosional, pada intinya adalah kemampuan kita untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengontrol emosi diri sendiri, orang sekitar, dan kelompok. Para peneliti EI mempunyai posisi bahwa EI lebih penting daripada sekadar kecerdasan kognitif. Goleman sendiri membagi kemampuan-kemampuan emosional menjadi 5 (lima) kemampuan :
- Kesadaran Diri
- Kontrol Diri
- Kemampuan Sosial
- Empati
- Motivasi
Goleman berpendapat bahwa tanpa kelima kemampuan ini, orang yang memiliki IQ tinggi akan terhambat dalam kegiatan akademik serta pekerjaan.
Walaupun laku keras di kalangan umum, banyak ilmuwan dan praktisi psikologis yang tetep skeptis sama kecerdasan emosional. Yang paling mereka kritik adalah pengetesannya. Ilmuwan harus bekerja berdasarkan bukti. Jika seorang ilmuwan di bidang apapun bikin suatu hipotesis, harus didukung sama pengukuran yang akurat.
Spiritual Quotient / SQ / SI
Spiritual Intelligence (SI) atau kecerdasan spiritual pertama kali digagas oleh psikolog yang bernama Danah Zohar, pada tahun 1997. Konsep ini dapat dibilang baru dalam dunia psikologi, karena konsepnya saja dianggap belum matang. Banyak kritik terkait konsep SI ini, bahkan bukan soal pengukurannya atau nilainya, tapi terkait konsep dasarnya. SI ini dibuat untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memaknai kehidupannya, jadi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan agama maupun kerohanian dalam konsep awam.
Secara umum, ketika seseorang dengan kemampuan EQ dan IQ-nya berhasil meraih prestasi dan kesuksesan, seringkali orang tersebut disergap oleh perasaan “kosong” dan hampa dalam celah batin kehidupannya. Hingga hampir-hampir diperbudak oleh uang serta tanpa tahu waktu dan mengerti dimana ia harus berpijak? Di sinilah kecerdasan spiritual atau yang biasa disebut SQ muncul untuk melengkapi IQ dan EQ yang ada di diri setiap orang. Danah Zohar dan Ian Marshall mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Spiritual Quotient (SQ) : tuntunan hati nurani,
Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri kita. Dari pernyataan tersebut, jelas SQ saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, karena diperlukan keseimbangan pula dari kecerdasan emosi dan intelektualnya. Jadi seharusnya IQ, EQ, dan SQ pada diri setiap orang mampu secara proporsional bersinergi, menghasilkan kekuatan jiwa raga yang penuh keseimbangan. Dari pernyataan tersebut, dapat dilihat sebuah model ESQ yang merupakan sebuah keseimbangan fisik, psikis dan spiritual. Kemampuan-kemampuan yang menurut Zohar tergabung dalam konsep SI antara lain : spontanitas, visioner, rasa kemanusiaan, kemampuan untuk bertanya hal-hal yang bersifat mendalam seperti “Siapakah saya dalam dunia ini?”.
DIMANA LETAK KECERDASAN EMOSIONAL
DAN KECERDASAN SPIRITUAL?
Kecerdasan emosional itu seperti
radar dalam diri manusia. Radar yang mampu mendeteksi ketika seseorang mulai
keluar dari jalur nilai-nilai spiritualnya.
Bayangkan seperti pesawat yang
sudah ditentukan arah dan tujuannya, ketika keluar jalur, radar memberi sinyal:
offline… offline... Itulah EQ. Ia bekerja di limbic sistem, memberi peringatan
agar kita kembali ke garis yang benar, ke jalur spiritualitas.
Tanpa kecerdasan emosional, manusia
seperti pesawat tanpa radar, yang akhirnya menabrak gunung. Maka, spiritualitas
adalah tuntunan hati nurani, emosionalitas adalah kemampuan mendeteksi, dan
intelektualitas adalah kemampuan menghitung dan mengeksekusi dengan benar.
Ketiganya, IQ, EQ dan SQ harus
bersatu agar hidup terarah, seimbang dan bermakna.
JPS, 3 Desember 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar